Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SERUPA KASUS LAPINDO
Pemerintah Disarakan Ambil Alih Mekanisme Ganti Rugi Korban First Travel
Sabtu, 14 Oktober 2017 - 16:10 WIB > Dibaca 1758 kali Print | Komentar
Pemerintah Disarakan Ambil Alih Mekanisme Ganti Rugi Korban First Travel
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Mekanisme ganti rugi yang seharusnya merupakan kewajiban First Travel (FT) diharapkan dapat diambil alih pemerintah. Cara itu serupa ganti rugi untuk korban lumpur Lapindo.

Titi Hariyati, salah seorang jemaah asal Surabaya, Jawa Timur, menyatakan jumlah jemaah yang menjadi korban penipuan FT sudah tersebar di seluruh indonesia. Tidak semua dari total 59 ribu jemaah tersebut yang mampu mengadvokasi dirinya untuk mendapatkan hak-haknya.

Dia sendiri mengkoordinasi 1.250 jamaah. Di samping dari Jatim, mereka juga berasal dari beberapa daerah seperti Palembang, Pontianak, dan Bengkulu. Rata-rata tidak mampu untuk menyewa pengacara untuk mengawal kasus itu.

“Mereka bikin WA (whatsapp, red) saja tidak bisa,” ujarnya.

Titi menilai, penipuan dengan korban sebanyak itu layak disetarakan dengan korban lumpur Lapindo yang jumlahnya juga ribuan orang.

“PT Lapindo itu swasta, FT juga swasta, kenapa pemerintah tidak bisa mengambil alih? Saya rasa pemerintah mampu,” jelasnya.

Jemaahny, imbuhnya, sudah lelah dengan proses yang panjang dan berlarut-larut. Mulai dari berbagai pertemuan hingga proses sidang PKPU. Dia memandang, pemerintah harus memberikan solusi yang tepat bagi jamaah.

Kata dia lagi, membekukan FT tidak memberikan penyelesaian apa pun terhadap ribuan jamaah yang sudah masuk daftar tunggu.

“Ini ibaratnya pemerintah membangun tanggul, padahal airnya sudah masuk ke dalam rumah,” tuturnya.

Di sisi lain, menurut Dirjen Pelayanan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Nizar Ali kewenangan yang dimiliki Kemenag hanyalah seputar pemberian maupun pencabutan izin pada FT.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
POLITIK
Kewajiban Konstitusional DPD RI Belum Optimal
Sabtu, 18 November 2017 - 13:28 wib

TNI-Polri Bebaskan 344 Warga Terisolasi
Sabtu, 18 November 2017 - 12:57 wib
Babak 8 Besar Liga 2 2017
Masih Bingung Hitung Kerugian
Sabtu, 18 November 2017 - 11:55 wib
Egy Maulana Vikri
Klub Malaysia Getol Buru Tanda Tangan Egy
Sabtu, 18 November 2017 - 11:53 wib
China Open Super Series Premier (SSP) 2017
Dua Ganda Putra Melesat ke 8 Besar
Sabtu, 18 November 2017 - 11:45 wib

Usai Dipindah, KPK Tahan Setnov
Sabtu, 18 November 2017 - 11:45 wib
Menjemput Beruang Madu di Pelosok Kampar
Dari Sehat, Tiba-tiba Sakit, Lalu Mati
Sabtu, 18 November 2017 - 11:39 wib

Hukuman RZ Dipangkas 4 Tahun
Sabtu, 18 November 2017 - 11:38 wib

Lanjutkan Sukses SEA Games di Prancis Open
Sabtu, 18 November 2017 - 11:33 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Usai Dipindah, KPK Tahan Setnov

Sabtu, 18 November 2017 - 11:45 WIB

Hukuman RZ Dipangkas 4 Tahun

Sabtu, 18 November 2017 - 11:38 WIB

Novanto Sempat Disembunyikan Jurnalis Metro TV? Ini Kata Polisi
Pemenang Sayembara Cari Novanto Ternyata Bukan Tiang Listrik, melainkan...
Setya Novanto Kecelakaan Naik Fortuner, Begini Penjelasan Toyota
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us