Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SULIT DIAKSES
KPK Bantah Tudingan Kubu Setnov soal SOP Penyidikan
Selasa, 26 September 2017 - 16:30 WIB > Dibaca 390 kali Print | Komentar
KPK Bantah Tudingan Kubu Setnov soal SOP Penyidikan
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) terhadap KPK pada 2009-2011 menjadi alat bukti yang digunakan kubu Setya Novanto di sidang praperadilan.

Mereka menggunakan langkah itu karena merasa sulit untuk mendapatkan akses informasi terkait standar operasional prosedur (SOP) penyidikan KPK yang baru. Akan tetapi, menurut Kepala Biro Hukum KPK Setiadi, proses penyidikan memang tidak serta merta bisa diakses publik.

"Penyidikan salah satu yang dikecualikan dari kebebasan informasi publik. Apalagi dalam proses penyidikan," katanya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/9/2017).

Meski begitu, dia menerangkan bahwa dalam rapat dengar pendapat (RDP) KPK dengan Komisi III DPR beberapa waktu lalu, pihaknya telah menyerahkan SOP yang baru tersebut.

"Kami sudah serahkan sepenuhnya SOP yang 2015," ucapnya.

Di sisi lain, tim kuasa hukum Novanto malah menggunakan SOP KPK tahun 2008 yang tentunya banyak perbedaan dengan SOP yang baru.

"Kalau itu digunakan sebagai dalil mereka nanti tinggal kami koreksi atau kami tanggapi dalam kesimpulan," ujar Setiadi.

Sejatinya, LHP BPK terhadap KPK tahun 2009-2011 pernah digunakan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poenomo saat melawan KPK dalam sidang praperadilan 2015 silam.

Hadi sendiri disangkakan korupsi terkait penerimaan seluruh permohonan keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) Pajak Penghasilan Badan PT BCA Tbk tahun pajak 1999. Itu ketika dirinya masih menjabat sebagai Dirjen Pajak tahun 2002-2004. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PASCA-PENGUNGKAPAN 1 TON SABU
Geram! Buwas Ingin Para Bandar Narkoba Jadi Makanan Hiu
Selasa, 20 Februari 2018 - 21:00 wib

Pemenang Pesta Blanja Poin Telkomsel Periode 4 Diumumkan
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:35 wib
SEMPAT MENUAI POLEMIK
Pati Polri Dipastikan Tak Akan Jadi Pj Gubernur, Ini Penjelasan Wiranto
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:30 wib
TANGGAPI "NYANYIAN" NAZARUDDIN
Sejak 2007, Fahri Hamzah Ternyata Sudah Dibidik dalam Perkara Korupsi
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:20 wib
PASCA-PIALA PRESIDEN
Simak! Ini Klafirikasi Pria yang Dituduh Curi Medali Bambang Pamungkas
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:15 wib
23-25 FEBRUARI DI BALI
Gelar Rakernas Tertutup, PDIP Tentukan Capres-Cawapres
Selasa, 20 Februari 2018 - 20:00 wib
HASIL PENELITIAN INDEF
Penyerapan Tenaga Kerja di Era Jokowi-JK Rendah, Begini Komentar DPR
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:50 wib
PRETASI TERBESAR DALAM SEJARAH
Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai 2 Triliun, Buwas: Kualitas Nomor Satu
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:40 wib
TIBA 21 FEBRUARI BESOK
Tegas! Begini Pesan Amien Rais untuk Pemerintah Terkait Kepulangan Rizieq
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:30 wib
BESOK TIBA DI TANAH AIR
Wiranto Lebih Tertarik Bicara Pilkada ketimbang Kepulangan Habib Rizieq
Selasa, 20 Februari 2018 - 19:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Geram! Buwas Ingin Para Bandar Narkoba Jadi Makanan Hiu

Selasa, 20 Februari 2018 - 21:00 WIB

Sejak 2007, Fahri Hamzah Ternyata Sudah Dibidik dalam Perkara Korupsi
Wow! 400 Advokat Dukung Pengacara Novanto Hadapi SBY

Selasa, 20 Februari 2018 - 20:10 WIB

Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai 2 Triliun, Buwas: Kualitas Nomor Satu
Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia? Kata Polisi...

Selasa, 20 Februari 2018 - 18:50 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us