Wonderful Indonesia
PENGAKUAN KUASA HUKUM DI PANSUS ANGKET
KPK Jebak Pegawai MA Pakai Uang Probosutedjo, Benarkah?
Jumat, 01 September 2017 - 15:46 WIB > Dibaca 657 kali Print | Komentar
KPK Jebak Pegawai MA Pakai Uang Probosutedjo, Benarkah?
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) Indra Sahnun Lubis mengeluarkan pernyataan mengejutkan soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Itu karena dia menyebut bahwa komisi antirasuah pernah meminjam uang sebesar Rp5 miliar dari seorang pengusaha, yakni Probosutedjo untuk menjebak pegawai Mahkamah Agung (MA) agar terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Hal itu sendiri terjadi pada 2006 silam.

Kasus yang dimunculkan KPK kala itu adalah suap kepada pegawai Mahkamah Agung (MA).

"Waktu itu MA dapat suap dari Probosutedjo Rp5 miliar," katanya kala memenuhi panggilan RDP dengan Pansus Angket KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Adapun KPK kala itu memiliki skenario bahwa mereka mengetahui Probosutedjo akan kedatangan tamu para pegawai MA. Sebelum para pegawai tersebut tiba di Kediaman Probosutedjo, petugas komisi antirasuah itu tiba terlebih dahulu. Mereka lantas meminjam uang Rp5 miliar dari Probosutedjo dan dimasukkan ke dalam boks.

Selanjutnya, petugas KPK itu bersembunyi di balik kursi dan meja di kediaman Probosutedjo.

"KPK telah menyadap, lalu datang ke rumah Probo. Pak Probo menyediakan uang Rp5 miliar. Mereka pinjam untuk menjebak. Uang ditaruh di rumah itu lalu menangkap tamunya yang datang," jelasnya.

Akan tetapi, KPK hingga saat ini belum mengembalikan uang yang nilainya terbilang besar itu. Indra yang ditunjuk Probosutedjo sempat memintanya.

"Saya tagih sebagai kuasa hukumnya waktu itu, tapi tak dikembalikan," sebutnya.

Dia kemudian menduga bahwa kliennya yang merupakan adik tiri mantan presiden Soeharto itu diancam KPK. Pasalnya, ada kasus hukum Probosutedjo lainnya di luar negeri bisa dibeberkan ke masyarakat. Pengakuan Indra tersebut membuat anggota Pansus angket KPK Mukhamad Misbakhun penasaran.

"Jadi, uang itu seakan-akan dipakai oleh KPK untuk nyuap ke MA?" tanya Misbakhun.

"Cerita Pak Probo menyuap itu sebagai jebakan," jawabnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SEBAGAI PERNYATAAN MEDIA MASSA
Terkait Pelaporan, Ketua YLBHI Sarankan Kivlan Zen Gunakan Hak Jawab
Rabu, 20 September 2017 - 20:00 wib
BERTEBARAN JELANG 30 SEPTEMBER
Ketua MPR Keluhkan Pihak yang Sering Tunggangi Isu PKI
Rabu, 20 September 2017 - 19:30 wib
DI 24 PROVINSI
Pesan Bawaslu RI saat Lantik 72 Anggota Periode 2017-2022
Rabu, 20 September 2017 - 19:15 wib
NYATAKAN KEBERATAN
Praperadilan Novanto, Kuasa Hukum Bacakan 7 Poin Permohonan Ini
Rabu, 20 September 2017 - 19:00 wib
PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Kuasa Hukum Sebut Setya Novanto Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa
Rabu, 20 September 2017 - 18:30 wib
UMAT ISLAM DIIMBAU TAK LUPA
Buku Sejarah Peristiwa G30S PKI Harus Ditertibkan Pemerintah, Ini Alasan MUI
Rabu, 20 September 2017 - 18:15 wib
DINILAI PENUH UNSUR KEKERASAN
KPAI Minta Sekolah Kaji Kembali Rencana Pemutaran Film G30S/PKI
Rabu, 20 September 2017 - 18:00 wib
MASIH DIRAWAT INTENSIF
Dokter Larang Penjenguk Bicara Politik dengan Novanto
Rabu, 20 September 2017 - 17:45 wib
TUTUP USIA SELASA MALAM
Sang Ayah Berpulang, Ini Ungkapan Duka Cita Momo Geisha
Rabu, 20 September 2017 - 17:30 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Pansus Angket Ingin Temui Jokowi, PAN Tak Setuju

Rabu, 20 September 2017 - 17:00 WIB

Kader Demokrat Banyak Mumpuni

Rabu, 20 September 2017 - 13:42 WIB

Sandy Alivia Menangis Terima Sepatu Baru dari Lukman Edy
Muhammad Amin Pimpin Hanura Kampar

Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

KPK dan LIPI Ajak Golkar Kerja Sama

Rabu, 20 September 2017 - 11:38 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us