Wonderful Indonesia
SEMPAT DIMEDIASI
Disebut Lambat Respons Kasus First Travel, Ini Kata Kemenag
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 16:35 WIB > Dibaca 569 kali Print | Komentar
Disebut Lambat Respons Kasus First Travel, Ini Kata Kemenag
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus dugaan penipuan First Travel yang gagal memberangkatan sekitar 35 ribu calon jemaah umrah dinilai lambat ditangani Kementerian Agama (Kemenag).

Namun, hal itu dibantah Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenag, Mastuki HS. Diakuinya, pihaknya telah mengidentifikasi persoalan tersebut sejak 2016, ketika ada laporan dari calon jemaah.

Kemenag melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) saat itu mengkomunikasikannya dengan pimpinan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, Andika Surachman dan Annisa Desvitasari

"Beberapa laporan masyarakat semakin jelas di awal 2017, Februari-Maret. Maret meledak, beberapa jemaah, langsung atau melalui YLKI, itu semakin banyak yang gagal berangkat," ujarnya dalam diskusi bertajuk "Mimpi dan Realita First Travel" di Cikini, jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017).

Adapun dari mediasi Kemenag selaku regulator, sebenarnya telah disepakati sejumlah skema, tetapi tidak terjadi. Itu bersamaan dengan munculnya rumors jika First Travel melakukan investasi.

"Kemudian di bulan-bulan ini kami lakukan mediasi kembali. Ini bukan soal terlambat atau tidak," jelasnya.

Usai sejumlah upaya mediasi melibatkan Satgas Waspada Investasi OJK, solusi-solusi yang dihasilkan tetap tidak dilaksanakan First Travel. OJK juga menemukan pengumpulan uang masyarakat cukup banyak, dan investasi yang menabrak hukum dan regulasi yang ada.

"Maka disepakati di situ dan komitmen yang dibuat pimpinan First Travel untuk melakukan tiga hal, dilarang promo murah, lakukan refund dan reschedule keberangkatan. Karena semakin banyak penelantaran jemaah, kami bekukan izinnya," tuntasnya. (fat)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Rumah 2 Lantai Seharga Rp500 Jutaan
Sari Residence Pekanbaru Hadirkan Hunian Mewah
Jumat, 15 Desember 2017 - 13:10 wib
Bandar Narkoba Eri Jack Ajukan Banding
Tolak Cium Ibu Usai Divonis Mati
Jumat, 15 Desember 2017 - 11:46 wib
Akui Kemerdekaan Palestina
Minta Uni Eropa dan Negara Lain
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:41 wib

Anggota DPD AM Fatwa Tutup Usia
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:35 wib

Kencan Buta untuk Lansia
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:30 wib

Februari, Semua Angkutan Online Harus Patuhi Standar
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:29 wib

MK Cabut Larangan Nikah Satu Kantor
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:27 wib

Hari Ini, PKL Wajib Masuk ke Pasar Higienis
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:22 wib

Dimutilasi, Alat Vital Dimakan Pelaku Ayah dan Anak
Jumat, 15 Desember 2017 - 10:20 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Februari, Semua Angkutan Online Harus Patuhi Standar

Jumat, 15 Desember 2017 - 10:29 WIB

MK Cabut Larangan Nikah Satu Kantor

Jumat, 15 Desember 2017 - 10:27 WIB

Kemendikbud Keluarkan Ralat Ibu Kota Israel

Jumat, 15 Desember 2017 - 00:02 WIB

Pesan AM Fatwa ke Tjahjo: Hati-hati soal Kolom Aliran Kepercayaan
Usai Jadi Imam Salat Jenazah AM Fatwa, Begini Komentar Anies
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us