Wonderful Indonesia
RAZIA DI 10 KOTA
Dijual Bebas, Ratusan Ribu Pil Penenang Diamankan BPOM
Jumat, 11 Agustus 2017 - 16:38 WIB > Dibaca 995 kali Print | Komentar
Dijual Bebas, Ratusan Ribu Pil Penenang Diamankan BPOM
Polisi menunjukkan penjual obat terlarang bersama barang bukti puluhan ribu obat daftar G. (HASBULLAH/INDOPOS/JAWAPOS.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Operasi pemberantasan peredaran obat penenang dan obat keras yang dijual bebas di toko dilakukan BPOM. Padahal, penjualan obat itu sudah diatur ketat dan bahkan sudah tidak ada lagi izin edarnya.

Dari 10 kota yang dirazia, ditemukan 13 jenis obat yang tidak boleh asal dijual. Menurut Kepala BPOM Penny K. Lukito, kota yang menjadi sasaran razia itu, antara lain, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Mataram, Denpasar, Makassar, Serang, dan Palangka Raya.

Adapu sasarannya ialah obat-obat keras yang dijual di toko obat, toko kosmetik, dan toko kelontong. Hasilnya, ditemukan 13 jenis obat dengan total 925.919 pieces senilai Rp3,1 miliar yang diduga melanggar ketentuan. Obat ilegal yang sering disalahgunakan, antara lain, Hexymer, Dextromethorphan, Tramadol, Stronginal, Charnophen, Trihexyphenidyl, dan Somadril Compositum.

Diketahui, kini obat-obat itu semakin populer dan digemari karena berfungsi hampir sama dengan narkotika sebagai penenang saraf serta mudah didapat. Harganya pun relatif lebih murah.

"Di Kalimantan Selatan, misalnya, penyalahgunaan Charnophen atau yang dikenal dengan pil jin itu tertinggi. Sekitar 76 persen penggunaan narkoba lainnya seperti ganja atau ineks," tuturnya.

Ditambahkan Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM Hendri Siswadi, izin edar Charnophen sebenarnya sudah dicabut. Namun, obat penenang itu tetap beredar. Bahkan, harganya lebih tinggi. Dulu harganya hanya Rp6 ribu untuk 10 butir, sedangkan sekarang bisa Rp50 ribu di pasar gelap.

"Biasanya dicampurkan kopi," ucapnya.

Di samping itu, penggunaan obat keras yang dilarang juga beredar di Bima, Nusa Tenggara Barat. Bedanya, ditemukan banyak Tramadol. Dari hasil penyelidikan BPOM, cara membawa obat penenang tersebut tidak standar, yaitu dibawa dengan karung yang diletakkan di dalam mobil dan diseberangkan dengan kapal.

"Padahal, ada standar distribusi yang harus dipatuhi," tuntasnya. (jun/and/c19/oki)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
ISTANA TANGGAPI PERNYATAAN FAHRI
Jokowi Memang Pernah Bertemu Setya Novanto, tapi...
Rabu, 21 November 2017 - 21:00 wib
USAI JADI TERSANGKA E-KTP
Ini Penjelasan Ketua MKD soal Pembatalan Rapat Pergantian Setnov
Rabu, 21 November 2017 - 20:50 wib
SUDAH INKRACHT DI PENGADILAN
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Rabu, 21 November 2017 - 20:40 wib
RESMI DIBERHENTIKAN PSSI
Berakhir Sudah Tugas Indra Indra Sjafri di Timnas U-19, Selanjutnya...
Rabu, 21 November 2017 - 20:30 wib
USAI SETNOV DITAHAN KPK
Kursi Ketua DPR Layak Diisi Enam Kader Golkar Ini
Rabu, 21 November 2017 - 20:20 wib
344 WARGA PENDATANG DIBEBASKAN
Bebaskan Sandera KKSB, Kekuatan TNI-Polri Jauh Lebih Besar
Rabu, 21 November 2017 - 20:00 wib
BANYAK KEJANGGALAN DALAM KASUS E-KTP
Minta Pansus Angket Investigasi, Fahri Hamzah Ancam Bubarkan KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:54 wib
DITAHAN TERKAIT KASUS E-KTP
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Rabu, 21 November 2017 - 19:48 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:42 wib
BANTU KPK
Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?
Rabu, 21 November 2017 - 19:36 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Mitos yang Berkembang dalam Tuberculosis

Selasa, 21 November 2017 - 10:32 WIB

Masyarakat LTD Diajak Hidup Sehat Semarak HKN

Senin, 20 November 2017 - 08:54 WIB

Wanita dan Diabetes pada Kehamilan

Minggu, 19 November 2017 - 12:51 WIB

Tahun Politik, Setya Novanto Diramalkan Kena Penyakit Berat Ini
Penanggulangan AIDS Terancam Gagal Dukungan Global Fund Berakhir Desember 2017
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini