Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DILAPORKAN BUNUH DIRI DI AS
Saksi Kunci Kasus e-KTP Tewas, Beginilah Perannya
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 16:39 WIB > Dibaca 565 kali Print | Komentar
Saksi Kunci Kasus e-KTP Tewas, Beginilah Perannya
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Usai dikabarkan tewas di Amerika Serikat beberapa hari lalu, nama Direktur PT Biomorf, Johannes Marliem kembali menjadi perbincangan.

Sebelumnya, dia disebut-sebut sebagai salah satu saksi penting dalam perkara dugaan korupsi proyek e-KTP.  Lantas, bagaimana peran Johannes dalam korupsi Rp2,3 triliun itu?

Setidaknya, nama Johannes disebut sebanyak 25 kali dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Akan tetapi, perannya cukup menonjol sejak awal anggaran e-KTP dibahas di DPR. Dalam dakwaan disebutkan bahwa sekitar Oktober 2010 para terdakwa kasus e-KTP Irman dan Sugiharto bertemu dengan Johannes Marliem, Sekjen Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini, pengusaha Andi Narogong, Ketua Tim Teknis Kemendagri Husni Fahmi, dan Ketua Komisi II DPR Chaeruman Harahap.

Pertemuan itu digelar di Restoran Peacook Hotel Sultan Jakarta.

"Dalam pertemuan tersebut para terdakwa diperkenalkan oleh Diah Anggraini dengan Johannes Marliem selaku provider produk Automated Finger Print Identification Sistem (AFIS) merek L-1 yang akan dipergunakan dalam proyek penerapan KTP berbasis  NIK secara nasional (KTP Elektronik)," ujar jaksa KPK sebagaimana tercantum dalam surat dakwaan dan tuntutan.

Dengan arahan Diah, Irman dan Sugiharto kemudian menyetujuinya. Irman selanjutnya mengarahkan Johannes Marliem untuk langsung berhubungan dengan ketua tim teknis, yakni Husni Fahmi. Tak hanya itu, Diah Anggraini juga meminta Chairuman Harahap untuk segera menyetujui anggaran proyek e-KTP secara multiyears sesuai dengan grand design, yakni sejumlah Rp5,9 triliun dengan rincian Tahun 2011 sebesar Rp2,2 triliun dan Tahun 2012 sebesar Rp3,6 triliun.

Usai kesepakatan itu disetujui pihak Kemendagri dan DPR, pada 22 November 2010 melalui mekanisme rapat kerja dengan Kementerian Dalam Negeri yang diwakili Gamawan Fauzi, Irman, dan Diah Anggraini, Komisi II DPR RI memberikan persetujuan anggaran terhadap pelaksanaan proyek e-KTP dari APBN murni.  Diduga sebelum pertemuan dengan Johannes Marliem, terjadi penyerahan uang dari Andi Narogong kepada sejumlah anggota DPR.

Adapun uang diberikan dengan maksud agar Komisi II dan Badan Anggaran DPR menyetujui anggaran untuk proyek pengadaan dan penerapan e-KTP. JPU menyebut perbuatan Irman dan Sugiharto dalam korupsi e-KTP turut memperkaya Johannes Marliem sejumlah USD 14,8 juta dan Rp25,2 miliar.

Namun, hingga perkara diputus oleh majelis hakim PN Tipikor Jakarta, Marliem tak kunjung dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus e-KTP. (put)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
ISTANA TANGGAPI PERNYATAAN FAHRI
Jokowi Memang Pernah Bertemu Setya Novanto, tapi...
Rabu, 21 November 2017 - 21:00 wib
USAI JADI TERSANGKA E-KTP
Ini Penjelasan Ketua MKD soal Pembatalan Rapat Pergantian Setnov
Rabu, 21 November 2017 - 20:50 wib
SUDAH INKRACHT DI PENGADILAN
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Rabu, 21 November 2017 - 20:40 wib
RESMI DIBERHENTIKAN PSSI
Berakhir Sudah Tugas Indra Indra Sjafri di Timnas U-19, Selanjutnya...
Rabu, 21 November 2017 - 20:30 wib
USAI SETNOV DITAHAN KPK
Kursi Ketua DPR Layak Diisi Enam Kader Golkar Ini
Rabu, 21 November 2017 - 20:20 wib
344 WARGA PENDATANG DIBEBASKAN
Bebaskan Sandera KKSB, Kekuatan TNI-Polri Jauh Lebih Besar
Rabu, 21 November 2017 - 20:00 wib
BANYAK KEJANGGALAN DALAM KASUS E-KTP
Minta Pansus Angket Investigasi, Fahri Hamzah Ancam Bubarkan KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:54 wib
DITAHAN TERKAIT KASUS E-KTP
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Rabu, 21 November 2017 - 19:48 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:42 wib
BANTU KPK
Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?
Rabu, 21 November 2017 - 19:36 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK

Selasa, 21 November 2017 - 19:42 WIB

Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?

Selasa, 21 November 2017 - 19:36 WIB

Ini Saran ICW untuk Golkar Terkait Calon Pengganti Setnov

Selasa, 21 November 2017 - 19:30 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini