Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SEBAGAI SAKSI NOFEL HASAN
Kader Golkar Kembali Diperiksa Terkait Kasus Bakamla
Selasa, 10 Oktober 2017 - 17:50 WIB > Dibaca 872 kali Print | Komentar
Kader Golkar Kembali Diperiksa Terkait Kasus Bakamla
Fayakhun Andriadi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Untuk kepentingan penyidikan kasus suap proyek pengadaan satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil anggota Komisi I DPR Fayakhun Andriadi.

Sejak pukul 10.10 WIB, dia sudah terlihat di gedung KPK. Ketua DPP Golkar DKI Jakarta itu tampak menggunakan kemeja warna putih. Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, penyidik memeriksa Fayakhun sebagai saksi untuk Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan yang menjadi tersangka dalam kasus itu.

"Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NH (Nofel Hasan)," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/10/2017).

KPK saat ini sudah memasukkan nama Fayakhun ke dalam daftar cegah di imigrasi. Hal itu untuk kepentingan penyidikan terkait penggiringan anggaran proyek satelit monitoring Bakamla di DPR. Adapun KPK mencium adanya patgulipat dalam penyusunan anggaran untuk proyek satelit monitoring Bakamla.

Dugaan adanya penggiringan anggaran ini terkuak dalam persidangan perkara suap Bakamla beberapa waktu lalu. Dalam persidangan kasus suap Bakamla, Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp24 miliar kepada politikus muda PDIP Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi.

Dari pengakuan Ali kepada Fahmi, uang sebesar itu dibagikan ke sejumlah anggota DPR periode 2014-2019 termasuk Fayakhun. Di samping itu, uang juga untuk sogokan kepada pejabat di Bappenas dan Kementerian Keuangan.

Adapun Fayakhun juga sempat diperiksa oleh penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Nofel pada awal Mei 2017. Kala itu, dia tak banyak menjawab pertanyaan awak media. Dia menyebut sudah menjelaskan semua kepada penyidik KPK.(put)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Smartphone Kena Air Hujan? Begini Caranya
Minggu, 25 Februari 2018 - 10:18 wib

BPJS TK Launching Perisai
Minggu, 24 Februari 2018 - 20:49 wib

APBD Rohul 2018 Dibatalkan
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:27 wib

Enam Perenang Ikuti Pembinaan di Bali
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:22 wib
Pencuri Motor dan Penadah Diringkus

Pencuri Motor dan Penadah Diringkus
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:18 wib
BULAN MEI 2018
Amerika Serikat Tetap Ngotot Buka Kedutaan di Yerusalem
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:08 wib
DICARI DARI KEMENTERIAN LAIN
Jenderal Polisi Tak Jadi Jabat Penjabat Gubernur
Minggu, 24 Februari 2018 - 12:07 wib
Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak

Atasi Narkoba, Polres Rangkul Ninik Mamak
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:53 wib
PERSOALAN HARTA WARISAN
Nenek Ini Sedih karena Digugat Empat Anaknya Rp1,6 M
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:47 wib
KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet

KONI Riau Fokuskan Penguatan Atlet
Minggu, 24 Februari 2018 - 11:46 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Nyanyian Nazaruddin Harus Dibuktikan Secara Hukum

Jumat, 23 Februari 2018 - 19:12 WIB

Besok, Dugaan Kelalaian KPU Diputuskan

Jumat, 23 Februari 2018 - 11:42 WIB

Mengejutkan! Kasus e-KTP, Novanto Ternyata Dapat Jatah USD 1,8 Juta
Kasus Novel Akan Dituntaskan Kapolda Metro, Janji?

Kamis, 22 Februari 2018 - 20:30 WIB

Hati-hati! Jangan Sampai Ada yang Numpang Tenar karena Kepulangan Novel
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini
Smartphone Kena Air Hujan? Begini Caranya