Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS DUGAAN PENGGELAPAN TANAH
Selepas Pelantikan, Sandiaga Uno Akan Diperiksa Polisi
Jumat, 13 Oktober 2017 - 19:20 WIB > Dibaca 1439 kali Print | Komentar
Selepas Pelantikan, Sandiaga Uno Akan Diperiksa Polisi
Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Terkait kasus dugaan penggelapan tanah di Jalan Curug Raya, Tangerang Selatan, Banten pada 2012 lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno akan dimintai keterangan sebagai saksi.

Pemeriksaan Sandiaga oleh Polda Metro Jaya itu rencananya dilakukan selepas pelantikannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Ya nanti kami lihat rencana dari penyidik. Sebelum pelantikan kan pasti sibuk ya, artinya kami memberikan waktu dan ruang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Meski begitu, Argo belum bisa memastikan kapan waktu pemeriksaan terhadap Sandiaga. Dia menyatakan, semua itu merupakan kewenangan dari penyidik yang menangani kasus tersebut.

"Tentunya kami melihat beliau akan melaksanakan kegiatan. Nanti kan penyidik pasti mempunyai jadwal tersendiri, pas waktu luang atau apa," tuturnya.

Sejatinya, Sandiaga pada Rabu (11/10/2017) kemarin diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penggelapan tanah. Akan tetapi, dia tidak bisa hadir lantaran ada kepentingan menjelang pelantikannya.

Sandiaga Uno sebelumnya dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati Susilo ke Polda Metro Jaya atas dugaan penggelapan sebidang tanah di Jalan Curug Raya, Tangerang Selatan, Banten pada 2012 lalu. Laporan itu dibuat pada 8 Maret 2017.

"Yang dilaporkan masalah penggelapan, Pasal 372 KUHP. Terlapornya Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Uno," kata Kombes Pol Argo Yuwono, Senin (13/3/2017).

Adapun laporan bernomor LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum itu baru didisposisi ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Hingga sekarang, polisi belum memanggil pihak-pihak terkait laporan itu. (cr5)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT KASUS E-KTP
Jika Setnov Besok Jadi Terdakwa, Ini Langkah Golkar
Selasa, 12 Desember 2017 - 21:00 wib
TERKAIT KECELAKAAN SETNOV
Simak! Ini Penjelasan KPK soal Pemanggilan Eks Wartawan Metro TV
Selasa, 12 Desember 2017 - 20:30 wib
TERKAIT PERGANTIAN KETUA DPR
Kekompakan Fraksi Golkar Rusak karena Aziz Syamsuddin
Selasa, 12 Desember 2017 - 20:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Sidang Novanto Disiarkan Langsung, Begini Tanggapan KPK
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:50 wib
TERJADI DALAM SEBUAH PERTEMPURAN
Hanya Beredar di Medsos, Kapolri Bantah Informasi Tewasnya Bahrun Naim
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:40 wib
PERKETAT RUANG GERAK TERORIS
Segera Dibawa ke Indonesia, Ini Kata Kapolri soal Pelaku Bom Panci di Malaysia
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:20 wib
DIAJUKAN PKS
Usai Reses, Surat Pencopotan Fahri Hamzah Diproses DPR
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:10 wib
PANDANGAN PKS
Ketika Program “Ekonomi Meroket” Jokowi Masih "Jauh Panggang dari Api"
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:00 wib
MASIH PUNCAKI HASIL SURVEI
Pesaing Utama Jokowi di Pilpres 2019 Bukan Prabowo, melainkan...
Selasa, 12 Desember 2017 - 18:30 wib
TANGGAPI SIKAP ANGGOTA FRAKSI
Aziz Syamsuddin Ditolak Jadi Ketua DPR, Mahyudin: Dia Dizalimi!
Selasa, 12 Desember 2017 - 18:05 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Jika Setnov Besok Jadi Terdakwa, Ini Langkah Golkar

Selasa, 12 Desember 2017 - 21:00 WIB

Simak! Ini Penjelasan KPK soal Pemanggilan Eks Wartawan Metro TV
Sidang Novanto Disiarkan Langsung, Begini Tanggapan KPK

Selasa, 12 Desember 2017 - 19:50 WIB

Hanya Beredar di Medsos, Kapolri Bantah Informasi Tewasnya Bahrun Naim
Terkait Kasus Victor Laiskodat, Polri Minta MKD Segera Bersikap
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us