Wonderful Indonesia
PENGAKUAN KUASA HUKUM DI PANSUS ANGKET
KPK Jebak Pegawai MA Pakai Uang Probosutedjo, Benarkah?
Jumat, 01 September 2017 - 15:46 WIB > Dibaca 984 kali Print | Komentar
KPK Jebak Pegawai MA Pakai Uang Probosutedjo, Benarkah?
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) Indra Sahnun Lubis mengeluarkan pernyataan mengejutkan soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Itu karena dia menyebut bahwa komisi antirasuah pernah meminjam uang sebesar Rp5 miliar dari seorang pengusaha, yakni Probosutedjo untuk menjebak pegawai Mahkamah Agung (MA) agar terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Hal itu sendiri terjadi pada 2006 silam.

Kasus yang dimunculkan KPK kala itu adalah suap kepada pegawai Mahkamah Agung (MA).

"Waktu itu MA dapat suap dari Probosutedjo Rp5 miliar," katanya kala memenuhi panggilan RDP dengan Pansus Angket KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Adapun KPK kala itu memiliki skenario bahwa mereka mengetahui Probosutedjo akan kedatangan tamu para pegawai MA. Sebelum para pegawai tersebut tiba di Kediaman Probosutedjo, petugas komisi antirasuah itu tiba terlebih dahulu. Mereka lantas meminjam uang Rp5 miliar dari Probosutedjo dan dimasukkan ke dalam boks.

Selanjutnya, petugas KPK itu bersembunyi di balik kursi dan meja di kediaman Probosutedjo.

"KPK telah menyadap, lalu datang ke rumah Probo. Pak Probo menyediakan uang Rp5 miliar. Mereka pinjam untuk menjebak. Uang ditaruh di rumah itu lalu menangkap tamunya yang datang," jelasnya.

Akan tetapi, KPK hingga saat ini belum mengembalikan uang yang nilainya terbilang besar itu. Indra yang ditunjuk Probosutedjo sempat memintanya.

"Saya tagih sebagai kuasa hukumnya waktu itu, tapi tak dikembalikan," sebutnya.

Dia kemudian menduga bahwa kliennya yang merupakan adik tiri mantan presiden Soeharto itu diancam KPK. Pasalnya, ada kasus hukum Probosutedjo lainnya di luar negeri bisa dibeberkan ke masyarakat. Pengakuan Indra tersebut membuat anggota Pansus angket KPK Mukhamad Misbakhun penasaran.

"Jadi, uang itu seakan-akan dipakai oleh KPK untuk nyuap ke MA?" tanya Misbakhun.

"Cerita Pak Probo menyuap itu sebagai jebakan," jawabnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Pemkab Lelang Aset Kendaraan

Pemkab Lelang Aset Kendaraan
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:42 wib
Maret, PLN Perawang Migrasi Prabayar

Maret, PLN Perawang Migrasi Prabayar
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:39 wib
Lampu Jalan Hilang Bukan Tanggung Jawab Dishub

Lampu Jalan Hilang Bukan Tanggung Jawab Dishub
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:18 wib
DIGELAR DI ASIT
Suku Teater Mulai Pementasan Perdana "Dilanggar Todak"
Jumat, 23 Februari 2018 - 01:20 wib
DIBERIKAN ANDI NAROGONG
Mengejutkan! Kasus e-KTP, Novanto Ternyata Dapat Jatah USD 1,8 Juta
Jumat, 22 Februari 2018 - 21:00 wib
POLEMIK DUALISME
Fraksi dan AKD di DPR Dirombak OSO, Kubu Sudding Naik Pitam
Jumat, 22 Februari 2018 - 20:40 wib
KASUS PENYIRAMAN AIR KERAS
Kasus Novel Akan Dituntaskan Kapolda Metro, Janji?
Jumat, 22 Februari 2018 - 20:30 wib
DISAMBUT HANGAT REKAN KPK
Hati-hati! Jangan Sampai Ada yang Numpang Tenar karena Kepulangan Novel
Jumat, 22 Februari 2018 - 20:20 wib
GELAR MUNALSUB 2016
Tepis Isu Jual Jabatan Ketum ke OSO, Wiranto Bilang Begini
Jumat, 22 Februari 2018 - 20:10 wib
KESEPAKATAN PEMERINTAH DAN DPR
Jokowi Tolak Tanda Tangani UU MD3 karena Pencitraan? Kata Zulkifli Hasan...
Jumat, 22 Februari 2018 - 20:00 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Soal Perppu MD3, Bamsoet Akui Sepakat dengan Jokowi, Ini Alasannya
Fraksi dan AKD di DPR Dirombak OSO, Kubu Sudding Naik Pitam
Tepis Isu Jual Jabatan Ketum ke OSO, Wiranto Bilang Begini
Jokowi Tolak Tanda Tangani UU MD3 karena Pencitraan? Kata Zulkifli Hasan...
Sudding Dipecat dari Jabatan Sekjen Hanura, OSO: Wiranto Setuju
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us