Wonderful Indonesia
PILPRES 2019
Peluang Yusril Terbuka, tapi Parpol Islam Sulit Bersatu
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 00:12 WIB > Dibaca 1064 kali Print | Komentar
Peluang Yusril Terbuka, tapi Parpol Islam Sulit Bersatu
Yusril Ihza Mahendra. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra memiliki kans untuk menjadi calon presiden di Pemilu 2019. Hal itu dikatakan pengamat politik dari Universitas Al Ahzar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin.

Dia menyatakan, syaratnya, Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan aturan tentang ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) dalam Undang-undang Pemilihan Umum (UU Pemilu). Sejumlah pihak saat ini sudah mengajukan permohonan ke MK untuk menguji ketentuan presidential threshold 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah.

Adapun pihak yang sudah mendaftarkan uji materi antara lain Partai Islam Damai Aman (Idaman) pimpinan Rhoma Irama.

"Jadi, peluang Yusril sangat terbuka. Apalagi kemudian partai-partai Islam bersatu untuk mengusung tokoh sendiri, saya kira elektabilitasnya cukup baik dibanding tokoh-tokoh dari partai Islam lain," katanya kepada JPNN, Jumat (11/8/2017).

Namun, dia menyebut peluang partai-partai Islam untuk bersatu sangat kecil. Hal itu sudah terbukti dalam beberapa kali pemilu pasca-reformasi.

"Pengalaman selama ini memperlihatkan parpol Islam sulit untuk bersatu. Karena memiliki ego masing-masing," tutur direktur eksekutif Indonesia Politikan Review itu.

Bahkan, dia mengatakan kalau persatuan di antara partai-partai Islam sangat mahal. Misalnya, di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

"Lihat saja di Pilkada DKI Jakarta yang lalu. Isu mengangkat tokoh Islam oleh partai-partai Islam hilang bak ditelan bumi," tandasnya. (gir)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DAPAT PERHATIAN KHUSUS
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:00 wib
UNTUK NAIKKAN ELEKTABILITAS
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:45 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:30 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:15 wib
SAMBUT BAIK USAHA PEMBERANTASAN KORUPSI
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:00 wib
MASA JABATAN BERAKHIR
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:30 wib
SOAL ISTILAH PRIBUMI
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:20 wib
PASCA-PEMBUBARAN
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:10 wib
UNTUK SATU POSTINGAN INSTAGRAM
Soal Endorse Rp100 Juta, Syahrini Akui Hanya Bercanda
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:00 wib
PILPRES 2019
Saingi Jokowi, Apa yang Sudah Diperbuat Prabowo?
Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Kader Demokrat Soroti Ini Terkait Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us