Wonderful Indonesia
IMBAUAN GP ANSOR
Jokowi Diminta Tak Terpengaruh Isu Miring Terkait Isu Reshuffle
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 00:09 WIB > Dibaca 867 kali Print | Komentar
Jokowi Diminta Tak Terpengaruh Isu Miring Terkait Isu Reshuffle
Presiden Joko Widodo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Beberapa waktu belakangan, wacana reshuffle kabinet berembus kencang. Isu itu makin panas karena banyak pihak yang terus memberikan tanggapan.

Menurut Wakil Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Abdul Haris Ma’mum, banyak pihak memiliki kepentingan dalam isu perombakan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla kali ini. Akan tetapi, dia menilai pihak-pihak yang berkomentar miring terhadap rencana reshuffle itu sama sekali kontraproduktif.

Namun, alih-alih memberi pencerahan atau masukan terhadap perbaikan kinerja kabinet, pihak-pihak itu malah saling membenturkan sesama menteri sehingga menimbulkan kecurigaan satu sama lainnya.

"Reshuffle itu sepenuhnya hak prerogratif presiden. Presiden sangat paham dan tahu apa yang akan dilakukannya. Jangan asal komentar soal reshuffle," katanya, Jumat (11/8/2017).

Dia memandang, Jokowi tak perlu mendengarkan komentar minor atas rencana reshuffle. Jokowi juga tidak perlu ragu melakukan reshuffle kabinet sepanjang hal itu dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.

"Ini mungkin saja momentum baik untuk perbaikan kinerja. Kami malah akan dorong segera (reshuffle) supaya target pembangunan pemerintah sesuai Nawacita tercapai," ucap pria yang akrab disapa Sofiwi itu.

Adapun isu pergantian menteri, imbuhnya, sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah lain. Misalnya, soal penolakan full day school (FDS) atau isu yang terkait pribadi beberapa menteri. Misalnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarmo, atau Mendikbud Muhadjir Effendy.  

"Nggak ada urusannya dengan penolakan FDS. Ini komentar bodoh dan tidak paham. Reshuffle itu urusannya presiden," jelasnya.

Jokowi, kata dia lagi, juga memiliki wewenang menilai kinerja menteri yang menjadi sorotan. Dia mencontohkan Jonan yang dianggap memiliki kinerja baik dan terukur.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DAPAT PERHATIAN KHUSUS
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Jumat, 19 Oktober 2017 - 21:00 wib
UNTUK NAIKKAN ELEKTABILITAS
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:45 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:30 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:15 wib
SAMBUT BAIK USAHA PEMBERANTASAN KORUPSI
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:00 wib
MASA JABATAN BERAKHIR
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:30 wib
SOAL ISTILAH PRIBUMI
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:20 wib
PASCA-PEMBUBARAN
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:10 wib
UNTUK SATU POSTINGAN INSTAGRAM
Soal Endorse Rp100 Juta, Syahrini Akui Hanya Bercanda
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:00 wib
PILPRES 2019
Saingi Jokowi, Apa yang Sudah Diperbuat Prabowo?
Jumat, 19 Oktober 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Kader Demokrat Soroti Ini Terkait Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini