Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DILAPORKAN BUNUH DIRI DI AS
Saksi Kunci Kasus e-KTP Tewas, Beginilah Perannya
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 16:39 WIB > Dibaca 417 kali Print | Komentar
Saksi Kunci Kasus e-KTP Tewas, Beginilah Perannya
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Usai dikabarkan tewas di Amerika Serikat beberapa hari lalu, nama Direktur PT Biomorf, Johannes Marliem kembali menjadi perbincangan.

Sebelumnya, dia disebut-sebut sebagai salah satu saksi penting dalam perkara dugaan korupsi proyek e-KTP.  Lantas, bagaimana peran Johannes dalam korupsi Rp2,3 triliun itu?

Setidaknya, nama Johannes disebut sebanyak 25 kali dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Akan tetapi, perannya cukup menonjol sejak awal anggaran e-KTP dibahas di DPR. Dalam dakwaan disebutkan bahwa sekitar Oktober 2010 para terdakwa kasus e-KTP Irman dan Sugiharto bertemu dengan Johannes Marliem, Sekjen Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini, pengusaha Andi Narogong, Ketua Tim Teknis Kemendagri Husni Fahmi, dan Ketua Komisi II DPR Chaeruman Harahap.

Pertemuan itu digelar di Restoran Peacook Hotel Sultan Jakarta.

"Dalam pertemuan tersebut para terdakwa diperkenalkan oleh Diah Anggraini dengan Johannes Marliem selaku provider produk Automated Finger Print Identification Sistem (AFIS) merek L-1 yang akan dipergunakan dalam proyek penerapan KTP berbasis  NIK secara nasional (KTP Elektronik)," ujar jaksa KPK sebagaimana tercantum dalam surat dakwaan dan tuntutan.

Dengan arahan Diah, Irman dan Sugiharto kemudian menyetujuinya. Irman selanjutnya mengarahkan Johannes Marliem untuk langsung berhubungan dengan ketua tim teknis, yakni Husni Fahmi. Tak hanya itu, Diah Anggraini juga meminta Chairuman Harahap untuk segera menyetujui anggaran proyek e-KTP secara multiyears sesuai dengan grand design, yakni sejumlah Rp5,9 triliun dengan rincian Tahun 2011 sebesar Rp2,2 triliun dan Tahun 2012 sebesar Rp3,6 triliun.

Usai kesepakatan itu disetujui pihak Kemendagri dan DPR, pada 22 November 2010 melalui mekanisme rapat kerja dengan Kementerian Dalam Negeri yang diwakili Gamawan Fauzi, Irman, dan Diah Anggraini, Komisi II DPR RI memberikan persetujuan anggaran terhadap pelaksanaan proyek e-KTP dari APBN murni.  Diduga sebelum pertemuan dengan Johannes Marliem, terjadi penyerahan uang dari Andi Narogong kepada sejumlah anggota DPR.

Adapun uang diberikan dengan maksud agar Komisi II dan Badan Anggaran DPR menyetujui anggaran untuk proyek pengadaan dan penerapan e-KTP. JPU menyebut perbuatan Irman dan Sugiharto dalam korupsi e-KTP turut memperkaya Johannes Marliem sejumlah USD 14,8 juta dan Rp25,2 miliar.

Namun, hingga perkara diputus oleh majelis hakim PN Tipikor Jakarta, Marliem tak kunjung dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus e-KTP. (put)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SECARA AGAMA
Caisar Ternyata Sudah Ceraikan Indadari, tapi...
Minggu, 20 Agustus 2017 - 04:30 wib
TERDAPAT DI BUKU SOUVENIR
Bendera Indonesia Terbalik di SEA Games 2017, Kemenpora Ajukan Protes
Minggu, 20 Agustus 2017 - 04:00 wib
KALAHKAN WOLSFBURG
Dortmund Sempurna di Pembukaan Bundesliga, Bayern Tergeser
Minggu, 20 Agustus 2017 - 03:28 wib
SUDAH DICEK KAPOLDA DAN PROPAM
Berani Rekam Pungli Oknum Polantas, Sopir Truk Dapat Penghargaan dari Polri
Minggu, 20 Agustus 2017 - 03:00 wib
TERDAPAT DI BUKU SOUVENIR
Menpora Murka karena Bendera Indonesia Terbalik di SEA Games 2017
Minggu, 20 Agustus 2017 - 02:30 wib
DALAM KEADAAN KOSONG
Polisi Dinilai Kurang Cekatan saat Geledah Rumah Adik Bos First Travel
Minggu, 20 Agustus 2017 - 01:22 wib
BUKAN RP550 M
Ternyata, Segini Jumlah Uang Jamaah First Travel yang Terhimpun
Minggu, 20 Agustus 2017 - 01:00 wib
DIANGGAP BUKAN LAMBANG NEGARA
Polri Minta Penyidik Hati-hati Terkait Kasus Pembakaran Umbul-umbul
Minggu, 20 Agustus 2017 - 00:32 wib
DIDUGA LAKUKAN PENIPUAN
Posko Crisis Center Sudah Terima Seribu Lebih Pengaduan Jamaah First Travel
Minggu, 20 Agustus 2017 - 00:02 wib
Anggota DPRD Dikabarkan ke Rusia
Hanya Izinkan Satu Setwan
Minggu, 19 Agustus 2017 - 21:31 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Berani Rekam Pungli Oknum Polantas, Sopir Truk Dapat Penghargaan dari Polri
Polisi Dinilai Kurang Cekatan saat Geledah Rumah Adik Bos First Travel
Ternyata, Segini Jumlah Uang Jamaah First Travel yang Terhimpun
Polri Minta Penyidik Hati-hati Terkait Kasus Pembakaran Umbul-umbul
Posko Crisis Center Sudah Terima Seribu Lebih Pengaduan Jamaah First Travel
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us