Wonderful Indonesia
DIDUGA ADA PRAKTIK RASUAH
Tak Sesuai Permintaan Panglima TNI, Ini Kata BPK soal Audit Alutsista
Kamis, 12 Oktober 2017 - 20:10 WIB > Dibaca 1290 kali Print | Komentar
Tak Sesuai Permintaan Panglima TNI, Ini Kata BPK soal Audit Alutsista
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Audit terhadap alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal itu sebagaimana permintaan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Gatot sendiri sengaja meminta BPK mengaudit alutista lantaran pengadaan helikopter Agusta Westland 101 diduga ada praktik rasuah dan berpotensi merugikan negara. Karena itu, BPK lantas mulai mengaudit pembelian alutista dari 2007 sampai 2017.

Karena itu, proses audit itu tak sesuai dengan permintaan Gatot yang minta audit helikopter seharga Rp700 miliar lebih itu. Menurut Anggota BPK Agung Firman Sampurna, mereka memang tak mengaudit helikopter saja, tetapi seluruh senjata.

“Dalam hal ini, boleh saja meminta audit, yakni Panglima TNI. Namun, untuk jenis pemeriksaan, kami yang tentukan," ujarnya di kantor BPK Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (12/10/2017).

Sebelumnya, panglima telah mengirim surat ke BPK untuk audit pengadaan alutista helikopter jenis Agusta Westland (AW) 101. Akan tetapi, BPK mengaudit keseluruhan alutista yang saat ini dioperasikan sebagai alat pertahanan negara.

"Panglima TNI telah mengirim surat audit investigasi pengadaan alutista. Tapi yang kami periksa terhadap seluruh alustista di pertahanan TNI," imbuhnya.

Lebih jauh dikatakannya, siapa saja berhak melaporkan informasi dugaan kepada BPK. Namun, sambungnya, keputusan audit akan ditentukan langsung oleh BPK.

"Jadi, tidak hanya Panglima TNI yang jadi konsiderasi pemeriksaan. Sejauh pengelolaan keuangan negara, kami periksa itu boleh saja dari siapapun, masyarkat, entitas apa pun," tutupnya. (elf)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF
Insiden Pencekalan Panglima TNI, Ini Ungkapan Penyesalan Kedubes AS
Selasa, 23 Oktober 2017 - 21:00 wib
KASUS DUGAAN SUAP
Soal Pengumpulan Uang untuk Auditor BPK, Saksi: Dirjen Kemendes Tahu
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:50 wib
TERPASANG DI SEJUMLAH JALAN IBU KOTA
Spanduk Pengusiran Warga Amerika Beredar Pasca-Insiden Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:40 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
Soal Rencana Aksi 2610, Polisi Akui Belum Dapat Informasi
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:30 wib
DISAMPAIKAN LANGSUNG KE MENHAN RI
Menhan AS Minta Maaf soal Pelarangan terhadap Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:20 wib
TAK MASUK OBJEK PTUN
Salah Kamar, Gugatan Setnov kepada Dirjen Imingrasi Dikritik TPDI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:00 wib
HAKIM KABULKAN GUGATAN
Resmi Menjanda, Nafa Urbach Berbagi Hak Asuh Anak dengan Zack Lee
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:50 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
50 Ribu Massa Akan Kepung DPR dalam "Aksi 2610"
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:40 wib
DALAM SEBUAH WAWANCARA
Pernyataan Kapolri soal Kasus Pemerkosaan Tuai Kritik Menteri Yohana
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:30 wib
UNTUK 20 HARI KE DEPAN
Buntut Aksi Kritik Pemerintahan Jokowi-JK, Polisi Tahan Dua Mahasiswa
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:20 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Insiden Pencekalan Panglima TNI, Ini Ungkapan Penyesalan Kedubes AS
Spanduk Pengusiran Warga Amerika Beredar Pasca-Insiden Panglima TNI
Menhan AS Minta Maaf soal Pelarangan terhadap Panglima TNI
Din Syamsuddin Jadi Utusan Khusus untuk Dialog Antaragama
50 Ribu Massa Akan Kepung DPR dalam "Aksi 2610"

Senin, 23 Oktober 2017 - 19:40 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini