Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
Tersangka Kembalikan Kerugian Rp130 Juta
Selasa, 10 Oktober 2017 - 10:23 WIB > Dibaca 1398 kali Print | Komentar
Tersangka Kembalikan Kerugian Rp130 Juta
KOTA (RIAUPOS.CO) - Salah satu dari empat tersangka dugaan korupsi penerangan jalan Kota Pekanbaru mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp130 juta. Uang ini diserahkan kepada penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Sementara itu, Kejati kembali menjadwalkan pemeriksaan ke­empat tersangka hari ini, Selasa (10/10). Pada panggilan pertama, Selasa (3/10) keempat tersangka tidak hadir untuk pemeriksaan. Dalam pada itu, penyidik kini juga sudah menetapkan satu tersangka lagi yang masih dirahasiakan namanya.

Adanya pengembalian kerugian negara yang timbul dalam pelaksanaan proyek ini diungkapkan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau Sugeng Riyanta kepada Riau Pos, Senin (9/10). Meski begitu dia tak menyebutkan tersangka mana yang sudah melakukan pengembalian uang kerugian tersebut.

‘’Untuk perkara lampu, hari ini (kemarin, red) ada pengembalian uang Rp130 juta dari salah satu tersangka,’’ kata Sugeng singkat.

Dalam kasus dugaan korupsi penerangan jalan ini, penyidik Kejati Riau awalnya menetapkan empat orang tersangka. Mereka adalah Masdauri, seorang  Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Dia juga merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus PPK dan salah satu Kepala Bidang di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru, instansi tempat pengadaan ini dilaksanakan. Selain dirinya, turut menjadi tersangka adalah tiga orang dari swasta yakni, Majid, ABD, dan MHR. Inisial terakhir berdasarkan identitas diketahui penyidik merupakan penggiat lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Sugeng mengatakan, terhadap para tersangka sudah dilakukan pemanggilan kedua untuk diperiksa dalam status tersangka. ‘’Besok (hari ini, red) pemeriksaan empat orang tersangka,’’ imbuhnya. Jika para tersangka pada panggilan kedua ini masih juga mangkir, biasanya akan dikeluarkan surat perintah membawa paksa terhadap mereka untuk diperiksa.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT KASUS E-KTP
Ada Politik "Belah Bambu" dalam Kasus Novanto, Ini Penjelasan Pengacara
Minggu, 16 Desember 2017 - 21:00 wib
TAHU ALIRAN DANA
Gawat, Status Tersangka e-KTP Mengancam Nyawa Setya Novanto
Minggu, 16 Desember 2017 - 20:30 wib
BANYAK PIHAK TERLIBAT
Bongkar Korupsi e-KTP, Setnov Didoakan Dapat Hidayah
Minggu, 16 Desember 2017 - 20:00 wib
TERJADI DI TIGA PROVINSI DI JAWA
Pantau Gempa Tanpa Tidur, Jokowi Bersyukur Tak Ada Tsunami
Minggu, 16 Desember 2017 - 19:30 wib
DIGELAR BESOK
Aksi Bela Palestina, Polisi Terjunkan Pasukan Asmaul Husna
Minggu, 16 Desember 2017 - 19:00 wib
DILAKUKAN LEWAT FACEBOOK
Hukuman 6 Tahun Bui Mulai Mengancam Dokter yang Hina Jokowi
Minggu, 16 Desember 2017 - 18:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Novanto Diminta "Bernyanyi" agar Tak Sendirian di Penjara
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:50 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Setnov Jadi Tersangka, Golkar Sengaja Dijatuhkan di Pilpres 2019?
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:40 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Wow, Setya Novanto Dianggap Seorang Negarawan, Ini Alasannya
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:30 wib
TERMASUK FASILITAS UMUM
Dahsyatnya Gempa Tasikmalaya hingga Robohkan 23 Rumah
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Ada Politik "Belah Bambu" dalam Kasus Novanto, Ini Penjelasan Pengacara
Gawat, Status Tersangka e-KTP Mengancam Nyawa Setya Novanto
Hukuman 6 Tahun Bui Mulai Mengancam Dokter yang Hina Jokowi
Novanto Diminta "Bernyanyi" agar Tak Sendirian di Penjara
Wow, Setya Novanto Dianggap Seorang Negarawan, Ini Alasannya
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini