Wonderful Indonesia
TANDA TANGANI KESEPAKATAN AWAL
Palestina Segera Merdeka usai Fatah dan Hamas Berdamai
Jumat, 13 Oktober 2017 - 17:00 WIB > Dibaca 1404 kali Print | Komentar
Palestina Segera Merdeka usai Fatah dan Hamas Berdamai
Ilustrasi. (AFP)
KAIRO (RIAUPOS.CO) - Negosiasi yang berlangsung mulai Selasa (10/10/2017) di Kairo, Mesir, membuat perseteruan antara dua partai terbesar di Palestina, Hamas dan Fatah, berakhir.

Itu karena keduanya telah menandatangani kesepakatan awal rekonsiliasi kemarin, Kamis (12/10/2017). Ada beberapa poin yang menjadi pokok kesepakatan, yakni perubahan manajemen penjagaan perbatasan dan mengintegrasikan para pegawai negeri di Gaza dengan Otoritas Palestina (PA) yang dipimpin Fatah.

”Saya telah menerima detail laporan dari delegasi Fatah tentang hal apa yang disepakati dan saya menganggap itu sebagai kesepakatan final untuk mengakhiri perbedaan,” kata Presiden Palestina Mahmoud Abbas kemarin.

Adapun dia berencana berkunjung ke Jalur Gaza beberapa pekan ke depan. Jika terealisasi, itu menjadi kunjungannya yang pertama dalam satu dekade terakhir. Menurut Delegasi PA Azzam Al Ahmad, Abbas memang menginginkan agar rekonsiliasi itu benar-benar berjalan dan menjadi akhir perseteruan kedua pihak.

Dengan demikian, impian Palestina untuk mengakhiri pendudukan Israel menjadi negara merdeka dan mengambil kembali Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara bisa tercapai. Dalam konferensi pers kemarin, Azzam menyampaikan bahwa Hamas sepakat menyerahkan pengelolaan perlintasan perbatasan Rafah per 1 November mendatang kepada PA yang dipimpin Abbas.

Diketahui, Rafah merupakan perlintasan satu-satunya di Gaza yang berbatasan langsung dengan Mesir.

”Pasukan kepresidenan akan disebar ke seluruh wilayah perbatasan,” katanya.

Di sisi lain, ada harapan besar jika pergantian pengelolaan itu akan meminimalkan, bahkan menghilangkan blokade yang kerap dilakukan Mesir. Bila lalu lintas di Rafah lancar, otomatis perekonomian di Gaza meningkat. Kedua pihak juga setuju jika pemilu legislatif, presiden, dan dewan nasional akan digelar setahun setelah penandatanganan.

Sebelum pemilu, Hamas dan Fatah membentuk pemerintahan sementara. Palestina menggelar pemilu legislatif kali terakhir pada 2006. Hamas menang kala itu. Pemilu tersebut berujung konflik antara Hamas dan Fatah yang akhirnya memicu perang sipil mulai Januari 2006–Mei 2007.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Politik
Demokrat Berikan Surat Tugas ke Wardan-SU
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 18:58 wib

Sentuhan Warna Natural Trend Tahun 2018
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 16:41 wib
Menkes RI Resmikan Porkesremen Nasional
Rehabilitan Mampu Ceramah dengan Percaya Diri
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 15:07 wib

222 Mahasiswa FH Unilak Yudisium
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 14:42 wib

Nursyafri Tanjung Nakhodai REI Riau Periode 2017-2020
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 14:27 wib

Tarif Promo Harus di Atas Tarif Batas Bawah
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 12:19 wib

Pemprov Riau-BRK MoU Transaksi Nontunai
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 11:33 wib
TAMU REDAKSI
HSBC Perluas Jangkauan ke Masyarakat
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 11:31 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Pelangiran Utusan Riau Ikut Lomba Cipta Menu
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 11:21 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Roro Dumai-Melaka Beroperasi 2019

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 11:05 WIB

Beri Waktu Hingga Senin, Madrid Tunggu Sikap Catalunya soal Kemerdekaannya
Ini Reaksi Israel Terkait Rencana Kemerdekaan Palestina
Jamu PM Laos, Presiden Rayakan 60 Tahun Hubungan Diplomatik
Catalonia Tunda Deklarasi Kemerdekaan, Ini Penyebabnya

Kamis, 12 Oktober 2017 - 16:35 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini