Etnis Rohingya Difitnah sebelum Dibantai

Pekanbaru | Sabtu, 09 September 2017 - 12:25 WIB

Etnis Rohingya Difitnah sebelum Dibantai
AKSI SOLIDARITAS: Mahasiswa Universitas Riau menggelar aksi solidaritas untuk muslim Rohingya di depan kampus Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, Jumat (8/9/2017).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kisah etnis muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar adalah upaya bertahan hidup menghindari pembantaian. Mereka jadi sasaran fitnah dan kemudian dibantai oleh biksu Budha di Myanmar. Pembantaian tak memandang usia dan jenis kelamin. Di Pekanbaru ada dua pengungsi Rohingya. Yakni Muhammad Safiq (33) dan Muhammad Zomir (21). Keduanya tinggal di Wisma Fanel Kecamatan Rumbai. Keduanya sudah mendapatkan status refugee dari United Nation High Commisioner for Refugee (UNHCR) dan tinggal menunggu penempatan di negara penerima.

Di antara mereka berdua, Safiq yang lumayan fasih berbahasa Indonesia. Safiq bersama Zomir masuk ke Indonesia pada 5 Februari 2013 lalu, hampir setahun setelah pembantaian terjadi di Rakhine terhadap etnis Rohingya. Mereka ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado. Dua tahun kemudian, dia baru dipindahkan ke Pekanbaru. Tepatnya  25 Januari 2015.

Safiq menuturkan, di kampung halamannya tahun 2012 lalu etnis Rohingya dibantai dengan awalnya terlebih dahulu difitnah, bahwa ada perzinahan yang dilakukan orang muslim dengan Budha. Akibat fitnah itu, konflik etnis dan agama pecah. Sebagai minoritas, dia menyebut etnis Rohingya dibantai.

’’Semua hancur, semua dibantai. Anak-anak dan orangtua. Hanya Allah yang tahu berapa orang yang meninggal di sana,’’ katanya.

Masyarakat, kemudian me­ngungsi menghindari pembantaian. Mereka mengenang harus berjalan kaki ke Bangladesh selama tiga hari tiga malam.

“Dalam mengungsi, selama tiga pekan makan pun tidak tentu. Dari Bangladesh mereka ke Thailand dan naik kapal ke Malaysia,’’ tuturnya.





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com