Wonderful Indonesia
ANGGAP SETNOV SEMENA-MENA
Sebut Pemecatan Tak Sah, Doli Tegaskan Masih Bagian Golkar
Sabtu, 09 September 2017 - 00:30 WIB > Dibaca 855 kali Print | Komentar
Sebut Pemecatan Tak Sah, Doli Tegaskan Masih Bagian Golkar
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Situasi Partai Golkar saat ini dinilai tak kondusif, terutama sejak di bawah kepemimpinan Setya Novanto. Hal itu terlihat saat salah satu kadernya yang berbeda pandangan dipecat dari keanggotaan.

Menurut Politikus Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, pemecatan dirinya tidak sesuai prosedur. Karena itu, dia memandang sampai saat ini masih menjadi bagian dari partai berlogo pohon beringin tersebut.

"Pemecatan itu saya anggap cacat, dan tidak sesuai dengan prosedur," katanya saat dihubungi, Jumat (8/9/2017).

Diakuinya, dirinya merasa aneh kenapa dirinya diperlakukan semena-mena oleh Partai Golkar di bawah Setya Novanto. Padahal, selama ini, dia berjuang untuk memulihkan citra partai berlogo pohon beringin, untuk menjadi partai yang bersih dari korupsi.

"Padahal, saya ini berjuang supaya Partai Golkar ini bisa selamat," tuturnya.

Dijelaskannya, pihaknya juga tidak pernah menerima surat peringatan dari Partai Golkar. Tiba-tiba ia mendapatkan surat pemberitahuan bahwa telah dipecat dari keanggotaan partai. Karena itu, dia menilai pemecatan terhadap dirinya adalah cacat.

Sebab, kata dia lagi, hal itu tidak berdasarkan prosedur yang berlaku. Bahkan, imbuhnya, sangat terlihat jelas pemecatan dirinya keinginan Setya Novanto.

"Pertanyaanya apakah Partai Golkar ini yang punya Setya Novanto," tuntasnya.

Ahmad Doli Kurnia sebelumnya tergabung dalam Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG). Melalui GMPG, Doli terus berusaha menjatuhkan Setya Novanto dari kursi ketua umum. Langkahnya itu disebabkan Setya Novanto sudah menjadi tersangka, dalam kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Karena itu, dia memandang perlu penyelamatan Partai Golkar agar tidak terpuruk dalam menghadapi angenda-agenda politik ke depan. Seperti Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019 nanti. (cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
ISTANA TANGGAPI PERNYATAAN FAHRI
Jokowi Memang Pernah Bertemu Setya Novanto, tapi...
Rabu, 21 November 2017 - 21:00 wib
USAI JADI TERSANGKA E-KTP
Ini Penjelasan Ketua MKD soal Pembatalan Rapat Pergantian Setnov
Rabu, 21 November 2017 - 20:50 wib
SUDAH INKRACHT DI PENGADILAN
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Rabu, 21 November 2017 - 20:40 wib
RESMI DIBERHENTIKAN PSSI
Berakhir Sudah Tugas Indra Indra Sjafri di Timnas U-19, Selanjutnya...
Rabu, 21 November 2017 - 20:30 wib
USAI SETNOV DITAHAN KPK
Kursi Ketua DPR Layak Diisi Enam Kader Golkar Ini
Rabu, 21 November 2017 - 20:20 wib
344 WARGA PENDATANG DIBEBASKAN
Bebaskan Sandera KKSB, Kekuatan TNI-Polri Jauh Lebih Besar
Rabu, 21 November 2017 - 20:00 wib
BANYAK KEJANGGALAN DALAM KASUS E-KTP
Minta Pansus Angket Investigasi, Fahri Hamzah Ancam Bubarkan KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:54 wib
DITAHAN TERKAIT KASUS E-KTP
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Rabu, 21 November 2017 - 19:48 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:42 wib
BANTU KPK
Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?
Rabu, 21 November 2017 - 19:36 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Ini Penjelasan Ketua MKD soal Pembatalan Rapat Pergantian Setnov
Kursi Ketua DPR Layak Diisi Enam Kader Golkar Ini

Selasa, 21 November 2017 - 20:20 WIB

Kader Ingin Pertahankan Setnov, Rapat Pleno Golkar Panas

Selasa, 21 November 2017 - 20:10 WIB

Minta Pansus Angket Investigasi, Fahri Hamzah Ancam Bubarkan KPK
Rapat MKD Bahas Nasib Setya Novanto Kemungkinan Dihadiri KPK
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini