Wonderful Indonesia
TERKAIT PILPRES 2019
Inilah Beda Gaya Komunikasi Jokowi dan Prabowo Menurut Pengamat
Kamis, 12 Oktober 2017 - 20:00 WIB > Dibaca 1445 kali Print | Komentar
Inilah Beda Gaya Komunikasi Jokowi dan Prabowo Menurut Pengamat
Joko Widodo dan Prabowo Subianto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Prabowo Subianto dinilai bakal makin kesulitan mengalahkan Joko Widodo (Jokowi). Hal itu dikatakan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi.

Ari menyatakan, ada persoalan pada gaya komunikasi Prabowo yang terlihat kaku. Menurutnya, masyarakat, terutama generasi muda saat ini, lebih menyukai gaya komunikasi apa adanya.

"Selama Prabowo masih mengedepankan gaya komunikasi kaku, maka publik tetap antipati dengan gaya-gaya pemimpin yang membosankan," katanya kepada JPNN, Kamis (12/10/2017).

Dia menambahkan, pada saat Prabowo masih berkomunikasi dengan gaya yang kaku, Jokowi justru sangat tahu selera generasi milenial. Sebagai contoh, Jokowi secara aktif mengunggah video blog atau vlog kehidupan sehari-harinya.

Ari memandang, hal itu mampu menarik minat anak muda. Bahkan, mantan gubernur DKI itu, sambungnya, bisa menjadi trend setter.

"Apa yang dipakai Jokowi juga selalu menjadi trend setter anak muda. Ini berbeda dengan Prabowo yang masih sulit menanggalkan gaya berkuda dan baju yang tidak masuk ke selera anak muda," tuturnya.

Lebih jauh, dia menilai Prabowo dan elite-elite Gerindra kerap membuat blunder dalam mengeluarkan pernyataan yang melawan akal sehat. Terlebih, Jokowi justru membalas kritik dan cibiran dengan menggenjot pembangunan infrastruktur.

"Menurut saya, sangat sulit bagi Prabowo untuk mengalahkan Jokowi di Pilpres 2019. Apalagi pembangunan pembangunan infrastruktur juga tengah digenjot habis-habisan dan masifnya pembangunan di mana-mana," tandasnya. (gir)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF
Insiden Pencekalan Panglima TNI, Ini Ungkapan Penyesalan Kedubes AS
Selasa, 23 Oktober 2017 - 21:00 wib
KASUS DUGAAN SUAP
Soal Pengumpulan Uang untuk Auditor BPK, Saksi: Dirjen Kemendes Tahu
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:50 wib
TERPASANG DI SEJUMLAH JALAN IBU KOTA
Spanduk Pengusiran Warga Amerika Beredar Pasca-Insiden Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:40 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
Soal Rencana Aksi 2610, Polisi Akui Belum Dapat Informasi
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:30 wib
DISAMPAIKAN LANGSUNG KE MENHAN RI
Menhan AS Minta Maaf soal Pelarangan terhadap Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:20 wib
TAK MASUK OBJEK PTUN
Salah Kamar, Gugatan Setnov kepada Dirjen Imingrasi Dikritik TPDI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:00 wib
HAKIM KABULKAN GUGATAN
Resmi Menjanda, Nafa Urbach Berbagi Hak Asuh Anak dengan Zack Lee
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:50 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
50 Ribu Massa Akan Kepung DPR dalam "Aksi 2610"
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:40 wib
DALAM SEBUAH WAWANCARA
Pernyataan Kapolri soal Kasus Pemerkosaan Tuai Kritik Menteri Yohana
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:30 wib
UNTUK 20 HARI KE DEPAN
Buntut Aksi Kritik Pemerintahan Jokowi-JK, Polisi Tahan Dua Mahasiswa
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:20 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Prabowo Maju Capres Lagi? Begini Komentar Nasdem

Senin, 23 Oktober 2017 - 19:00 WIB

Wiranto Belum Tahu Alasan Panglima TNI Ditolak Masuk AS
Perppu Ormas Akhirnya Dibawa ke Paripurna DPR Besok, Ini Alasannya
Pilkada 2018, Sejumlah Daerah Ini Masuk Kategori Rawan

Senin, 23 Oktober 2017 - 17:50 WIB

Wiranto Minta Masyarakat Tunggu Kepastian Perppu Ormas

Senin, 23 Oktober 2017 - 17:40 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini