Wonderful Indonesia
Cegah Pikun Sedini Mungkin
Jumat, 08 September 2017 - 14:45 WIB > Dibaca 1248 kali Print | Komentar
Cegah Pikun Sedini Mungkin
dr Andre Lukas SpS
Berita Terkait

Cegah Pikun Sedini Mungkin



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PENYAKIT kepikunan ditandai dengan hilangnya ingatan atau kesulitan seseorang untuk memperoleh informasi yang sudah tersimpan di dalam otak. Meskipun kepikunan adalah bagian umum dari penuaan, kondisi ini juga dapat berupa sebuah gejala penyakit atau efek samping dari konsumsi obat-obatan atau suatu tindakan.

Penyakit pikun atau lebih dikenal dengan sebutan istilah medis demensia merupakan serangkaian gejala, yaitu kehilangan memori, kesulitan berpikir dan pemecahan masalah bahkan bahasa. Demensia terjadi ketika otak mengalami kerusakan karena penyakit, seperti penyakit Alzheimer atau pun serangkaian stroke.

‘’Ingatan dapat dipengaruhi oleh proses penuaan. Semakin tua seseorang, berbagai macam proses dan reaksi kimia terjadi pada beberapa organ vital, salah satunya adalah otak. Perubahan ini di sisi lain dapat mempengaruhi bagian pada otak yang bertanggung jawab dengan sistem saraf panca indera dan ingatan. Ini dapat menjelaskan bagaimana orang yang usianya lebih tua lebih sulit belajar hal yang baru atau mengingat informasi yang baru,’’ ujar Dokter Spesialis Saraf dr Andre Lukas SpS, Rabu (30/8).  

Penyakit demensia bisa dipengaruhi beberapa hal yakni gangguan neurologis degeneratif, seperti penyakit alzheimer, penyakit parkinson, penyakit huntington, dan beberapa jenis sklerosis multiple, gangguan pembuluh darah yang menyebabkan kematian beberapa sel otak dan menyebabkan demensia, cedera otak akibat kecelakaan kendaraan bermotor atau jatuh, infeksi sistem saraf pusat seperti meningitis, HIV, dan penyakit sapi gila, penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau alkohol dalam waktu lama, depresi, beberapa jenis hidrosefalus yang dapat diakibatkan oleh kelainan perkembangan, infeksi, cedera, atau tumor otak.

Dr Andre juga memaparkan, ada beberapa jenis demensia yakni demensia kortikal dan demensia subkortikal, tergantung pada bagian otak yang terkena. Demensia kortikal terjadi akibat adanya gangguan pada korteks serebral, yaitu lapisan terluar dari otak yang berperanan penting dalam kemampuan berpikir, termasuk daya ingat dan berbahasa.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Pipa PDAM Bocor di Jalan M Yatim
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:30 wib
PKL Kembali Menjamur di Jalan HR Soebrantas

PKL Kembali Menjamur di Jalan HR Soebrantas
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:28 wib

Satpol PP Enggan Turunkan APK
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:22 wib

LSPP-LKN Riau Lakukan Sertifikasi
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:21 wib

Pesan Damai di Zebra Cross
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:16 wib
PT Agung Toyota Automall Berikan Paket Hoki

PT Agung Toyota Automall Berikan Paket Hoki
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:10 wib

Terbukti Pungli, Dua Personel Satpol PP Dipecat
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:07 wib

Asnidar Raih Mobil dari Telkomsel
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:03 wib

Dinas Admindukcapil Bisa Perekaman KTP di Tempat
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:01 wib
Kontrak Pengelolaan Migas
Pengaruhi Perekonomi Masyarakat
Kontrak Pengelolaan Migas
Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:00 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Jaga Usia Produktif, Rutinlah MCU

Jumat, 23 Februari 2018 - 11:57 WIB

Saraf Kejepit Apakah Harus Di-MRI?

Jumat, 23 Februari 2018 - 11:05 WIB

Berikan Tips Rambut Hitam

Selasa, 20 Februari 2018 - 10:41 WIB

Olahraga Dapat Membantu Mental Anak Atasi Trauma

Minggu, 18 Februari 2018 - 12:26 WIB

Penggunaan Obat yang Aman pada Lanjut Usia

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:30 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us