Wonderful Indonesia
SIAK
Wakil Bupati Buka Pawai Budaya Siak Bermadah
Rabu, 11 Oktober 2017 - 10:49 WIB > Dibaca 1147 kali Print | Komentar
(RIAUPOS.CO) - Ribuan masyarakat memadati lokasi pawai budaya di depan Istana Siak Sri Indrapura, Selasa (10/10). Masyarakat begitu antusias menyaksikan pawai budaya yang digelar dalam rangkaian kegiatan Festival Siak Bermadah (FSB) dalam rangka HUT ke-18 Kabupaten Siak.

Pawai budaya diikuti sebanyak 1.050 orang terdiri dari 14 kecamatan dan 13 dari daerah di luar Kabupaten Siak yakni DKI Jakarta, Bangka Belitung, Jambi, Sumut, Sumbar, Rohil, Kota Pekanbaru, Kuansing Singingi dan Provinsi Riau dan 2 dari negara Malaysia dan Singapura.

Pawai budaya yang mengambil tema kembangkan adat dan budaya untuk mengangkat marwah negeri dibuka oleh Wakil Bupati Siak Alfedri MSi. Turut hadir Waka Kapolres Kompol Yudhi Palmi, wakil Ketua Tim Penggerak PKK Rosidah Alfedri, pejabat di lingkungan pemkab, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Wabup Siak Alfedri menyatakan, memeriahkan HUT ke-18 Kabupaten Siak tahun 2017 ini, pawai budaya digelar untuk mengangkat marwah negeri Kabupaten Siak. Tentu dengan berbagai tradisi dan adat budaya di tampilkan dan ini merupakan rangkaian Siak Bermadah mempromosikan pariwisata.

‘’Jika melihat jumlah peserta tahun 2017 ini relatif lebih banyak dari tahun yang lalu ada peningkatan peserta. Termasuk Malaysia dan Singapura mengikuti tari zapin. Harapan kita ini bagian dari mempromosikan wisata dan budaya yang ada di Kabupaten Siak dalam mencapai visi menjadi salah satu budaya di sumatera,” harapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Siak Fauzi Azmi menambahkan, pawai budaya diikuti oleh 14 kecamatan dan 13 daerah yang partisipasi dan dua negara dari Malaysia dan Singapura memeriahkan Siak Bermadah.Tampilkan Ciri Khas Daerah

Peserta pawai budaya Kabupaten Siak, dimanfaatkan sejumlah kecamatan yang mengikuti pawai dengan menampilkan ciri khas unggulan budaya daerahnya masing-masing.

Seperti Kecamatan Koto Gasib dengan tema mengusung ‘‘menjulang pengantin basah menjalang guru mengaji’’. Pengantin basah yaitu anak laki-laki yang akan bersunat diarak di atas julang atau tandu di rumah guru mengaji untuk meminta izin dan mohon doa restu melaksanakan khatam Alquran belum berkhitan.

‘‘Dalam pawai budaya kita menampilkan keunggulan ciri khas daerah kecamatan dengan,” jelas Camat Koto Gasib Dicky Sofyan.

Kemudian Kecamatan Minas mengusung pengobatan tradisional Suku Sakai. Sedangkan Kecamatan Mempura menampilkan silat sunting 12.(adv/b)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Politik
Demokrat Berikan Surat Tugas ke Wardan-SU
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 18:58 wib

Sentuhan Warna Natural Trend Tahun 2018
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 16:41 wib
Menkes RI Resmikan Porkesremen Nasional
Rehabilitan Mampu Ceramah dengan Percaya Diri
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 15:07 wib

222 Mahasiswa FH Unilak Yudisium
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 14:42 wib

Nursyafri Tanjung Nakhodai REI Riau Periode 2017-2020
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 14:27 wib

Tarif Promo Harus di Atas Tarif Batas Bawah
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 12:19 wib

Pemprov Riau-BRK MoU Transaksi Nontunai
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 11:33 wib
TAMU REDAKSI
HSBC Perluas Jangkauan ke Masyarakat
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 11:31 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Pelangiran Utusan Riau Ikut Lomba Cipta Menu
Sabtu, 20 Oktober 2017 - 11:21 wib
Cari Berita
Hiburan Terbaru
Siak Ikut Nusantara Expo 2017

Jumat, 20 Oktober 2017 - 09:38 WIB

Soal Endorse Rp100 Juta, Syahrini Akui Hanya Bercanda

Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:00 WIB

Kuota Umrah Korban First Travel Akan Ditambah Syahrini

Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:30 WIB

Undangan Sederhana Song Song Couple

Kamis, 19 Oktober 2017 - 10:48 WIB

Kedekatan Mantan Istri Engku  Emran dengan Bella Bikin Haru
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini