Wonderful Indonesia
Myanmar Bersalah atas Genosida Rohingya
Minggu, 24 September 2017 - 14:13 WIB > Dibaca 2292 kali Print | Komentar
Myanmar Bersalah atas Genosida Rohingya
PERDANA: Sidang perdana Permanent Peoples’ Tribunal (PPT) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Berita Terkait



KUALA LUMPUR (RIAUPOS.CO) - Myanmar bersalah melakukan genosida terhadap warga Rohingya. Itu adalah keputusan yang diumumkan Permanent Peoples’ Tribunal (PPT) di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (22/9) lalu. Lembaga yang beranggota 66 negara itu akan menyerahkan rekomendasi mengenai kasus Myanmar ke PBB dan ASEAN.

PPT merupakan lembaga independen yang berisi pakar hukum dari berbagai negara. Berdiri pada 24 Juni 1979, mereka membahas pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Khusus kasus Myanmar, ada tujuh hakim yang terlibat. Yakni, Daniel Feirstein dari Argentina, Nursyahbani Katjasungkana dari Indonesia, Shadi Sadr dari Iran, Gill H. Boehringer dari Australia, Nello Rossi dari Italia, Helen Jarvis dari Kamboja dan Australia, serta Zulaiha Ismail dari Malaysia.

Mereka melakukan proses dengar pendapat selama lima hari di Fakultas Hukum University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Setelah melihat bukti-bukti, mendengarkan kesaksian dari para pakar, dokumentasi, dan juga pernyataan dari sekitar 200 korban, panel hakim sepakat menyatakan bahwa negara yang dipimpin Presiden Htin Kyaw itu bersalah.

Para hakim juga membuat 17 rekomendasi. Di antaranya, pemerintah Myanmar harus menghentikan kekerasan terhadap minoritas muslim serta mengamandemen konstitusi.

Mereka juga menyarankan agar undang-undang yang diskriminatif dihapuskan. ’’(Myanmar) harus menjamin kebebasan akses dan visa bagi tim pencari fakta PBB untuk menyelidiki kekejian terhadap Rohingya, Kachin, dan kelompok lain di Myanmar,’’ ujar Gill H. Boehringer saat membacakan putusan.

Kachin adalah negara bagian yang berbatasan dengan Tiongkok. Konflik di Kachin juga telah berlangsung bertahun-tahun. Dia menambahkan, komunitas internasional harus membantu negara-negara jujukan pengungsi seperti Bangladesh dan Malaysia.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
IKUTI JEJAK TONTOWI/LILIYANA
Dubai World Superseries Finals 2017, Marcus/Kevin Tembus Semifinal
Sabtu, 15 Desember 2017 - 21:00 wib
AKIBAT KETIADAAN BLANGKO
Ikut Soroti Kasus Novanto, Giring Nidji Ternyata Jadi Korban e-KTP
Sabtu, 15 Desember 2017 - 20:30 wib
GUGATAN DITOLAK
Kontroversial, Ini Tanggapan Fadli Zon soal Putusan MK Terkait LGBT
Sabtu, 15 Desember 2017 - 20:00 wib
DIGELAR MUI
Aksi Bela Palestina Akan Diramaikan Ribuan Alumni 212
Sabtu, 15 Desember 2017 - 19:30 wib
DITENTUKAN SETELAH MUNASLUB
Nama-nama Elite Golkar Ini Dinilai Pantas Jadi Ketua Parlemen
Sabtu, 15 Desember 2017 - 19:00 wib
DIJADIKAN IBUKOTA ISRAEL
Ditulis Orang yang Sama, Ini Penjelasan KPAI soal Buku Sebut Yerusalem
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:30 wib
SAAT RAPAT BAMUS DPR
PKS Kirim Surat soal Penarikan Fahri, Fadli Zon Bilang Begini
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:15 wib

Ratusan Ribu Hektre Sawit Di-Replanting
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:03 wib
JELANG MUNASLUB
Pengukuhan Airlangga sebagai Ketum Golkar Bakal Dihadiri Jokowi
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:00 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Minta Uni Eropa dan Negara Lain

Jumat, 15 Desember 2017 - 10:41 WIB

Anggota DPD AM Fatwa Tutup Usia

Jumat, 15 Desember 2017 - 10:35 WIB

Kencan Buta untuk Lansia

Jumat, 15 Desember 2017 - 10:30 WIB

Kekerasan di Myanmar, 6.700 Orang Rohingya Dilaporkan Tewas
Raja Salman dan Sejumlah Kepala Negara Ini Tak Hadiri KTT OKI
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini