Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
Dugaan Korupsi Penerangan Jalan
Satu Ditahan, Dua Praperadilan
Kamis, 12 Oktober 2017 - 10:36 WIB > Dibaca 2048 kali Print | Komentar
Satu Ditahan, Dua Praperadilan
DITAHAN: HW, satu dari lima tersangka dugaan korupsi penerangan jalan Kota Pekanbaru digiring petugas ke dalam mobil untuk dilakukan penahanan usai menjalani pemeriksaan di Kantor Kejati Riau, Rabu (11/10/2017).
KOTA (RIAUPOS.CO) - Kasus dugaan korupsi penerangan jalan Kota Pekanbaru dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Riau memasuki babak baru. Dua tersangka yaitu Masdauri (MSD) dan Abdul Rahman (ABD) mengajukan praperadilan atas status yang disandang mereka. Dalam perkara yang sama pula, supplier lampu asal Jakarta yang juga merupakan tersangka kelima berinisial HW, Rabu (11/10) diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan langsung ditahan.

MSD adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Dia merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus PPK dan salah satu Kepala Bidang di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru, instansi tempat pengadaan ini dilaksanakan. Sementara ABD adalah makelar dalam proyek ini. Selasa (10/10), keduanya tak menghadiri panggilan kedua untuk diperiksa sebagai tersangka.

Yang hadir Selasa kemarin adalah dua tersangka lainnya yaitu MJD dan MHR. Keduanya serupa dengan ABD yaitu merupakan makelar proyek.

‘’Dua-duanya (MSD dan ABD, red) mengajukan praperadilan. Saya sudah mendapat relasnya (panggilan dari pengadilan, red). Akan kami pelajari alasannya apa dan segera kami rumuskan langkah hukum berikutnya,’’ kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau Sugeng Riyanta kepada Riau Pos, kemarin.

Terkait praperadilan, Sugeng memastikan pihaknya akan hadir. Meski begitu, dia menggarisbawahi juga bahwa praperadilan tidak membuat penyidik tak bisa memeriksa tersangka.’’Kita jawab dan kita hadiri di pengadilan. Kalau bisa segera selesai praperadilan. Sambil proses akan kita ambil langkah yang diperlukan, dua tersangka tetap akan kita periksa. Sudah dua panggilan tak dihadiri. Kita bisa mengeluarkan surat perintah membawa dan bisa juga dilakukan penangkapan,’’ tegasnya.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF
Insiden Pencekalan Panglima TNI, Ini Ungkapan Penyesalan Kedubes AS
Selasa, 23 Oktober 2017 - 21:00 wib
KASUS DUGAAN SUAP
Soal Pengumpulan Uang untuk Auditor BPK, Saksi: Dirjen Kemendes Tahu
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:50 wib
TERPASANG DI SEJUMLAH JALAN IBU KOTA
Spanduk Pengusiran Warga Amerika Beredar Pasca-Insiden Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:40 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
Soal Rencana Aksi 2610, Polisi Akui Belum Dapat Informasi
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:30 wib
DISAMPAIKAN LANGSUNG KE MENHAN RI
Menhan AS Minta Maaf soal Pelarangan terhadap Panglima TNI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:20 wib
TAK MASUK OBJEK PTUN
Salah Kamar, Gugatan Setnov kepada Dirjen Imingrasi Dikritik TPDI
Selasa, 23 Oktober 2017 - 20:00 wib
HAKIM KABULKAN GUGATAN
Resmi Menjanda, Nafa Urbach Berbagi Hak Asuh Anak dengan Zack Lee
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:50 wib
TOLAK PERPPU ORMAS
50 Ribu Massa Akan Kepung DPR dalam "Aksi 2610"
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:40 wib
DALAM SEBUAH WAWANCARA
Pernyataan Kapolri soal Kasus Pemerkosaan Tuai Kritik Menteri Yohana
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:30 wib
UNTUK 20 HARI KE DEPAN
Buntut Aksi Kritik Pemerintahan Jokowi-JK, Polisi Tahan Dua Mahasiswa
Selasa, 23 Oktober 2017 - 19:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Soal Pengumpulan Uang untuk Auditor BPK, Saksi: Dirjen Kemendes Tahu
Soal Rencana Aksi 2610, Polisi Akui Belum Dapat Informasi
Salah Kamar, Gugatan Setnov kepada Dirjen Imingrasi Dikritik TPDI
Buntut Aksi Kritik Pemerintahan Jokowi-JK, Polisi Tahan Dua Mahasiswa
Ditanya Keterlibatan Andi di Proyek e-KTP, Mantan Dirut PNRI Berkelit
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini