Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SANG PEMILIK DITANGKAP
Ada Persaingan Bisnis di Balik Penutupan First Travel?
Jumat, 11 Agustus 2017 - 19:48 WIB > Dibaca 653 kali Print | Komentar
Ada Persaingan Bisnis di Balik Penutupan First Travel?
Calon jamaah umrah di kantor pusat First Travel. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Motif persaingan bisnis ditengarai telah terjadi dalam kasus penutupan First Travel. Hal itu dikatakan kuasa hukum biro haji dan umrah tersebut, Eggi Sudjana.

Eggi menyebut, pencabutan izin pemberangkatan First Travel dilakukan sepihak. Di samping itu, upaya untuk mengembalikan uang calon jemaah umrah dipotong dengan pertanda pembekuan rekening dan penahanan kliennya.

"Saya menduga ini ada bisnis terselubung. Dugaannya ada empat associate yang mengucilkan saya punya klien. Ada persaingan bisnis. Dan mereka berkonspirasi dengan Kemenag (Kementerian Agama)," ujarnya saat menyambangi kantor sementara Bareskrim Polri di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).

Tak hanya itu, dia juga mempertanyakan keputusan Bareskrim menahan dua kliennya, yaitu Direktur Utama First Travel Andika Surachman beserta istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan. Sebba, kasus itu sedang berjalan di koridor hukum perdata bersama Kemenag.

"Ini masih dalam koridor perdata. Apalagi, ada kesepakatan pada 18 Juli 2017, pertemuan antara klien kami dengan Tim Waspada Investasi yang diketuai oleh salah satu penyidik di OJK, ada keanggotaannya dari Kementerian Agama, ada juga dari polisi, dan beberapa instansi lain yang terkait," terangnya.

First Travel dalam pertemuan itu menyepakati tiga poin bersama dengan Tim Waspada Investasi. Pertama, menghentikan paket promo. Kedua, hanya boleh memberangkatkan umrah lima ribu sampai tujuh ribu jemaah. Terkahir, mengembalikan uang jemaah umrah bagi yang tidak terima terhitung 90 hari kerja sejak kesepakatan itu diteken.

"Jadi, kurang lebih, seharusnya November atau akhir Desember 2017 ini dong. Kalau diitung wanprestasi, baru bisa disebut penipuan atau penggelapan uang. Kalau sekarang, kan masih dalam koridor itu (perdata)," ucapnya.

Adapun dalam Surat Keputusan (SK) Kemenag terkait pencabutan izin First Travel, imbuhnya, tertulis perusahaan diberi kesempatan menyanggah selama dua pekan. Akan tetapi, hal itu tidak dilaksanakan dengan ditangkapnya kedua kliennya.

"Pakai logika, deh. Pertama keputusan penutupan sudah terjadi. Berarti seluruh aktivitas mati. Bahkan pegawainya 90 persen sudah keluar. Kedua, dengan sudah berlakunya penutupan itu, kami masih diberi kesempatan dua minggu untuk menyanggah. Artinya, belum ada kepastian (hukum soal pencabutan izin) dong kalau masih boleh menyanggah," tutupnya. (Mg4)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Pemberantasan Korupsi Tidak Jalan di Tempat
Rabu, 17 Oktober 2017 - 15:22 wib

DKV SMKN 4 Pekanbaru Unjuk Gigi dengan Karya
Rabu, 17 Oktober 2017 - 15:00 wib

PKS Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Danau Lancang
Rabu, 17 Oktober 2017 - 14:53 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Verifikasi Kebenaran Informasi Media Sosial
Rabu, 17 Oktober 2017 - 12:51 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Komisi II Banyak Terima Aduan Konflik Agraria
Rabu, 17 Oktober 2017 - 12:34 wib
EKONOMI BISNIS
Dukung Pemerintah Registrasi Pelanggan Prabayar
Rabu, 17 Oktober 2017 - 12:28 wib

Buruh Melawan Suarakan Aspirasi, Cabut Permen LHK 17
Rabu, 17 Oktober 2017 - 12:01 wib

Akom Beri Sinyal Setnov Terlibat Kasus Proyek KTP-el
Rabu, 17 Oktober 2017 - 11:39 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Ganti Rugi Jembatan Lubukjambi Belum Tuntas

Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:16 WIB

Deyu Minta Dikonfrontir dengan Nama-nama yang Disebutnya
Bantu Ungkap Kejahatan, Registrasi Kartu Berbasis NIK Tuai Dukungan Polri
Densus Tipikor Ternyata Tak Miliki Kewenangan Baru

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 17:10 WIB

Pemerintah Disarakan Ambil Alih Mekanisme Ganti Rugi Korban First Travel
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini