Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SULIT DIAKSES
KPK Bantah Tudingan Kubu Setnov soal SOP Penyidikan
Selasa, 26 September 2017 - 16:30 WIB > Dibaca 346 kali Print | Komentar
KPK Bantah Tudingan Kubu Setnov soal SOP Penyidikan
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) terhadap KPK pada 2009-2011 menjadi alat bukti yang digunakan kubu Setya Novanto di sidang praperadilan.

Mereka menggunakan langkah itu karena merasa sulit untuk mendapatkan akses informasi terkait standar operasional prosedur (SOP) penyidikan KPK yang baru. Akan tetapi, menurut Kepala Biro Hukum KPK Setiadi, proses penyidikan memang tidak serta merta bisa diakses publik.

"Penyidikan salah satu yang dikecualikan dari kebebasan informasi publik. Apalagi dalam proses penyidikan," katanya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/9/2017).

Meski begitu, dia menerangkan bahwa dalam rapat dengar pendapat (RDP) KPK dengan Komisi III DPR beberapa waktu lalu, pihaknya telah menyerahkan SOP yang baru tersebut.

"Kami sudah serahkan sepenuhnya SOP yang 2015," ucapnya.

Di sisi lain, tim kuasa hukum Novanto malah menggunakan SOP KPK tahun 2008 yang tentunya banyak perbedaan dengan SOP yang baru.

"Kalau itu digunakan sebagai dalil mereka nanti tinggal kami koreksi atau kami tanggapi dalam kesimpulan," ujar Setiadi.

Sejatinya, LHP BPK terhadap KPK tahun 2009-2011 pernah digunakan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poenomo saat melawan KPK dalam sidang praperadilan 2015 silam.

Hadi sendiri disangkakan korupsi terkait penerimaan seluruh permohonan keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) Pajak Penghasilan Badan PT BCA Tbk tahun pajak 1999. Itu ketika dirinya masih menjabat sebagai Dirjen Pajak tahun 2002-2004. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SEJAK NOVEMBER 2017
Menunggak, PLN Putus Penerangan Jalan Umum Rohil
Selasa, 12 Desember 2017 - 21:53 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Jika Setnov Besok Jadi Terdakwa, Ini Langkah Golkar
Selasa, 12 Desember 2017 - 21:00 wib
TERKAIT KECELAKAAN SETNOV
Simak! Ini Penjelasan KPK soal Pemanggilan Eks Wartawan Metro TV
Selasa, 12 Desember 2017 - 20:30 wib
TERKAIT PERGANTIAN KETUA DPR
Kekompakan Fraksi Golkar Rusak karena Aziz Syamsuddin
Selasa, 12 Desember 2017 - 20:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Sidang Novanto Disiarkan Langsung, Begini Tanggapan KPK
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:50 wib
DUGAAN UJARAN KEBENCIAN
Terkait Kasus Victor Laiskodat, Polri Minta MKD Segera Bersikap
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:30 wib
PERKETAT RUANG GERAK TERORIS
Segera Dibawa ke Indonesia, Ini Kata Kapolri soal Pelaku Bom Panci di Malaysia
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:20 wib
DIAJUKAN PKS
Usai Reses, Surat Pencopotan Fahri Hamzah Diproses DPR
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:10 wib
PANDANGAN PKS
Ketika Program “Ekonomi Meroket” Jokowi Masih "Jauh Panggang dari Api"
Selasa, 12 Desember 2017 - 19:00 wib
MASIH PUNCAKI HASIL SURVEI
Pesaing Utama Jokowi di Pilpres 2019 Bukan Prabowo, melainkan...
Selasa, 12 Desember 2017 - 18:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Jika Setnov Besok Jadi Terdakwa, Ini Langkah Golkar

Selasa, 12 Desember 2017 - 21:00 WIB

Simak! Ini Penjelasan KPK soal Pemanggilan Eks Wartawan Metro TV
Sidang Novanto Disiarkan Langsung, Begini Tanggapan KPK

Selasa, 12 Desember 2017 - 19:50 WIB

Hanya Beredar di Medsos, Kapolri Bantah Informasi Tewasnya Bahrun Naim
Terkait Kasus Victor Laiskodat, Polri Minta MKD Segera Bersikap
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us