Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DIKABARKAN BUNUH DIRI
Begini Tanggapan KPK Terkait Tewasnya Saksi Kunci Kasus e-KTP
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 17:27 WIB > Dibaca 504 kali Print | Komentar
Begini Tanggapan KPK Terkait Tewasnya Saksi Kunci Kasus e-KTP
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kamis, 10 Agustus 2017, salah satu saksi kunci perkara dugaan korupsi e-KTP, Johannes Marliem meninggal dunia di rumahnya di Los Angeles, Amerika Serikat.

Sejumlah media asing menngabarkan, Marliem disebut tewas usai bunuh diri dengan menembakkan dirinya dengan senjata api. Menanggapi kabar itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya membenarkan kabar meninggalnya Johannes Marliem.

Akan tetapi, komisi antirasuah enggan memastikan apakah Marliem tewas karena bunuh diri atau kemungkinan lainnya.

"Kematian yang bersangkutan itu menjadi domain aparat penegak hukum di sana (Amerika, red)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (12/8/2017).

Laman berita CBS Los Angeles (11/8/2017) kemarin melaporkan, kawasan Beverly Grove, Los Angeles ditutup pada sore hari sekitar 600 blok dari North Edinburgh Avenue. Awalnya, pada Rabu (9/8/2017) malam ada laporan ke FBI yang diteruskan kepada kepolisian LA, yaitu LAPD (Los Angeles Police Department).

Petugas yang tiba di lokasi langsung menduga ada seorang anak kecil dan wanita di dalam rumah bersama seorang laki-laki. Setelah negosiasi dengan para petugas, akhirnya laki-laki itu membawa sang wanita dan anak kecil keluar pada pukul 7.30 malam waktu setempat.

Adapun laki-laki itu ditemukan tewas di dalam rumah sekitar 02.00, Kamis (10/8/2017) dinihari. Hingga saat ini, belum diketahui penyebab tewasnya laki-laki tersebut. Namun, kemungkinan besar dia menembak dirinya sendiri. Meskipun telah banyak diberitakan di berbagai media bahwa pria itu adalah Marliem. (put)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DAPAT PERHATIAN KHUSUS
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Jumat, 19 Oktober 2017 - 21:00 wib
UNTUK NAIKKAN ELEKTABILITAS
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:45 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:30 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:15 wib
SAMBUT BAIK USAHA PEMBERANTASAN KORUPSI
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:00 wib
MASA JABATAN BERAKHIR
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:30 wib
SOAL ISTILAH PRIBUMI
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:20 wib
PASCA-PEMBUBARAN
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:10 wib
UNTUK SATU POSTINGAN INSTAGRAM
Soal Endorse Rp100 Juta, Syahrini Akui Hanya Bercanda
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:00 wib
PILPRES 2019
Saingi Jokowi, Apa yang Sudah Diperbuat Prabowo?
Jumat, 19 Oktober 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Polri Minta Pendapat Ahli soal Istilah "Pribumi" di Pidato Anies
Divonis 4 Tahun, Keluarga Terdakwa Maki Hakim

Kamis, 19 Oktober 2017 - 11:49 WIB

Berkas Lengkap, Agus Saputra Diserahkan ke Jaksa Dugaan Korupsi ADD
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini