Wonderful Indonesia
DIDUGA LAKUKAN PENIPUAN
Ternyata, Sejak 2015 DPR Sudah "Warning" Kemenag soal First Travel
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 17:23 WIB > Dibaca 635 kali Print | Komentar
Ternyata, Sejak 2015 DPR Sudah "Warning" Kemenag soal First Travel
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus First Travel yang gagal memberangkatkan puluhan ribu calon jemaah umroh memakan banyak korban sangat disesalkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid.

Ditegaskannya, komisinya yang membidangi agama di DPR memang telah memberikan warning sejak awal langsung kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin.

"Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan hari in, karena saya sudah ribut pada Menag sebelum kasus penelantaran. Saya sudah warning Kemenag, hati-hati dengan travel yang menggunakan pola seperti ini," katanya dalam diskusi bertajuk "Mimpi dan Realita First Travel" di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017).

Dia menilai, publik tentu masih ingat dengan banyak kasus yang dijalankan oleh pimpinan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel milik Andika Surachman dan Annisa Desvitasari. Apakah yang berbentuk travel umroh maupun koperasi. Ketika kasus penelantaran muncul, dia langsung menyampaikan peringatan kepada Menag Lukman.

Namun, menteri yang juga mantan politikus Senayan itu masih berdalih.

"Menag masih beralasan, kalau kami hentikan sekarang, kami khawatir, bagaimana korbannya. Akhirnya bagaimana sekarang, izin dicabut juga, tapi dengan korban puluhan ribu. Kalau dulu dicabut mungkin korban tidak sebesar ini," sebutnya menyesalkan.

Dia menambahkan, seandainya Kemenang lebih awal mencabut izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) First Travel ketika masalah mulai mencuat, itu tidak akan menghilangkan kewajiban mereka memberangkatkan jemaah. Di samping kepada Kemenang, Sodik juga telah sejak awal meminta kepada polisi untuk memantau.

Terlebih, imbuh politikus Gerindra itu, jika sudah ada laporan, harus segera diusut dan ditindak.

"Saya lama berkecimpung di bidang bisnis, saya tahu pola-pola semacam ini banyak memakan korban. Terus terang masyarakat korbanya bukan orang desa saja loh, korbannya banyak orang terpelajar, di kota," tuntas Sodik, yang sepakat jika modus yang dilakukan First Travel sudah tergolong penipuan.(fat)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Rumah 2 Lantai Seharga Rp500 Jutaan
Sari Residence Pekanbaru Hadirkan Hunian Mewah
Jumat, 15 Desember 2017 - 13:10 wib
Bandar Narkoba Eri Jack Ajukan Banding
Tolak Cium Ibu Usai Divonis Mati
Jumat, 15 Desember 2017 - 11:46 wib
Akui Kemerdekaan Palestina
Minta Uni Eropa dan Negara Lain
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:41 wib

Anggota DPD AM Fatwa Tutup Usia
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:35 wib

Kencan Buta untuk Lansia
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:30 wib

Februari, Semua Angkutan Online Harus Patuhi Standar
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:29 wib

MK Cabut Larangan Nikah Satu Kantor
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:27 wib

Hari Ini, PKL Wajib Masuk ke Pasar Higienis
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:22 wib

Dimutilasi, Alat Vital Dimakan Pelaku Ayah dan Anak
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:20 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Februari, Semua Angkutan Online Harus Patuhi Standar

Jumat, 15 Desember 2017 - 10:29 WIB

MK Cabut Larangan Nikah Satu Kantor

Jumat, 15 Desember 2017 - 10:27 WIB

Kemendikbud Keluarkan Ralat Ibu Kota Israel

Jumat, 15 Desember 2017 - 00:02 WIB

Pesan AM Fatwa ke Tjahjo: Hati-hati soal Kolom Aliran Kepercayaan
Usai Jadi Imam Salat Jenazah AM Fatwa, Begini Komentar Anies
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us