Wonderful Indonesia
Perjuangan Partito Berdakwah di Pedalaman Mentawai
Terjungkal ke Laut, Diminta Tausiyah di Gereja
Jumat, 22 September 2017 - 11:46 WIB > Dibaca 2202 kali Print | Komentar
Terjungkal ke Laut, Diminta Tausiyah di Gereja
TAUSIAH: Partito menyampaikan tausiah di salah satu masjid di Pedalaman Mentawai, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu.
Berita Terkait

Mentawai Kembali Diguncang Gempa, Ini Kata BMKG soal Potensi Tsunami



Menjadi pendakwah di daerah pedalaman bukanlah perkara yang mudah. Apalagi di tengah masyarakat yang mayoritas non-muslim. Banyak rintangan yang harus dihadapi. Selain budaya masyarakat, akses yang tak mudah menjadi hambatan dalam menyiarkan agama Islam. Namun hal tersebut bukan halangan bagi Partito.

PADANG (RIAUPOS.CO) - MENGGELUTI dunia dakwah dan membawa misi menyebarkan Islam di daerah pedalaman  Mentawai sudah dilakoni Portito sejak 9 tahun lalu. Pria asli Solok itu, memilih berdakwah di daerah pedalaman dengan alasan panggilan jiwa. Salah satu tempat yang dipilihnya adalah Kepulauan Mentawai, tepatnya di Sagulubbek, Kecamatan Siberut Barat Daya. Ini merupakan daerah terluar Indonesia dan langsung berhadapan dengan Samudera Indonesia.

Portito menuturkan, pada tahun 2009, ia diutus ke Mentawai untuk menegakkan ajaran Islam. Sekitar enam tahun, ia habiskan di daerah pedalaman yang masyarakatnya baru mengenal pakaian dan masih memakai kabit atau koteka (pakaian khas daerah Mentawai).

Memutuskan berdakwah di Bumi Sikerei bukanlah hal yang mudah. Karena Pulau Mentawai merupakan pusat gempa yang sewaktu-waktu dapat terjadi tsunami. Namun, akhir 2008, ia putuskan untuk menetap di pulau tersebut dan mulai mengenal kebudayaan dan masyarakatnya.  

Tak terbilang kendala yang dialaminya ketika berdakwah di daerah itu. Mulai dari terapung di tengah laut, terjun di tengah laut dari speed boat yang ditumpanginya karena dihantam ombak, terjungkal ke laut hingga penolakan secara tidak langsung dari masyarakat yang tidak menginginkan kehadirannya.

‘’Pernah suatu ketika, ada orang murtad yang ketika mendengar azan selalu mengeraskan volume radionya. Sehingga suara keras radio itu  menandingi suara azan. Tapi tiba-tiba saja, radionya masuk pasir dan tidak bisa lagi menandingi suara azan. Mungkin itu lah cara Allah menunjukkan kekuasaannya,’’ ujar Partito via WhatsApp kepada Padang Ekspres (Riau Pos Group, red), Rabu (20/9).  

Menurutnya, berdakwah di Mentawai tidak semudah membalikan telapak tangan. Ia harus berpandai-pandai, karena masyarakat di pulau itu sangat sensitif. Partito harus mempelajari karakteristik masyarakat. Bapak satu anak ini tidak pernah menyentuh adat istiadat, sebelum mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
RESMI JADI KADER
Elektabilitas Prabowo Dibebankan kepada Ahmad Dhani? Ini Kata Gerindra
Kamis, 18 Oktober 2017 - 21:00 wib
REGISTRASI SIM CARD PRABAYAR
Unik, Kemenkominfo Gunakan Ibu "Pengabdi Setan" untuk Pemberitahuan
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:45 wib
TIMBULKAN PRO DAN KONTRA
Belum Bersikap, Mendagri Pelajari Teks Pidato Anies Singgung Pribumi
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:30 wib
JADI PERTIMBANGAN
Tolak Pembentukan Densus Antikorupsi, JK Diyakini Sudah Tanya Menteri
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:15 wib
PILIH LIBURAN KE LABUAN BAJO
Djarot Tak Hadir Sertijab, Pengamat: Kelihatan Panggung Aslinya
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:00 wib
HASIL SURVEI MEDIAN
Ternyata, Prabowo Jadi Pilihan Konstituen Parpol Pendukung Pemerintah
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:40 wib
BUTUH WAKTU 27 MENIT
Denmark Open, Tunggal Putra Indonesia Melaju ke Babak Kedua
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:30 wib
SIRATKAN KETIDAKSETUJUAN
Jusuf Kalla Dikritik Fahri Hamzah Terkait Densus Tipikor
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:20 wib
PERNAH IKUT KONVENSI DEMOKRAT
Mungkinkah Anies Berambisi Maju Pilpres 2019? Ini Kata Pengamat
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:10 wib
PANDANGAN PENGAMAT
Anies Berpeluang Diusung Tiga Partai Ini di Pilpres 2019
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:00 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
Cyber Patrol Pantau Status di Medsos

Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:34 WIB

271 Kasus Konflik Tanah di Sumbar Tak Tuntas

Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:33 WIB

Petugas BC dan Bareskrim Tangkap Empat Awak Kapal

Selasa, 17 Oktober 2017 - 11:24 WIB

Wisatawan Asing Sumbar Turun

Selasa, 17 Oktober 2017 - 11:19 WIB

Kepri Perlu Investasi Rp70 T

Kamis, 12 Oktober 2017 - 11:15 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini