Wonderful Indonesia
SEMPAT DIMEDIASI
Disebut Lambat Respons Kasus First Travel, Ini Kata Kemenag
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 16:35 WIB > Dibaca 477 kali Print | Komentar
Disebut Lambat Respons Kasus First Travel, Ini Kata Kemenag
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus dugaan penipuan First Travel yang gagal memberangkatan sekitar 35 ribu calon jemaah umrah dinilai lambat ditangani Kementerian Agama (Kemenag).

Namun, hal itu dibantah Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenag, Mastuki HS. Diakuinya, pihaknya telah mengidentifikasi persoalan tersebut sejak 2016, ketika ada laporan dari calon jemaah.

Kemenag melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) saat itu mengkomunikasikannya dengan pimpinan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, Andika Surachman dan Annisa Desvitasari

"Beberapa laporan masyarakat semakin jelas di awal 2017, Februari-Maret. Maret meledak, beberapa jemaah, langsung atau melalui YLKI, itu semakin banyak yang gagal berangkat," ujarnya dalam diskusi bertajuk "Mimpi dan Realita First Travel" di Cikini, jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017).

Adapun dari mediasi Kemenag selaku regulator, sebenarnya telah disepakati sejumlah skema, tetapi tidak terjadi. Itu bersamaan dengan munculnya rumors jika First Travel melakukan investasi.

"Kemudian di bulan-bulan ini kami lakukan mediasi kembali. Ini bukan soal terlambat atau tidak," jelasnya.

Usai sejumlah upaya mediasi melibatkan Satgas Waspada Investasi OJK, solusi-solusi yang dihasilkan tetap tidak dilaksanakan First Travel. OJK juga menemukan pengumpulan uang masyarakat cukup banyak, dan investasi yang menabrak hukum dan regulasi yang ada.

"Maka disepakati di situ dan komitmen yang dibuat pimpinan First Travel untuk melakukan tiga hal, dilarang promo murah, lakukan refund dan reschedule keberangkatan. Karena semakin banyak penelantaran jemaah, kami bekukan izinnya," tuntasnya. (fat)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DAPAT PERHATIAN KHUSUS
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Jumat, 19 Oktober 2017 - 21:00 wib
UNTUK NAIKKAN ELEKTABILITAS
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:45 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:30 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:15 wib
SAMBUT BAIK USAHA PEMBERANTASAN KORUPSI
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:00 wib
MASA JABATAN BERAKHIR
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:30 wib
SOAL ISTILAH PRIBUMI
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:20 wib
PASCA-PEMBUBARAN
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:10 wib
UNTUK SATU POSTINGAN INSTAGRAM
Soal Endorse Rp100 Juta, Syahrini Akui Hanya Bercanda
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:00 wib
PILPRES 2019
Saingi Jokowi, Apa yang Sudah Diperbuat Prabowo?
Jumat, 19 Oktober 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI

Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:00 WIB

DPR Lakukan Ini agar Densus Tipikor Setara KPK

Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:20 WIB

Sembilan Usulan Pahlawan Nasional, Nama Gus Dur Termasuk
Sembilan Nama Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:26 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini