Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DIDUGA BERKONTEN PORNOGRAFI
Cari Bukti Perdagangan Orang, Polisi Datangi Rumah Pemilik Situs Nikahsirri.com
Selasa, 26 September 2017 - 17:00 WIB > Dibaca 278 kali Print | Komentar
Cari Bukti Perdagangan Orang, Polisi Datangi Rumah Pemilik Situs Nikahsirri.com
Pengelola situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus situs kontroversial nikahsirri.com terus didalami pihak kepolisian. Untuk mencari bukti penguat, polisi datang ke kediaman tersangka Aris Wahyudi, sang pengelola situs tersebut.

Sebab, diketahui bahwa dalam situs tersebut Aris menawarkan perawan sehingga diduga mengandung konten pornografi. Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, saat ini penyidik tengah menelusuri siapa saja yang menjadi klien dan mitra dari situs nikahsirri.com.

"Penyidik sedang mempelajari siapa saja yang menjadi klien dan mitra di situs itu," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Guna mencari bukti lain proses penyidikan, pihak kepolisian akan mendatangi rumah CEO nikahsirri.com Aris Wahyudi yang terletak di Jalan Manggis, Komplek TNI AU, Ankasa Puri, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.

"Kami akan menyidik di Bekasi, sekarang ini sedang diidentifikasi. Kami belum dapatkan hasilnya," tuturnya.

Diterangkannya, hal itu dilakukan, untuk menidaklanjuti apakah ada klien atau mitra yang masih di bawah umur. Sebab, batas minimal umur kline dan mitra situs nikahsirri.com berumur 14 tahun.

"Mencari apakah ada anak dibawah umur, ini proses penyudikan lebih mendalam," jelasnya.

Di samping itu, penyidik juga menelusuri adanya unsur perdagangan wanita pada lelang perawan dan nikah siri tersebut.

"Sehingga kami bisa tahu persis tersangka ini ada perdagangan wanita entah apa. Sekarang kami sedang bekerja," tandasnya.

Polisi telah meringkus pemilik situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi pada Ahad (24/9/2017) dinihari. Itu karena situs jasa lelang perawan dan nikah siri tersebut mendapat kecaman dari elemen masyarakat dan pemerintah.

Akibat perbuatannya, Aris dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 27 Ayat (1) Jo Pasal 45 Ayat (1) UU Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda Rp1 miliar. (cr5)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DUKUNGAN UNTUK EKOSISTEM DIGITAL YANG POSITIF
Family Protect, Layanan Internet Aman dari Telkomsel
Selasa, 16 Oktober 2017 - 17:45 wib

Menghadirkan Busana Muslimah Berfashion
Selasa, 16 Oktober 2017 - 15:48 wib
PEKANBARU CLEAN
Desain Indah, Agar Warga Cintai Lingkungan
Selasa, 16 Oktober 2017 - 15:32 wib

Mesin Sensor Internet Rp194 M
Selasa, 16 Oktober 2017 - 13:30 wib

Dinilai Tidak Akan Efektif
Selasa, 16 Oktober 2017 - 13:07 wib

Urban View + Yoga = Positive Vibes
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:30 wib
Kabupaten Rokan Hilir
Bupati Apresiasi Peran Mahasiswa
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:21 wib

Benturan Keras, Kiper Persela Meninggal
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:12 wib
Pekanbaru, riau
MAN 2 Pekanbaru Juara Olimpiade Science
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:10 wib
Pekanbaru, riau
BEI Riau Ajak Menabung Saham
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:08 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Bantu Ungkap Kejahatan, Registrasi Kartu Berbasis NIK Tuai Dukungan Polri
Densus Tipikor Ternyata Tak Miliki Kewenangan Baru

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 17:10 WIB

Pemerintah Disarakan Ambil Alih Mekanisme Ganti Rugi Korban First Travel
Nurhasyim Merasa Tak Punya Musuh

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 11:14 WIB

Densus Tipikor Disarankan Boleh Menyadap seperti KPK

Jumat, 13 Oktober 2017 - 21:00 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini