Wonderful Indonesia
SEMPAT TERTAHAN DI BANDARA SOETTA
Mabes TNI Simpan Amunisi Mematikan Pesanan Polri
Selasa, 10 Oktober 2017 - 19:30 WIB > Dibaca 982 kali Print | Komentar
Mabes TNI Simpan Amunisi Mematikan Pesanan Polri
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sempat tertahan di area kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, amunisi tajam pesanan Polri yang ssudah dipindah ke Mabes TNI untuk disimpan.

Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryanto, amunisi yang akan digunakan Korps Brimob itu sempat tertahan karena belum memperoleh rekomendasi dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

"Sudah dipindahkan ke gudang amunisi Mabes TNI sesuai dengan katalog amunisi tajam itu berjumlah 5.932 butir," ujarnya dalam konferensi Pers di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2017).

Dia menyatakan, dalam katalog senjata itu dijelaskan bahwa amunisi tajam tersebut mempunyai radius mematikan 9 meter dengan capai hingga 400 meter. Amunisi itu memiliki keistimewaan karena setelah meletus, ada ledakan kedua yang mematikan.

"Keistimewaan amunisi adalah setelah meledak kemudian meledak kedua dan menimbulkan pecahan lubang-lubang kecil yang melukai maupun mematikan, geranat bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14 sampai 19 detik lepas dari laras,” jelasnya.

Amunisi spesial yang dimiliki pasukan elite Polri itu, imbuhnya, tidak dipunyai TNI.

"Ini luar biasa. TNI tidak punya senjata seperti itu," tuntasnya.

Menkopolhukam Wiranto sebelumnya mengumpulkan semua petinggi negara yang terkait keamanan nasional. Hal itu untuk membicarakan polemik senjata jenis stand alone grenade launcher (SAGL) kaliber 40 x 46 milimeter sebanyak 280 pucuk pesanan Polri.(cr5)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
RESMI JADI KADER
Elektabilitas Prabowo Dibebankan kepada Ahmad Dhani? Ini Kata Gerindra
Kamis, 18 Oktober 2017 - 21:00 wib
REGISTRASI SIM CARD PRABAYAR
Unik, Kemenkominfo Gunakan Ibu "Pengabdi Setan" untuk Pemberitahuan
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:45 wib
TIMBULKAN PRO DAN KONTRA
Belum Bersikap, Mendagri Pelajari Teks Pidato Anies Singgung Pribumi
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:30 wib
JADI PERTIMBANGAN
Tolak Pembentukan Densus Antikorupsi, JK Diyakini Sudah Tanya Menteri
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:15 wib
PILIH LIBURAN KE LABUAN BAJO
Djarot Tak Hadir Sertijab, Pengamat: Kelihatan Panggung Aslinya
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:00 wib
HASIL SURVEI MEDIAN
Ternyata, Prabowo Jadi Pilihan Konstituen Parpol Pendukung Pemerintah
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:40 wib
BUTUH WAKTU 27 MENIT
Denmark Open, Tunggal Putra Indonesia Melaju ke Babak Kedua
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:30 wib
SIRATKAN KETIDAKSETUJUAN
Jusuf Kalla Dikritik Fahri Hamzah Terkait Densus Tipikor
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:20 wib
PERNAH IKUT KONVENSI DEMOKRAT
Mungkinkah Anies Berambisi Maju Pilpres 2019? Ini Kata Pengamat
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:10 wib
PANDANGAN PENGAMAT
Anies Berpeluang Diusung Tiga Partai Ini di Pilpres 2019
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Belum Bersikap, Mendagri Pelajari Teks Pidato Anies Singgung Pribumi
Tolak Pembentukan Densus Antikorupsi, JK Diyakini Sudah Tanya Menteri
Djarot Tak Hadir Sertijab, Pengamat: Kelihatan Panggung Aslinya
Ini Tanggapan Istana soal Penolakan Wapres terhadap Densus Tipikor
Jusuf Kalla Dikritik Fahri Hamzah Terkait Densus Tipikor
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini