Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS UJARAN KEBENCIAN
Minta Buni Yani Divonis seperti Ahok, Ini Alasan Jaksa Agung
Rabu, 11 Oktober 2017 - 20:45 WIB > Dibaca 1454 kali Print | Komentar
Minta Buni Yani Divonis seperti Ahok, Ini Alasan Jaksa Agung
Buni Yani. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Perkara ujaran kebencian yang menjerat Buni Yani sangat terkait dengan kasus penistaan agama yang menjadikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai terpidana. Hal itu dikatakan Jaksa Agung Prasetyo.

Menurutnya, itu lantaran jaksa sudah menuntut Buni Yani dengan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan karena melanggar Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia menilai, tuntutan kepada Buni Yani demi keseimbangan.

Pasalnya, sebelumnya Ahok sudah divonis dua tahun penjara.

“Untuk kasus Buni Yani ini JPU telah mengajukan tuntutan pidana selama dua tahun penjara dan segera masuk. Kenapa demikian, untuk keseimbangan. Kerena bagaimanapun kasus ini tidak dapat dilepaskan dengan kasus lain sebelumnya,” ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Diterangkan mantan politikus Partai Nasdem itu, karena Ahok sudah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara dengan disertai perintah penahanan, hal itu pun menjadi pertimbangan jaksa untuk mengajukan tuntutan yang sama bagi Buni Yani.

“Karena kami mengacu pada asas adequat teori atau teori sebab akibat bahwa kasus yang satu tidak akan terjadi jika tidak ada kasus yang lainnya,” tutupnya. (boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Selasa, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Hoax! Wakapolri Bantah Foto ST Video Konferensi soal Habib Rizieq
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini