Wonderful Indonesia
DIDUGA KARENA PENELANTARAN
Selidiki Kematian Bayi Debora, Menkes Langsung Bentuk Tim
Senin, 11 September 2017 - 16:30 WIB > Dibaca 1388 kali Print | Komentar
Selidiki Kematian Bayi Debora, Menkes Langsung Bentuk Tim
Tiara Debora, bayi mungil malang yang ditolak RS swasta karena perserta BPJS. (FACEBOOK)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus kematian bayi Debora yang meregang nyawa akibat diduga ditelantarkan Rumah Sakit Mitra Kalideres, Jakarta Barat akan diusut oleh jajaran Kementerian Kesehatan.

Hal itu sebagaimana dikatakan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Menurutnya, pihaknya sudah membentuk tim untuk menyambangi RS Mitra Kalideres dan melakukan pemeriksaan mulai hari ini, Senin (11/9/2017).

"Saya minta hari ini dari Dinkes DKI, Kemenkes, badan pengawas pergi ke rumah sakit," ujarnya saat ditemui di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan.

Pihaknya, kata dia lagi, harus mendengarkan keterangan dari RS Kalideres terkait penanganan bayi Deborah. Dia menilai, tidak adil jika hanya menerima keterangan dari salah satu pihak saja. Meski begitu, ditegaskannya bahwa pasien yang berada dalam keadaan gawat darurat harus diterima.

Kata dia lagi, RS bahkan berkewajiban untuk memberikan tindakan terhadap pasien itu.

"Secara regulasi setiap keadaan gawat darurat harus ditolong di rumah sakit. Tapi melihat dari apa yang di jawab rumah sakit mereka menolong dan kemudian kita harus tahu sampai sejauh mana keadaan penyakit anak tersebut, itu yang harus kita lihat," terangnya.

Dalam kondisi gawat darurat, imbuhnya, sudah ada Undang-undang yang mengatur rumah sakit harus menerima pasien. Bahkan, rumah sakit tidak boleh menolak pasien tersebut.

"Tidak bisa memperhitungkan dulu biaya atau anggaran. Tapi kalau kita baca lagi, ortu tersebut juga meminta, saya bisa mengerti kadang kita masuk, kita harus tanya berapa biaya nanti. Nah ini nanti kami konfirmasi, mana yang benar, mana yang tidak benar," paparnya.

Bayi Debora yang juga merupakan peserta BPJS Kesehatan sebelumnya diduga meregang nyawa setelah ditelantarkan di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat. Nyawa bayi empat bulan ini tak tertolong karena telat mendapat perawatan karena masalah uang muka atau down payment (DP). (Mg4)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
ACARA NGUNDUH MANTU PUTRI PRESIDEN RI
Telkom Group Antisipasi Lonjakan Trafik Telekomunikasi
Rabu, 22 November 2017 - 17:35 wib
KIRIM SURAT TULISAN TANGAN
Novanto Minta Tak Dicopot dari Ketua DPR, Begini Kata Ketua MKD
Rabu, 22 November 2017 - 17:30 wib
TERKAIT REVISI
UU Ormas Belum Miliki Nomor Registrasi, Komitmen Pemerintah Dipertanyakan
Rabu, 22 November 2017 - 17:15 wib
TERKAIT PENISTAAN AGAMA
Simak! Begini Kata MUI soal Penghentian Kasus Viktor Laiksodat
Rabu, 22 November 2017 - 17:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Keras! Natalius Pigai Sebut Jokowi Cuci Tangan dalam Kasus Setnov
Rabu, 22 November 2017 - 16:50 wib
PUBLIK MERESPONS NEGATIF
Setnov Tersangka e-KTP, Golkar: Hormati Proses Hukum
Rabu, 22 November 2017 - 16:30 wib
KESAKSIAN DOKTER RSKO
Sejak SMP, Ello Ternyata Sudah Kecanduan Ganja
Rabu, 22 November 2017 - 16:20 wib
HASIL PLENO DPP
GMPG Sebut Setya Novanto Kembali Menang atas Partai Golkar
Rabu, 22 November 2017 - 16:10 wib
KONTRAK TIDAK DIPERPANJANG
Tugas di Timnas U-19 Berakhir, Indra Sjafri: Selamat Berjuang
Rabu, 22 November 2017 - 16:00 wib
DUKUNG PENGUSUTAN
Setnov Ditahan, KPK Diminta Seret Nama Lain dalam Kasus e-KTP
Rabu, 22 November 2017 - 15:50 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
561 Warga Pekanbaru Terserang Penyakit DBD

Rabu, 22 November 2017 - 10:11 WIB

Mitos yang Berkembang dalam Tuberculosis

Selasa, 21 November 2017 - 10:32 WIB

Masyarakat LTD Diajak Hidup Sehat Semarak HKN

Senin, 20 November 2017 - 08:54 WIB

Wanita dan Diabetes pada Kehamilan

Minggu, 19 November 2017 - 12:51 WIB

Tahun Politik, Setya Novanto Diramalkan Kena Penyakit Berat Ini
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us