Wonderful Indonesia
ANGGAP SETNOV SEMENA-MENA
Sebut Pemecatan Tak Sah, Doli Tegaskan Masih Bagian Golkar
Sabtu, 09 September 2017 - 00:30 WIB > Dibaca 978 kali Print | Komentar
Sebut Pemecatan Tak Sah, Doli Tegaskan Masih Bagian Golkar
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Situasi Partai Golkar saat ini dinilai tak kondusif, terutama sejak di bawah kepemimpinan Setya Novanto. Hal itu terlihat saat salah satu kadernya yang berbeda pandangan dipecat dari keanggotaan.

Menurut Politikus Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, pemecatan dirinya tidak sesuai prosedur. Karena itu, dia memandang sampai saat ini masih menjadi bagian dari partai berlogo pohon beringin tersebut.

"Pemecatan itu saya anggap cacat, dan tidak sesuai dengan prosedur," katanya saat dihubungi, Jumat (8/9/2017).

Diakuinya, dirinya merasa aneh kenapa dirinya diperlakukan semena-mena oleh Partai Golkar di bawah Setya Novanto. Padahal, selama ini, dia berjuang untuk memulihkan citra partai berlogo pohon beringin, untuk menjadi partai yang bersih dari korupsi.

"Padahal, saya ini berjuang supaya Partai Golkar ini bisa selamat," tuturnya.

Dijelaskannya, pihaknya juga tidak pernah menerima surat peringatan dari Partai Golkar. Tiba-tiba ia mendapatkan surat pemberitahuan bahwa telah dipecat dari keanggotaan partai. Karena itu, dia menilai pemecatan terhadap dirinya adalah cacat.

Sebab, kata dia lagi, hal itu tidak berdasarkan prosedur yang berlaku. Bahkan, imbuhnya, sangat terlihat jelas pemecatan dirinya keinginan Setya Novanto.

"Pertanyaanya apakah Partai Golkar ini yang punya Setya Novanto," tuntasnya.

Ahmad Doli Kurnia sebelumnya tergabung dalam Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG). Melalui GMPG, Doli terus berusaha menjatuhkan Setya Novanto dari kursi ketua umum. Langkahnya itu disebabkan Setya Novanto sudah menjadi tersangka, dalam kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Karena itu, dia memandang perlu penyelamatan Partai Golkar agar tidak terpuruk dalam menghadapi angenda-agenda politik ke depan. Seperti Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019 nanti. (cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Pesan Damai di Zebra Cross
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:16 wib

Doktor Sofia Achnes Lulusan PPs UR
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:14 wib
PT Agung Toyota Automall Berikan Paket Hoki

PT Agung Toyota Automall Berikan Paket Hoki
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:10 wib

Terbukti Pungli, Dua Personel Satpol PP Dipecat
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:07 wib

Asnidar Raih Mobil dari Telkomsel
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:03 wib
Kontrak Pengelolaan Migas
Pengaruhi Perekonomi Masyarakat
Kontrak Pengelolaan Migas
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:00 wib

Warga Binaan Rutan Rengat Cat Tugu Ikan Patin
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:00 wib

KNPI Pertanyakan Proses Penilaian Amdal Perusahaan
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:00 wib

Sejumlah Kasus Korupsi Berhasil Dibongkar
Sabtu, 24 Februari 2018 - 10:58 wib

Indomaret Berbagi untuk Korban Kebakaran
Sabtu, 24 Februari 2018 - 10:55 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Joko Widodo Sebut Siapa Nama yang Akan Dampingi Maju sebagai Capres
Kembali Diusung PDI Perjuangan Jadi Capres, Jokowi Bilang Begini
Pendukung Dua Tokoh di Pelalawan Ini Siap Menangkan Syamsuar
PDI Perjuangan Akhirnya Tetapkan Sosok Ini Jadi Calon Presiden
Soal Perppu MD3, Bamsoet Akui Sepakat dengan Jokowi, Ini Alasannya
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us