Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT KASUS SUAP
Ini Tanggapan Patrialis Akbar usai Divonis 8 Tahun Penjara
Senin, 04 September 2017 - 19:07 WIB > Dibaca 398 kali Print | Komentar
Ini Tanggapan Patrialis Akbar usai Divonis 8 Tahun Penjara
Patrialis Akbar. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Tipikor menjatuhkan vonis 8 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan terhadap Patrialis Akbar.

Patrialis dianggap terbukti menerima suap dari importir daging Basuki Hariman, terkait uji materi undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang kesehatan hewan ternak. Adapun putusan itu dibacakan langsung oleh ketua majelis hakim Nawawi Pamolango. Atas putusan itu, Patrialis meminta waktu untuk berpikir apakah menerima atau mengajukan upaya hukum banding.

Demikian halnya dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Majelis pun memberikan waktu selama satu minggu kepada mereka. Patrialis meminta waktu untuk naik banding atau tidak karena dirinya tidak merasa bersalah dalam perkara itu.

"Di persidangan, saya sudah memberikan pembelaan sesuai dengan fakta persidangan. Saya juga mengatakan bahwa saya tidak bersalah," ujarnya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2017).

Diakui Patrialis, pembelaan dirinya di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor sudah maksimal. Namun, hakim berpendapat dirinya dinilai terbukti menerima suap dari bos impor daging Basuki Hariman dan stafnya NG Fenny, melalui Kamaludin sebesar US$ 10 ribu dan Rp4 juta.

"Saya tidak akan memberikan penilaian (vonis) karena ini otoritas hakim. Saya menyerahkan kepada Allah mana yang benar dan mana yang tidak," tutur mantan Hakim Majelis Konstitusi itu.

Hakim dalam amar putusannya itu menilai mantan politikus PAN itu melanggar Pasal 12 huruf c Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Diketahui, vonis majelis hakim terhadap mantan menteri Hukum dan HAM lebih ringan ketimbang tuntutan dari jaksa penuntut umum KPK. Dalam tuntutannya, jaksa menuntut Patrialis 12 tahun 6 bulan penjara denda Rp500 juta atau subsider 6 bulan kurungan penjara.  (elf)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DUKUNGAN UNTUK EKOSISTEM DIGITAL YANG POSITIF
Family Protect, Layanan Internet Aman dari Telkomsel
Selasa, 16 Oktober 2017 - 17:45 wib

Menghadirkan Busana Muslimah Berfashion
Selasa, 16 Oktober 2017 - 15:48 wib
PEKANBARU CLEAN
Desain Indah, Agar Warga Cintai Lingkungan
Selasa, 16 Oktober 2017 - 15:32 wib

Mesin Sensor Internet Rp194 M
Selasa, 16 Oktober 2017 - 13:30 wib

Dinilai Tidak Akan Efektif
Selasa, 16 Oktober 2017 - 13:07 wib

Urban View + Yoga = Positive Vibes
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:30 wib
Kabupaten Rokan Hilir
Bupati Apresiasi Peran Mahasiswa
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:21 wib

Benturan Keras, Kiper Persela Meninggal
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:12 wib
Pekanbaru, riau
MAN 2 Pekanbaru Juara Olimpiade Science
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:10 wib
Pekanbaru, riau
BEI Riau Ajak Menabung Saham
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:08 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Bantu Ungkap Kejahatan, Registrasi Kartu Berbasis NIK Tuai Dukungan Polri
Densus Tipikor Ternyata Tak Miliki Kewenangan Baru

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 17:10 WIB

Pemerintah Disarakan Ambil Alih Mekanisme Ganti Rugi Korban First Travel
Nurhasyim Merasa Tak Punya Musuh

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 11:14 WIB

Densus Tipikor Disarankan Boleh Menyadap seperti KPK

Jumat, 13 Oktober 2017 - 21:00 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini