Wonderful Indonesia
PASCA-PEMBUBARAN
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:10 WIB > Dibaca 1032 kali Print | Komentar
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Keputusan pemerintah membubarkan Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) dinilai sebagai tindakan semena-mena. Hal itu disampaikan Juru Bicara HTI Ismail Yusanto.

Oleh sebab itu, dia bakal menyampaikan persoalan tersebut dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Komisi II DPR, Kamis (19/10/2017).

“Kami pertama akan menyampaikan bahwa pembubaran atau pencabutan badan hukum perkumpulan HTI itu semena-mena,” ujarnya sebelum RDPU.

Adapun Ismail yang datang memenuhi undangan Komisi II itu juga bakal menyampaikan pandangan HTI tentang Perturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Ormas.

Ditegaskannya, hingga sekarang, HTI belum menerima surat keputusan tentang pembubaran organisasi pengusung khilafah tersebut.

“Tapi kami menduga pembubaran HTI itu terkait atau dikaitkan dengan dakwah Hizbut Tahrir tentang khilafah,” ucapnya.

Dengan demikian, Ismail akan menjelaskan makna khilafah kepada Komisi II DPR. Khilafah, kata dia, intinya merupakan ajaran Islam dan menjadi kewajiban seorang muslim untuk mendakwahkannya.

“Apalagi dengan keyakinan bahwa khilafah yang substansinya adalah ukhuwah dan dakwah itu akan membawa kebaikan buat bangsa dan negara,” sebutnya.

Dia sendiri mengaku heran lantaran sekarang justru berkembang anggapan yang menyebut Islam mengancam negara lewat radikalisme.

“Jadi, ada politik labeling yang menakut-nakuti bahwa Islam menjadi ancaman negara,” tegasnya.(boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
ISTANA TANGGAPI PERNYATAAN FAHRI
Jokowi Memang Pernah Bertemu Setya Novanto, tapi...
Rabu, 21 November 2017 - 21:00 wib
USAI JADI TERSANGKA E-KTP
Ini Penjelasan Ketua MKD soal Pembatalan Rapat Pergantian Setnov
Rabu, 21 November 2017 - 20:50 wib
SUDAH INKRACHT DI PENGADILAN
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Rabu, 21 November 2017 - 20:40 wib
RESMI DIBERHENTIKAN PSSI
Berakhir Sudah Tugas Indra Indra Sjafri di Timnas U-19, Selanjutnya...
Rabu, 21 November 2017 - 20:30 wib
USAI SETNOV DITAHAN KPK
Kursi Ketua DPR Layak Diisi Enam Kader Golkar Ini
Rabu, 21 November 2017 - 20:20 wib
344 WARGA PENDATANG DIBEBASKAN
Bebaskan Sandera KKSB, Kekuatan TNI-Polri Jauh Lebih Besar
Rabu, 21 November 2017 - 20:00 wib
BANYAK KEJANGGALAN DALAM KASUS E-KTP
Minta Pansus Angket Investigasi, Fahri Hamzah Ancam Bubarkan KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:54 wib
DITAHAN TERKAIT KASUS E-KTP
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Rabu, 21 November 2017 - 19:48 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:42 wib
BANTU KPK
Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?
Rabu, 21 November 2017 - 19:36 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Ini Penjelasan Ketua MKD soal Pembatalan Rapat Pergantian Setnov
Kursi Ketua DPR Layak Diisi Enam Kader Golkar Ini

Selasa, 21 November 2017 - 20:20 WIB

Kader Ingin Pertahankan Setnov, Rapat Pleno Golkar Panas

Selasa, 21 November 2017 - 20:10 WIB

Minta Pansus Angket Investigasi, Fahri Hamzah Ancam Bubarkan KPK
Rapat MKD Bahas Nasib Setya Novanto Kemungkinan Dihadiri KPK
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini