Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SANG PEMILIK DITANGKAP
Ada Persaingan Bisnis di Balik Penutupan First Travel?
Jumat, 11 Agustus 2017 - 19:48 WIB > Dibaca 804 kali Print | Komentar
Ada Persaingan Bisnis di Balik Penutupan First Travel?
Calon jamaah umrah di kantor pusat First Travel. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Motif persaingan bisnis ditengarai telah terjadi dalam kasus penutupan First Travel. Hal itu dikatakan kuasa hukum biro haji dan umrah tersebut, Eggi Sudjana.

Eggi menyebut, pencabutan izin pemberangkatan First Travel dilakukan sepihak. Di samping itu, upaya untuk mengembalikan uang calon jemaah umrah dipotong dengan pertanda pembekuan rekening dan penahanan kliennya.

"Saya menduga ini ada bisnis terselubung. Dugaannya ada empat associate yang mengucilkan saya punya klien. Ada persaingan bisnis. Dan mereka berkonspirasi dengan Kemenag (Kementerian Agama)," ujarnya saat menyambangi kantor sementara Bareskrim Polri di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).

Tak hanya itu, dia juga mempertanyakan keputusan Bareskrim menahan dua kliennya, yaitu Direktur Utama First Travel Andika Surachman beserta istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan. Sebba, kasus itu sedang berjalan di koridor hukum perdata bersama Kemenag.

"Ini masih dalam koridor perdata. Apalagi, ada kesepakatan pada 18 Juli 2017, pertemuan antara klien kami dengan Tim Waspada Investasi yang diketuai oleh salah satu penyidik di OJK, ada keanggotaannya dari Kementerian Agama, ada juga dari polisi, dan beberapa instansi lain yang terkait," terangnya.

First Travel dalam pertemuan itu menyepakati tiga poin bersama dengan Tim Waspada Investasi. Pertama, menghentikan paket promo. Kedua, hanya boleh memberangkatkan umrah lima ribu sampai tujuh ribu jemaah. Terkahir, mengembalikan uang jemaah umrah bagi yang tidak terima terhitung 90 hari kerja sejak kesepakatan itu diteken.

"Jadi, kurang lebih, seharusnya November atau akhir Desember 2017 ini dong. Kalau diitung wanprestasi, baru bisa disebut penipuan atau penggelapan uang. Kalau sekarang, kan masih dalam koridor itu (perdata)," ucapnya.

Adapun dalam Surat Keputusan (SK) Kemenag terkait pencabutan izin First Travel, imbuhnya, tertulis perusahaan diberi kesempatan menyanggah selama dua pekan. Akan tetapi, hal itu tidak dilaksanakan dengan ditangkapnya kedua kliennya.

"Pakai logika, deh. Pertama keputusan penutupan sudah terjadi. Berarti seluruh aktivitas mati. Bahkan pegawainya 90 persen sudah keluar. Kedua, dengan sudah berlakunya penutupan itu, kami masih diberi kesempatan dua minggu untuk menyanggah. Artinya, belum ada kepastian (hukum soal pencabutan izin) dong kalau masih boleh menyanggah," tutupnya. (Mg4)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT KASUS E-KTP
Ada Politik "Belah Bambu" dalam Kasus Novanto, Ini Penjelasan Pengacara
Minggu, 16 Desember 2017 - 21:00 wib
TAHU ALIRAN DANA
Gawat, Status Tersangka e-KTP Mengancam Nyawa Setya Novanto
Minggu, 16 Desember 2017 - 20:30 wib
BANYAK PIHAK TERLIBAT
Bongkar Korupsi e-KTP, Setnov Didoakan Dapat Hidayah
Minggu, 16 Desember 2017 - 20:00 wib
TERJADI DI TIGA PROVINSI DI JAWA
Pantau Gempa Tanpa Tidur, Jokowi Bersyukur Tak Ada Tsunami
Minggu, 16 Desember 2017 - 19:30 wib
DIGELAR BESOK
Aksi Bela Palestina, Polisi Terjunkan Pasukan Asmaul Husna
Minggu, 16 Desember 2017 - 19:00 wib
DILAKUKAN LEWAT FACEBOOK
Hukuman 6 Tahun Bui Mulai Mengancam Dokter yang Hina Jokowi
Minggu, 16 Desember 2017 - 18:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Novanto Diminta "Bernyanyi" agar Tak Sendirian di Penjara
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:50 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Setnov Jadi Tersangka, Golkar Sengaja Dijatuhkan di Pilpres 2019?
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:40 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Wow, Setya Novanto Dianggap Seorang Negarawan, Ini Alasannya
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:30 wib
TERMASUK FASILITAS UMUM
Dahsyatnya Gempa Tasikmalaya hingga Robohkan 23 Rumah
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Ada Politik "Belah Bambu" dalam Kasus Novanto, Ini Penjelasan Pengacara
Gawat, Status Tersangka e-KTP Mengancam Nyawa Setya Novanto
Hukuman 6 Tahun Bui Mulai Mengancam Dokter yang Hina Jokowi
Novanto Diminta "Bernyanyi" agar Tak Sendirian di Penjara
Wow, Setya Novanto Dianggap Seorang Negarawan, Ini Alasannya
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini