Wonderful Indonesia
DR Ir H Tengku Edi Sabli MSi, Ketua Prodi Agronomi S2 Pasca Sarjana UIR
Organik Masa Depan Dunia Pertanian
Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:49 WIB > Dibaca 3598 kali Print | Komentar
Organik Masa Depan Dunia Pertanian
Berita Terkait

Harus Dimulai dari Sekarang

Baja Sahabat Alam

Pembuatan Pupuk Organik Wajib Dibina



Dunia pertanian memang tidak bisa lepas dari yang namanya pupuk. Penggunaan pupuk khususnya pupuk kimia yang berlebih sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan lingkungannya. Karenanya saat ini tengah digalakkan pertanian organik dengan memanfaatkan beragam macam tanaman, kotoran hewan dan sisa-sisa sayuran rumah tangga untuk dijadikan pupuk organik. Masa depan pupuk organik sangat besar seiring dengan sadarnya masyarakat akan arti penting kesehatan.

Kungkungan petani terhadap penggunaan pupuk kimia ke depannya harus dibatasi atau bahkan sebaiknya ditiadakan sama sekali. Persoalan pencemaran lingkungan yang berdampak pada kesehatan masyarakat menjadi penyebab mengapa penggunaan pupuk kimia harus dibatasi.

Penggunaan pupuk organik yang bersahabat dengan alam dan tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan harus senantiasa di galakkan. Masa depan dunia pertanian dengan memanfaatkan pupuk organik terbuka lebar, terlebih di dunia internasional, hasil produk pertanian yang menggunakan pupuk kimia saat ini tidak begitu digemari masyarakat.

‘’Masa depan dunia pertanian ada di pupuk organik. Selama ini memang masyarakat petani memang susah menghindari penggunaan pupuk kimia, akan tetapi kedepan penggunaan pupuk kimia harus dikurangi dan kalau memang mungkinkan ditiadakan sama sekali. Manfaatkan pupuk alam yang tersedia cukup banyak di sekitar kita atau tempat kita bermukim,’’ ujar Ketua Prodi Agronomi S2 Pasca Sarjana Universitas Islam Riau (UIR), DR H Tengku Edi Sabli MSi menjawab Riau Pos.

Karenanya, kalau melihat tren terjadinya pencemaran terhadap lingkungan kalangan akademisi pertanian selalu menganjurkan kepada para petani untuk lebih menggunakan pupuk organic, karena dengan menggunakan pupuk organik terjadinya pencemaran terhadap lingkungan bisa dihindari, sehingga kesehatan masyarakat khususnya petani lebih terjamin.

Satu hal yang lebih penting, unsure-unsur yang terkandung dalam pupuk organik itu tidak kalah dengan unsure-unsur yang terkandung dalam pupuk kimia, dan yang lebih dari pupuk organik ini dia tidak meninggalkan residu terhadap tanaman, sehingga tanaman lebih baik dan ketika dikonsumsi tidak mengganggu kesehatan.

‘’Kami  akademis yang bergelut dibidang pertanian sangat menganjurkan kembali kepada pertanian organik. Selain bisa menghindari pencemaran, kualitas pupuk organik ini tidak kalah dari pupuk kimia. Dari sisi unsura hara yang dikandung sama atau tidak jauh beda dan yang lebih utama lagi pupuk organik ini  lebih bersahabat dengan alam tidak mencemari,’’ tuturnya.

Saat ini, lanjutnya pihaknya menggalakkan kepada mahasiswa untuk menggunakan pupuk organik dalam setiap penelitiannya. ‘’Sangat banyak sekali pupuk organik, semuanya ada di lingkungan kita atau dalam rumah tangga, katakanlah air cucian beras, cucian ikan dan limbah peternakan berupa kotoran hewan,’’ ujarnya.

Memang, tambahnya dengan menggunakan kotoran hewan itu menimbulkan bau yang kurang sedap, namun dengan teknologi yang ada saat ini bau itu bisa dihilangkan sama sekali. Pupuk kandang itu bisa dijadikan bokasi dengan mencampurkannya dengan pupuk organik cair (POC) EM4. ‘’Dengan mencampurkan EM4 itu, bau dari kotoran hewan itu bisa hilang sama sekali,’’ tuturnya.(fiz)  


Laporan GEMA SETARA, Pekanbaru
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT KASUS E-KTP
Jika Setnov Besok Jadi Terdakwa, Ini Langkah Golkar
Selasa, 12 Desember 2017 - 21:00 wib
TERKAIT KECELAKAAN SETNOV
Simak! Ini Penjelasan KPK soal Pemanggilan Eks Wartawan Metro TV
Selasa, 12 Desember 2017 - 20:30 wib
TERKAIT PERGANTIAN KETUA DPR
Kekompakan Fraksi Golkar Rusak karena Aziz Syamsuddin
Selasa, 12 Desember 2017 - 20:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Sidang Novanto Disiarkan Langsung, Begini Tanggapan KPK
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:50 wib
TERJADI DALAM SEBUAH PERTEMPURAN
Hanya Beredar di Medsos, Kapolri Bantah Informasi Tewasnya Bahrun Naim
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:40 wib
PERKETAT RUANG GERAK TERORIS
Segera Dibawa ke Indonesia, Ini Kata Kapolri soal Pelaku Bom Panci di Malaysia
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:20 wib
DIAJUKAN PKS
Usai Reses, Surat Pencopotan Fahri Hamzah Diproses DPR
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:10 wib
PANDANGAN PKS
Ketika Program “Ekonomi Meroket” Jokowi Masih "Jauh Panggang dari Api"
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:00 wib
MASIH PUNCAKI HASIL SURVEI
Pesaing Utama Jokowi di Pilpres 2019 Bukan Prabowo, melainkan...
Selasa, 12 Desember 2017 - 18:30 wib
TANGGAPI SIKAP ANGGOTA FRAKSI
Aziz Syamsuddin Ditolak Jadi Ketua DPR, Mahyudin: Dia Dizalimi!
Selasa, 12 Desember 2017 - 18:05 wib
Cari Berita
Liputan Khusus Terbaru
Harus Dimulai dari Sekarang

Minggu, 01 Oktober 2017 - 13:54 WIB

Baja Sahabat Alam

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:40 WIB

Terganjal karena Kepentingan?

Minggu, 24 September 2017 - 11:22 WIB

 Tidak Ada Intimidasi

Minggu, 24 September 2017 - 11:18 WIB

 Ikuti Semua Aturan

Minggu, 24 September 2017 - 11:16 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us