Wonderful Indonesia
PENGAKUAN KUASA HUKUM DI PANSUS ANGKET
KPK Jebak Pegawai MA Pakai Uang Probosutedjo, Benarkah?
Jumat, 01 September 2017 - 15:46 WIB > Dibaca 846 kali Print | Komentar
KPK Jebak Pegawai MA Pakai Uang Probosutedjo, Benarkah?
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) Indra Sahnun Lubis mengeluarkan pernyataan mengejutkan soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Itu karena dia menyebut bahwa komisi antirasuah pernah meminjam uang sebesar Rp5 miliar dari seorang pengusaha, yakni Probosutedjo untuk menjebak pegawai Mahkamah Agung (MA) agar terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Hal itu sendiri terjadi pada 2006 silam.

Kasus yang dimunculkan KPK kala itu adalah suap kepada pegawai Mahkamah Agung (MA).

"Waktu itu MA dapat suap dari Probosutedjo Rp5 miliar," katanya kala memenuhi panggilan RDP dengan Pansus Angket KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Adapun KPK kala itu memiliki skenario bahwa mereka mengetahui Probosutedjo akan kedatangan tamu para pegawai MA. Sebelum para pegawai tersebut tiba di Kediaman Probosutedjo, petugas komisi antirasuah itu tiba terlebih dahulu. Mereka lantas meminjam uang Rp5 miliar dari Probosutedjo dan dimasukkan ke dalam boks.

Selanjutnya, petugas KPK itu bersembunyi di balik kursi dan meja di kediaman Probosutedjo.

"KPK telah menyadap, lalu datang ke rumah Probo. Pak Probo menyediakan uang Rp5 miliar. Mereka pinjam untuk menjebak. Uang ditaruh di rumah itu lalu menangkap tamunya yang datang," jelasnya.

Akan tetapi, KPK hingga saat ini belum mengembalikan uang yang nilainya terbilang besar itu. Indra yang ditunjuk Probosutedjo sempat memintanya.

"Saya tagih sebagai kuasa hukumnya waktu itu, tapi tak dikembalikan," sebutnya.

Dia kemudian menduga bahwa kliennya yang merupakan adik tiri mantan presiden Soeharto itu diancam KPK. Pasalnya, ada kasus hukum Probosutedjo lainnya di luar negeri bisa dibeberkan ke masyarakat. Pengakuan Indra tersebut membuat anggota Pansus angket KPK Mukhamad Misbakhun penasaran.

"Jadi, uang itu seakan-akan dipakai oleh KPK untuk nyuap ke MA?" tanya Misbakhun.

"Cerita Pak Probo menyuap itu sebagai jebakan," jawabnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
ISTANA TANGGAPI PERNYATAAN FAHRI
Jokowi Memang Pernah Bertemu Setya Novanto, tapi...
Rabu, 21 November 2017 - 21:00 wib
USAI JADI TERSANGKA E-KTP
Ini Penjelasan Ketua MKD soal Pembatalan Rapat Pergantian Setnov
Rabu, 21 November 2017 - 20:50 wib
SUDAH INKRACHT DI PENGADILAN
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Rabu, 21 November 2017 - 20:40 wib
RESMI DIBERHENTIKAN PSSI
Berakhir Sudah Tugas Indra Indra Sjafri di Timnas U-19, Selanjutnya...
Rabu, 21 November 2017 - 20:30 wib
USAI SETNOV DITAHAN KPK
Kursi Ketua DPR Layak Diisi Enam Kader Golkar Ini
Rabu, 21 November 2017 - 20:20 wib
344 WARGA PENDATANG DIBEBASKAN
Bebaskan Sandera KKSB, Kekuatan TNI-Polri Jauh Lebih Besar
Rabu, 21 November 2017 - 20:00 wib
BANYAK KEJANGGALAN DALAM KASUS E-KTP
Minta Pansus Angket Investigasi, Fahri Hamzah Ancam Bubarkan KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:54 wib
DITAHAN TERKAIT KASUS E-KTP
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Rabu, 21 November 2017 - 19:48 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:42 wib
BANTU KPK
Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?
Rabu, 21 November 2017 - 19:36 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Ini Penjelasan Ketua MKD soal Pembatalan Rapat Pergantian Setnov
Kursi Ketua DPR Layak Diisi Enam Kader Golkar Ini

Selasa, 21 November 2017 - 20:20 WIB

Kader Ingin Pertahankan Setnov, Rapat Pleno Golkar Panas

Selasa, 21 November 2017 - 20:10 WIB

Minta Pansus Angket Investigasi, Fahri Hamzah Ancam Bubarkan KPK
Rapat MKD Bahas Nasib Setya Novanto Kemungkinan Dihadiri KPK
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini