Wonderful Indonesia
MASIH MENYISAKAN POLEMIK
Mendagri Sesalkan UU Pemilu Jadi Amunisi Hantam Jokowi
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 19:00 WIB > Dibaca 637 kali Print | Komentar
Mendagri Sesalkan UU Pemilu Jadi Amunisi Hantam Jokowi
Presiden Joko Widodo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Hingga saat ini, UU Pemilu masih menjadi perdebatan. Padahal, UU itu merupakan produk bersama antara pemerintah dan DPR RI. Hal itu dikeluhkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

"Pembahasan UU Pemilu memecahkan rekor hanya sembilan bulan. Sayangnya dari 562 pasalnya yang digoreng hanya presidential thresold 20-25 persen,” katanya dalam diskusi publik "Dinamika Politik dan UU Pemilu" yang digagas Galang Kemajuan (GK) Center di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Tjahjo sendiri semakin heran karena UU Pemilu dijadikan amunisi untuk menyudutkan Presiden Joko Widodo.

“Yang kasihan Presiden Jokowi dikulik-kulik terus dengan berbagai hantaman isu pengin jadi capres tunggal," ucapnya.

Ketua Tim Sukes Jokowi-JK pada Pemilu Presiden 2014 itu pun membantah anggapan bahwa presidential threshold 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional hasil Pemilu 2014 akan menghasilkan capres tunggal.

Itu karena parpol-parpol yang tidak memenuhi syarat PT bisa bergabung. Tjahjo menilai, PT tidak mungkin ditiadakan atau nol persen. Alasannya, peniadaan PT akan mengurangi kualitas pilpres.

"Mau jadi apa negara ini kalau PT nol persen? Parpol-parpol yang baru dan belum teruji kualitasnya pasti akan mengajukan capres sendiri. Dan, ini tidak baik untuk demokrasi kita," jelasnya.

Lebih jauh, dia juga meminta masyarakat untuk objektif melihat masalah tersebut. Secara khusus Tjahjo mengajak GK Center untuk tidak membiarkan Presiden Jokowi disudutkan terus-menerus.

"Masyarakat terutama para relawan GK jangan biarkan Presiden Jokowi sendiri. GK harus independen tapi harus punya sikap politik yang tegas demi kejayaan Pancasila," tandas mantan sekretaris jenderal PDIP itu.(esy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PILPRES 2019
JK Pensiun, Golkar Gelar Konvensi Cari Pendamping Jokowi
Selasa, 23 Januari 2018 - 21:00 wib
SEBAGAI MENTERI DAN PENGURUS PARTAI
Keras! Kata Fadli Zon, Jokowi Jilat Ludah Sendiri soal Rangkap Jabatan
Selasa, 23 Januari 2018 - 20:45 wib
MURNI PIDANA
Bukan Politik, OSO Dilaporkan ke Bareskrim karena Penyalahgunaan Wewenang
Selasa, 23 Januari 2018 - 20:30 wib
DIGELAR DI TIM
Megawati Ulang Tahun Ke-71, Jokowi Nyanyi Lagu Jamrud
Selasa, 23 Januari 2018 - 20:20 wib
POLEMIK DUALISME
Bertemu Wiranto, OSO: Tidak Ada Kubu-kubuan di Hanura
Selasa, 23 Januari 2018 - 20:10 wib
TERLIBAT KERIBUTAN
Brimob Koboi yang Tembak Anak Buah Prabowo Belum Diperiksa, Ini Kata Polisi
Selasa, 23 Januari 2018 - 19:50 wib
SIDANG UJI MATERI
Mengejutkan! Sejak 1926, Ahmadiyah Sudah Dinyatakan Sesat
Selasa, 23 Januari 2018 - 19:40 wib
AIRLANGGA DAN IDRUS
PDIP Tak Masalah Kader Golkar Rangkap Jabatan, Ini Alasannya
Selasa, 23 Januari 2018 - 19:30 wib
TANGGAPI PROVOKASI CINA
Dukungan Indonesia Dibutuhkan AS Terkait Laut Cina Selatan
Selasa, 23 Januari 2018 - 19:20 wib
KUTIP SATU AYAT
Dipolisikan FUIB, Inilah Lawakan Ge Pamungkas yang Diduga Hina Alquran
Selasa, 23 Januari 2018 - 19:10 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
JK Pensiun, Golkar Gelar Konvensi Cari Pendamping Jokowi
Keras! Kata Fadli Zon, Jokowi Jilat Ludah Sendiri soal Rangkap Jabatan
Bertemu Wiranto, OSO: Tidak Ada Kubu-kubuan di Hanura

Selasa, 23 Januari 2018 - 20:10 WIB

Begini Harapan JK di Ulang Tahun Ke-71 Megawati

Selasa, 23 Januari 2018 - 20:00 WIB

PDIP Tak Masalah Kader Golkar Rangkap Jabatan, Ini Alasannya
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us