Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT KASUS DUGAAN SUAP
Begini Kritik Pedas KY saat Hakim Kembali Terjerat OTT KPK
Jumat, 08 September 2017 - 18:00 WIB > Dibaca 488 kali Print | Komentar
Begini Kritik Pedas KY saat Hakim Kembali Terjerat OTT KPK
Panitera Pengganti PN Bengkulu Hendra Kurniawan, saat tiba di Gedung KPK Merah Putih, Kamis(7/9) sore. (DERY RIDWANSYAH/JAWAPOS.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tanggapan negatif kembali datang terhadap profesi hakim dan panitera setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali menangkap anggota mereka pada Kamis (7/9/2017) di Bengkulu.

Menurut Juru Bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi, adanya OTT itu lantaran sistem pembinaan dan pengawasan yang tidak berjalan di Mahamah Agung (MA). Sebab, sambungnya, pada 2016, dari catatan KY, ada 28 orang hakim, panitera dan pegawai lainnya yang terkena OTT KPK.

"Jadi, fakta itu menunjukkan bahwa ini bukan lagi oknum tapi sistem pembinaan MA yang tidak berjalan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (8/9/2017).

Karena itu, dia berharap MA dapat melakukan upaya bersih-bersih dan melakukan pembenahan internal. MA harus mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap hakim.

"Jadi, melakukan pembenahan, ini yang mesti dicari jalan ke luarnya," tuntasnya.

KPK sebelumnya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka terkait aksi OTT di Bengkulu dan Bogor, yakni hakim anggota Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu Dewi Suryana, panitera pengganti di PN Tipikor Bengkulu Hendra Kurniawan, dan seorang PNS bernama Syuhadatul Islamy.

Menurut Wakil Ketua KPK, usai dilakukan pemeriksaan 1x24 jam dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan janji atau hadiah. Dewi Suryana dan Hendra Kurniawan diduga menerima suap dari Syuhadatul‎.

Suap untuk Dewi dan Hendra itu diduga terkait dengan penanganan perkara nomor 16/Pid.Sus-TPK/2017 PN Bgl dengan terdakwa Wilson. Commitment fee untuk keduanya diduga Rp 125 juta. Sebagai pihak yang diduga penerima suap, DSU dan HKU disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c dan/atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Di sisi lain, sebagai pihak yang diduga sebagai pemberi suap, SI disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau b dan/atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎ (cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
RESMI JADI KADER
Elektabilitas Prabowo Dibebankan kepada Ahmad Dhani? Ini Kata Gerindra
Kamis, 18 Oktober 2017 - 21:00 wib
REGISTRASI SIM CARD PRABAYAR
Unik, Kemenkominfo Gunakan Ibu "Pengabdi Setan" untuk Pemberitahuan
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:45 wib
TIMBULKAN PRO DAN KONTRA
Belum Bersikap, Mendagri Pelajari Teks Pidato Anies Singgung Pribumi
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:30 wib
JADI PERTIMBANGAN
Tolak Pembentukan Densus Antikorupsi, JK Diyakini Sudah Tanya Menteri
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:15 wib
PILIH LIBURAN KE LABUAN BAJO
Djarot Tak Hadir Sertijab, Pengamat: Kelihatan Panggung Aslinya
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:00 wib
HASIL SURVEI MEDIAN
Ternyata, Prabowo Jadi Pilihan Konstituen Parpol Pendukung Pemerintah
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:40 wib
BUTUH WAKTU 27 MENIT
Denmark Open, Tunggal Putra Indonesia Melaju ke Babak Kedua
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:30 wib
SIRATKAN KETIDAKSETUJUAN
Jusuf Kalla Dikritik Fahri Hamzah Terkait Densus Tipikor
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:20 wib
PERNAH IKUT KONVENSI DEMOKRAT
Mungkinkah Anies Berambisi Maju Pilpres 2019? Ini Kata Pengamat
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:10 wib
PANDANGAN PENGAMAT
Anies Berpeluang Diusung Tiga Partai Ini di Pilpres 2019
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Laporan terhadap Anies Baswedan Masih Dikaji Mabes Polri
Dalam Sel, Dua Napi Perempuan Miliki Sabu

Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:53 WIB

Satu Anggota Saracen Segera Disidangkan

Rabu, 18 Oktober 2017 - 09:11 WIB

Ganti Rugi Jembatan Lubukjambi Belum Tuntas

Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:16 WIB

Deyu Minta Dikonfrontir dengan Nama-nama yang Disebutnya
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini