Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
LEBIH RINGAN KETIMBANG TUNTUTAN JPU KPK
Patrialis Akbar Divonis 8 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap
Senin, 04 September 2017 - 17:55 WIB > Dibaca 523 kali Print | Komentar
Patrialis Akbar Divonis 8 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap
Patrialis Akbar. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Vonis terhadap terdakwa penerima suap Patrialis Akbar telah dibacakan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (4/9/2017).

Patrialis yang merupakan mantan hakim di Mahkamah Agung itu dalam amar putusan tersebut diketahui divonis 8 tahun penjara. Itu setelah dia dianggap terbukti menerima suap dari pengusaha importir daging sapi, Basuki Hariman, terkait uji materi Undang-undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Kesehatan Hewan Ternak.

"Menyatakan terdakwa Patrialis Akbar terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama dan berlanjut. Maka majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 8 tahun denda Rp 300 juta diganti 3 bulan kurungan," ucap Ketua Majelis Hakim Nawawi Pomolango, saat membacakan vonis, Senin (4/9/2017).

Diketahui, vonis itu lebih ringan ketimbang tuntutan dari jaksa penuntut umum KPK. Dalam tuntutannya, jaksa menuntut Patrialis 12 tahun 6 bulan penjara denda Rp500 juta atau subsider 6 bulan kurungan penjara. Dalam amar putusan itu, Patrialis dianggap terbukti secara sah menerima 10.000 USD dan Rp 4.043.195, yang dianggap dari tindak pidana suap.

Majelis hakim mempertimbangkan berbagai hal yang memberatkan dan hal yang meringankan bagi Patrialis dalam menjatuhkan putusan. Yang memberatkan, perbuatan Patrialis tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, dan mencederai lembaga Mahkamah Konstitusi.

Adapun yang meringankan, Patrialis bersikap sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, punya tanggungan. Jasanya sebagai menteri dan mendapat satya lencana juga menjadi pertimbangan majelis hakim yang meringankan vonis Patrialis.

"Pernah berjasa ke negara dapat satya lencana," terang hakim.

Tak hanya hukuman pidana, mantan menteri Hukum dan HAM itu juga dikenakan pidana tambahan dengan diwajibkan mengembalikan uang USD 10.000 dan Rp4.043.195. Namun, apabila Patrialis tidak bisa mengembalikan, maka dikenakan pidana selama satu bulan, setelah kasusnya berkekuatan hukum tetap.

Padahal, jaksa penuntut umum KPK menuntut satu tahun penjara jika tidak mampu mengembalikan. (elf)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
IKUTI JEJAK TONTOWI/LILIYANA
Dubai World Superseries Finals 2017, Marcus/Kevin Tembus Semifinal
Sabtu, 15 Desember 2017 - 21:00 wib
AKIBAT KETIADAAN BLANGKO
Ikut Soroti Kasus Novanto, Giring Nidji Ternyata Jadi Korban e-KTP
Sabtu, 15 Desember 2017 - 20:30 wib
GUGATAN DITOLAK
Kontroversial, Ini Tanggapan Fadli Zon soal Putusan MK Terkait LGBT
Sabtu, 15 Desember 2017 - 20:00 wib
DIGELAR MUI
Aksi Bela Palestina Akan Diramaikan Ribuan Alumni 212
Sabtu, 15 Desember 2017 - 19:30 wib
DITENTUKAN SETELAH MUNASLUB
Nama-nama Elite Golkar Ini Dinilai Pantas Jadi Ketua Parlemen
Sabtu, 15 Desember 2017 - 19:00 wib
DIJADIKAN IBUKOTA ISRAEL
Ditulis Orang yang Sama, Ini Penjelasan KPAI soal Buku Sebut Yerusalem
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:30 wib
SAAT RAPAT BAMUS DPR
PKS Kirim Surat soal Penarikan Fahri, Fadli Zon Bilang Begini
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:15 wib

Ratusan Ribu Hektre Sawit Di-Replanting
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:03 wib
JELANG MUNASLUB
Pengukuhan Airlangga sebagai Ketum Golkar Bakal Dihadiri Jokowi
Sabtu, 15 Desember 2017 - 18:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kasus Persekusi Ustaz Somad, FPI Sudah Buat Laporan

Jumat, 15 Desember 2017 - 17:40 WIB

Hukuman Penjara Seumur Hidup Mulai Mengancam Novanto, Penyebabnya...
Novanto Terdakwa Pertama dari Unsur Politik, Ini Komentar KPK
BK Segera Proses Persekusi terhadap UAS

Jumat, 15 Desember 2017 - 13:44 WIB

Setnov Belum Mau Sebut Politisi Lain

Jumat, 15 Desember 2017 - 13:37 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini