Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DIDUGA LAKUKAN PENIPUAN
Refund Uang Korban, Polisi Didedak Sita Aset First Travel
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 17:41 WIB > Dibaca 416 kali Print | Komentar
Refund Uang Korban, Polisi Didedak Sita Aset First Travel
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pihak kepolisian diminta segera menginventarisasi dan menyita aset PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel. Permintaan itu datang dari praktisi hukum Aldwin Rahadian.

Adapun Aldwin merupakan pengacara para korban dugaan penipuan umrah First Travel. Dia menegaskan, aset sitaan digunakan untuk mengembalikan dana (refund) calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan.

Menurutnya, dirinya telah menjadi kuasa hukum bagi 1.250 calon jemaah umrah First Travel yang gagal berangkat. Keputusan para kliennya ke polisi, kata dia, karena pemilik First Travel tak bisa dipercaya lagi.

"Kepentingan jemaah uang bisa kembali dengan refund. Soal kepercayaan, dengan melapor ke polisi, jemaah memang sudah tidak percaya lagi," ucapnya, dalam diskusi bertajuk "Mimpi dan Realita First Travel di Cikini", Jakarta Pusat pada Sabtu (12/8/2017).

Dia pun menyampaikan keyakinannya bahwa kepolisian sudah melakukan langkah tepat dengan menetapkan pemilik First Travel, Andika Surachman dan Annisa Desvitasari sebagai tersangka. Polisi, menurutnya, pasti sudah punya cukup bukti untuk menjerat pasangan suami istri itu.

"Polisi juga tidak gegabah menangkap dan tetapkan tersangka. Itu berarti unsurnya terpenuhi, unsur kebohongan," ucapnya dalam diskusi yang juga dihadiri Eggi Sudjana selaku pengacara Andika dan Annisa.

Lebih jauh dikatakannya, para korban menduga pemilik First Travel tidak hanya melakukan penipuan dan penggelapan. Itu karena ada pula dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil penipuan.

"Sudah betul yang dilakukan kepolisian. Segera inventarisasi aset, dengan TPPU itu bisa disita untuk mengembalikan uang jemaah," tuntasnya. (fat)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DAPAT PERHATIAN KHUSUS
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Jumat, 19 Oktober 2017 - 21:00 wib
UNTUK NAIKKAN ELEKTABILITAS
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:45 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:30 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:15 wib
SAMBUT BAIK USAHA PEMBERANTASAN KORUPSI
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:00 wib
MASA JABATAN BERAKHIR
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:30 wib
SOAL ISTILAH PRIBUMI
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:20 wib
PASCA-PEMBUBARAN
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:10 wib
UNTUK SATU POSTINGAN INSTAGRAM
Soal Endorse Rp100 Juta, Syahrini Akui Hanya Bercanda
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:00 wib
PILPRES 2019
Saingi Jokowi, Apa yang Sudah Diperbuat Prabowo?
Jumat, 19 Oktober 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Polri Minta Pendapat Ahli soal Istilah "Pribumi" di Pidato Anies
Divonis 4 Tahun, Keluarga Terdakwa Maki Hakim

Kamis, 19 Oktober 2017 - 11:49 WIB

Berkas Lengkap, Agus Saputra Diserahkan ke Jaksa Dugaan Korupsi ADD
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini