Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
BUTUH 10 TAHUN UNTUK KAJIAN
Terkait Perppu Ormas, Tjahjo: Siapa Membangkang Harus Disikat
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 20:00 WIB > Dibaca 652 kali Print | Komentar
Terkait Perppu Ormas, Tjahjo: Siapa Membangkang Harus Disikat
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Organisasi kemasyarakatan (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dianggap bertentangan dengan Pancasila telah dibubarkan pemerintah.

Adapun pembubaran HTI tersebut berdasarkan terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2/2017 tentang Ormas. Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, pemerintah butuh 10 tahun melakukan kajian dan mengumpulkan bukti-bukti sebelum resmi membubarkan HTI.

"Tentang Peppu Ormas ini‎ pemerintah sudah punya datanya, kemudian juga ormas Gafatar yang ketahuan ingin membangun negara lagi," katanya dalam diskusi mengenai UU Pemilu yang diselenggarakan Galang Kemajuan di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Diakuinya, sebelum mengeluarkan UU tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tidak ingin adanya ormas-ormas yang bertentangan dengan Pancasila. Karena itu, perlu dibuatnya Peppu untuk menertibkan ormas anti terhadap Pancasila.

"Pak Jokowi tegas tidak ingin ada negara lain di Indonesia," sebutnya.

Karena itu, dengan adanya Perppu tersebut pemerintah akan melakukan tindakan membubarkan ormas‎ yang tidak sejalan dengan ideologi di Indonesia. Pemerintah tidak ingin kecolongan dengan keberadaan ormas-ormas tersebut.

"Siapa yang membangkang harus disikat, siapa yang anti-Pancasila harus disikat, ormas keagamana boleh ‎ada asalkan tidak keluar dari Alquran dan hadis," tuntasnya. (cr2)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Bokal, Menepis Kekosongan
Minggu, 18 Februari 2018 - 10:20 wib
PERISA - YUSMAR YUSUF
Kedai Kopi (?)
Minggu, 18 Februari 2018 - 10:16 wib
La Liga - Real Madrid VS Real Betis
Duel Murid dan Guru
Minggu, 18 Februari 2018 - 10:07 wib
MESIN MATI SAAT DI UDARA
Pesawat yang Dipiloti Gubernur Aceh Mendarat Darurat
Minggu, 18 Februari 2018 - 07:17 wib
PILPRES 2019
Siap-siap! Sosok Cawapres Jokowi Akan Diumumkan dalam Agenda PDIP Ini
Minggu, 17 Februari 2018 - 21:00 wib
TERKAIT PENGHINAAN TERHADAP DPR
Pengusul Pasal "Kontroversial" di UU MD3 Masih Misteri, Kata PPP...
Minggu, 17 Februari 2018 - 20:30 wib
HASIL VERIFIKASI RESMI DIRILIS
Tegas! PBB Akan Gunakan Cara Ini Lawan KPU demi Lolos Pemilu 2019
Minggu, 17 Februari 2018 - 20:00 wib
TERKAIT KASUS CHAT PORNOGRAFI
Presidium Alumni 212 Minta Habib Rizieq Tiru Ahok soal Kasus Hukum
Minggu, 17 Februari 2018 - 19:45 wib
SEPAKBOLA INDONESIA
Hajar PSMS Medan, Sriwijaya FC Raih Tempat Ketiga di Piala Presiden
Minggu, 17 Februari 2018 - 19:35 wib
VERIFIKASI PEMILU 2019
Ajukan Gugatan ke Bawaslu, PKPI: Kesimpulan KPU Tidak Tepat
Minggu, 17 Februari 2018 - 19:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
DPR Dinilai Antikritik, Irman Layangkan Gugatan ke MK

Sabtu, 17 Februari 2018 - 17:30 WIB

Golkar Tersandera di Pilkada karena Dua Kader Terjaring OTT KPK
Anak Elvi Sukaesih Ditangkap karena Kasus Narkoba, Calon Menantu Pengedar?
2 Bulan, Delapan Tersangka

Sabtu, 17 Februari 2018 - 11:30 WIB

Diduga KDRT, Eks Sekjen Nasdem Dipolisikan Artis Cantik Ini
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini
Pesawat yang Dipiloti Gubernur Aceh Mendarat Darurat
Duel Murid dan Guru

Dibaca 40 kali

Kedai Kopi (?)

Dibaca 23 kali

Bokal, Menepis Kekosongan