Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
PENGAKUAN SANG KAKAK DI SIDANG LANJUTAN
Kasus e-KTP, Andi Narogong Dapat Rp37 M usai Pinjamkan Uang
Jumat, 13 Oktober 2017 - 20:10 WIB > Dibaca 1665 kali Print | Komentar
Kasus e-KTP, Andi Narogong Dapat Rp37 M usai Pinjamkan Uang
Andi Narogong. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Uang sebesar Rp36 miliar ternyata pernah dipinjamkan Andi Agustinus alias Andi Narogong kepada Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sugihardjo.

Menurut saksi di persidangan perkara korupsi e-KTP, Dedi Prijono, hal itu supaya Narogong bisa ikut mengerjakan proyek e-KTP. Dia mengungkapkan itu saat menjadi saksi bagi Andi Narogong pada persidangan perkara e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Adapun Dedi diketahui sebagai kakak kandung Narogong. Dedi menyatakan, adiknya memberi pinjaman Rp36 miliar ke Anang agar bisa ikut menggarap proyek e-KTP yang dikerjakan PT Quadra.

“Tapi kenyataannya kagak dikasih. Dibalikin sesuai dengan bunga bank," katanya di hadapan majelis hakim yang dipimpin John Halasan Butarbutar.

Namun, jawaban Dedi membuat majelis hakim curiga. Itu karena Narogong yang tak menang dalam tender proyek e-KTP malah meminjamkan uang kepada PT Quadra yang juga anggota Konsorsium PNRI.

“Dia (Andi Narogong) sudah kalah, ditinggalkan tapi malah transfer uang?" hakim bertanya.

"Quadra menang tapi kesulitan DP (down payment). Pak Andi pikir kalau dia pinjam uang, dia (Anang Sugiana) kan punya utang budi, jadi dikasih kerjaan. Tapi kenyataannya Pak Anang balikin punya dia, cuma dikasih bunga," Dedi menjawab.

Lantas, hakim mempertanyakan logika berpikir Narogong yang justru meminjamkan uang kepada perusahaan pemenang proyek e-KTP.

"Logika akal sehat mana yang terima?" tanya hakim lagi.

Akan tetapi, Dedi bertahan dengan alasannya. Dia menilai, Narogong meminjamkan uang ke Anang karena realisasi proyek e-KTP masih tahap awal.

“Pas dia (Anang) menang, engak ada DP, dia (Andi Narogong) pinjamin. Ini kan baru awal menangnya (proyek e-KTP tahun 2011)," katanya.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT KASUS E-KTP
Jika Setnov Besok Jadi Terdakwa, Ini Langkah Golkar
Selasa, 12 Desember 2017 - 21:00 wib
TERKAIT KECELAKAAN SETNOV
Simak! Ini Penjelasan KPK soal Pemanggilan Eks Wartawan Metro TV
Selasa, 12 Desember 2017 - 20:30 wib
TERKAIT PERGANTIAN KETUA DPR
Kekompakan Fraksi Golkar Rusak karena Aziz Syamsuddin
Selasa, 12 Desember 2017 - 20:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Sidang Novanto Disiarkan Langsung, Begini Tanggapan KPK
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:50 wib
TERJADI DALAM SEBUAH PERTEMPURAN
Hanya Beredar di Medsos, Kapolri Bantah Informasi Tewasnya Bahrun Naim
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:40 wib
PERKETAT RUANG GERAK TERORIS
Segera Dibawa ke Indonesia, Ini Kata Kapolri soal Pelaku Bom Panci di Malaysia
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:20 wib
DIAJUKAN PKS
Usai Reses, Surat Pencopotan Fahri Hamzah Diproses DPR
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:10 wib
PANDANGAN PKS
Ketika Program “Ekonomi Meroket” Jokowi Masih "Jauh Panggang dari Api"
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:00 wib
MASIH PUNCAKI HASIL SURVEI
Pesaing Utama Jokowi di Pilpres 2019 Bukan Prabowo, melainkan...
Selasa, 12 Desember 2017 - 18:30 wib
TANGGAPI SIKAP ANGGOTA FRAKSI
Aziz Syamsuddin Ditolak Jadi Ketua DPR, Mahyudin: Dia Dizalimi!
Selasa, 12 Desember 2017 - 18:05 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Jika Setnov Besok Jadi Terdakwa, Ini Langkah Golkar

Selasa, 12 Desember 2017 - 21:00 WIB

Simak! Ini Penjelasan KPK soal Pemanggilan Eks Wartawan Metro TV
Sidang Novanto Disiarkan Langsung, Begini Tanggapan KPK

Selasa, 12 Desember 2017 - 19:50 WIB

Hanya Beredar di Medsos, Kapolri Bantah Informasi Tewasnya Bahrun Naim
Terkait Kasus Victor Laiskodat, Polri Minta MKD Segera Bersikap
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us