Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERUS DIBURU TIM BARESKRIM POLRI
Buronan Korupsi Aset Pertamina Ini Masuk Daftar Cekal Imigrasi
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:37 WIB > Dibaca 424 kali Print | Komentar
Buronan Korupsi Aset Pertamina Ini Masuk Daftar Cekal Imigrasi
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Keberadaan Gathot Harsono, tersangka kasus dugaan korupsi penjualan aset tanah PT Pertamina yang terjadi pada tahun 2011, sampai kini terus dilacak oleh tim dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Dikatakan Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Pol Erwanto Kurniadi, pasca-ditetapkan sebagai tersangka, pelaku memang telah menghilang.

"Tersangka Gathot belum tertangkap, dia menghilang, sampai sekarang masih dikejar oleh anggota kami," katanya, Rabu (23/8/2017).

Menurutnya, Bareskrim telah menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO) terhadap tersangka Gathot Harsono guna mencari informasi keberadaan tersangka.

"Sudah menerbitkan (surat) DPO dan sekarang terus dikejar," tuturnya.

Bukan itu saja, Bareskrim pun telah berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi untuk mengeluarkan surat pencekalan bagi tersangka.

"Sudah dicekal (pencegahan dan penangkalan) sejak ditetapkan sebagai tersangka," tegasnya.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri sebelumnya menetapkan Senior Vice President (SVP) Asset Management PT Pertamina, Gathot Harsono sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penjualan aset PT Pertamina pada 2011. Aset yang dijual oleh Pertamina ini berupa tanah seluas 1.088 meter persegi di daerah Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dia ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Juni 2017 setelah gelar perkara dilakukan. Adapun tanah seluas 1.088 meter persegi di Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan telah disita oleh penyidik Bareskrim. Sementara dari hasil analisis Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian negara akibat kasus korupsi ini mencapai Rp40,9 miliar.

Kasus itu mulai diselidiki Bareskrim pada Desember 2016, kemudian naik ke tahap penyidikan pada awal tahun 2017. (elf)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TETAP JADI KETUA UMUM
Golkar Pertahankan Setya Novanto, Begini Komentar Nasdem
Kamis, 22 November 2017 - 21:00 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Dinilai Janggal, Kesaksian Nazaruddin Harus Diuji
Kamis, 22 November 2017 - 20:45 wib
TERKAIT ELEKTABILITAS PADA TAHUN POLITIK
Golkar Pertahankan Setnov, Zainal Bintang: Ini Bunuh Diri
Kamis, 22 November 2017 - 20:30 wib
USAI DIPERIKSA KPK
Setnov Ditahan, Akom Beri Nasihat Ini untuk Kader Golkar
Kamis, 22 November 2017 - 20:15 wib
SARING SEJUMLAH NAMA
Kata PSSI, Pengganti Indra Sjafri Harus Cocok dengan Filanesia
Kamis, 22 November 2017 - 20:00 wib
JIKA DIBUTUHKAN KETERANGAN
Tenang Saja, MKD Bakal Kunjungi Rutan Setya Novanto
Kamis, 22 November 2017 - 19:30 wib
TERKAIT PERTEMUAN DENGAN SETNOV
Pedas! Fahri Minta Jubir Jokowi Tak Banyak Bicara kalau...
Kamis, 22 November 2017 - 19:15 wib
SOROTI DUA SURAT TULISAN TANGAN
Pengamat: Meski Cuma Sebentar, Setnov Tak Bisa Hidup Tanpa Kekuasaan
Kamis, 22 November 2017 - 19:00 wib
SUDAH PENUHI PRASYARAT
Segera Surati Jokowi, Khofifah Siap Bertarung di Jatim
Kamis, 22 November 2017 - 18:45 wib
BANDINGKAN DENGAN RJ LINO
Setnov Ditahan, Fahri: Politik kan Maunya Begitu
Kamis, 22 November 2017 - 18:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Dinilai Janggal, Kesaksian Nazaruddin Harus Diuji

Rabu, 22 November 2017 - 20:45 WIB

Kasus e-KTP, Akom Bersaksi untuk Dua Tersangka Sekaligus
Setnov Ditahan, KPK Diminta Seret Nama Lain dalam Kasus e-KTP
Setnov Tutup Mulut

Rabu, 22 November 2017 - 12:27 WIB

Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini