PUISI UNTUK ROHINGYA

Sastrawan Riau Bergerak

Kebudayaan | Minggu, 10 September 2017 - 00:02 WIB

Panyair Indonesia Terbitkan Buku Puisi Rohingya

Penyair di seluruh Indonesia juga melakukan hal serupa. Ratusan penyair yang tergabung dalam grup Ruang Sastra bersepakat mengumpulkan karya puisi tentang Rohingya. Siapapun penyairnya boleh mengirimkan puisi tentang Rohingnya, tapi tetap ada proses kurasi. Seluruh penyair, melalui rapat terbuka yang dilakukan di grup tersebut menunjuk Iyut Fitra (Sumbar) Hasan Aspahani (Jakarta) dan Soiawan Leak (Solo) sebagai kurator. Merekalah yang berhal menentukan puisi siapa yang layak dimuat dan puisi siapa yang tidak bisa dimuat.

Pengumuman tentang penerbitan buku puisi Rohingnya oleh penyair Indoensia ini juga diumumkan secara terbuka di banyak grup dan media social dengan syarat dan ketentuan yang sudah disepakati sebelumnya. Masing-masing penyair juga diminta untuk memberikan sumbangan lebih. Sumbangan ini selain untuk cetak buku juga boleh dilebihkan untuk bantuan yang ditujukan kepada muslim Rohingya. Bukunya juga akan dijual dan hasil penjualannya diserahkan untuk Rohingya.

Panitia kecil yang telah ditunjuk juga sudah mulai berkerja mengumpulkan karya dan dana sumbangan para penyair. Pemilihan panitia juga dilakukan secara demokrasi di Ruang sastra. ‘’Alhamdulillah saya dipercaya sebagai bendahara. Akan saya coba berkerja sebaik mungkin dalam mengumpulkan dana apalagi nantinya akan disumbangkan kepada muslim Rohingya,’’ ujar Willy Ana, bendahara.

Selain Wiily Ana ditunjuk sebagai koordinator dana, majelis Ruang Sastra juga menunjuk dua koordinator lainnya, yakni Deddy Tri Riyadi sebagai coordinator naskah dan Candra Malik sebagai koordinator terjemahan karena buku ini akan dicetak dengan dua bahasa; Inggris dan Indonesia. Sesuai dengan bidang masing-masing, tim sudah mulai berkerja, apalagi pengumpulan naskah hanya dilakukan hingga pertengahan September.
     
Mulai Bermunculan

Puisi-puisi tentang Rohingya mulai bermunculan di Ruang Sastra. Bermacam-macam rupa, gaya dan kisah yang terkandung di dalamnya. Antara lain, puisi Hasan Aspahani, Ramon Damora, Uten, Khairul Jasmi, Syarifuddin Arifin, Nanang Suryadi,  dan masih banyak lainnya. Sumbangan-sumbangan dana juga mulai bermunculan.

Tentu saja penyair-penyair Riau juga tergabung dalam penerbitan buku puisi Rohingya ini. Karena sebagian besar penyair Riau juga tergabung dana majelis Ruang Sastra. Di antaranya Mosthamir Thalib, Kazzaini Ks, A Aris Abeba, Yoserizal Zein, Kunni Masrohanti, Fakhrunnas MA Jabbar, Bambang Kariyawan, Husnu Abadi dan beberapa lainnya. Dipastikan para penyair ini juga akan mengirim puisi-puisinya tentang Rohingya.

‘’Kita sangat bangga dengan upaya yang dilakukan teman-teman sastrawan di Riau dan di Indonesia. Banyak gerakan sastra yang dilakukan beberapa waktu terakhir dan ini sangat menggairahkan kesusaseraan di Indoensia. Tidak hanya palaksanaan kegiatan, penguatan literasi ke sekolah-sekolah tapi juga penerbitan buku dan aksi social yang berkaitan dengan issu terkini. Semua tergerak dan bergerak cepat. Kasus Rohingya menjadi salah satu perhatian penting para penyair Indonesia,’’ ungkap Husnu Abadi pula.(fiz)

     
    






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook