Wonderful Indonesia
RAZIA DI 10 KOTA
Dijual Bebas, Ratusan Ribu Pil Penenang Diamankan BPOM
Jumat, 11 Agustus 2017 - 16:38 WIB > Dibaca 827 kali Print | Komentar
Dijual Bebas, Ratusan Ribu Pil Penenang Diamankan BPOM
Polisi menunjukkan penjual obat terlarang bersama barang bukti puluhan ribu obat daftar G. (HASBULLAH/INDOPOS/JAWAPOS.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Operasi pemberantasan peredaran obat penenang dan obat keras yang dijual bebas di toko dilakukan BPOM. Padahal, penjualan obat itu sudah diatur ketat dan bahkan sudah tidak ada lagi izin edarnya.

Dari 10 kota yang dirazia, ditemukan 13 jenis obat yang tidak boleh asal dijual. Menurut Kepala BPOM Penny K. Lukito, kota yang menjadi sasaran razia itu, antara lain, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Mataram, Denpasar, Makassar, Serang, dan Palangka Raya.

Adapu sasarannya ialah obat-obat keras yang dijual di toko obat, toko kosmetik, dan toko kelontong. Hasilnya, ditemukan 13 jenis obat dengan total 925.919 pieces senilai Rp3,1 miliar yang diduga melanggar ketentuan. Obat ilegal yang sering disalahgunakan, antara lain, Hexymer, Dextromethorphan, Tramadol, Stronginal, Charnophen, Trihexyphenidyl, dan Somadril Compositum.

Diketahui, kini obat-obat itu semakin populer dan digemari karena berfungsi hampir sama dengan narkotika sebagai penenang saraf serta mudah didapat. Harganya pun relatif lebih murah.

"Di Kalimantan Selatan, misalnya, penyalahgunaan Charnophen atau yang dikenal dengan pil jin itu tertinggi. Sekitar 76 persen penggunaan narkoba lainnya seperti ganja atau ineks," tuturnya.

Ditambahkan Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM Hendri Siswadi, izin edar Charnophen sebenarnya sudah dicabut. Namun, obat penenang itu tetap beredar. Bahkan, harganya lebih tinggi. Dulu harganya hanya Rp6 ribu untuk 10 butir, sedangkan sekarang bisa Rp50 ribu di pasar gelap.

"Biasanya dicampurkan kopi," ucapnya.

Di samping itu, penggunaan obat keras yang dilarang juga beredar di Bima, Nusa Tenggara Barat. Bedanya, ditemukan banyak Tramadol. Dari hasil penyelidikan BPOM, cara membawa obat penenang tersebut tidak standar, yaitu dibawa dengan karung yang diletakkan di dalam mobil dan diseberangkan dengan kapal.

"Padahal, ada standar distribusi yang harus dipatuhi," tuntasnya. (jun/and/c19/oki)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SEBAGAI PERNYATAAN MEDIA MASSA
Terkait Pelaporan, Ketua YLBHI Sarankan Kivlan Zen Gunakan Hak Jawab
Rabu, 20 September 2017 - 20:00 wib
BERTEBARAN JELANG 30 SEPTEMBER
Ketua MPR Keluhkan Pihak yang Sering Tunggangi Isu PKI
Rabu, 20 September 2017 - 19:30 wib
DI 24 PROVINSI
Pesan Bawaslu RI saat Lantik 72 Anggota Periode 2017-2022
Rabu, 20 September 2017 - 19:15 wib
NYATAKAN KEBERATAN
Praperadilan Novanto, Kuasa Hukum Bacakan 7 Poin Permohonan Ini
Rabu, 20 September 2017 - 19:00 wib
PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Kuasa Hukum Sebut Setya Novanto Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa
Rabu, 20 September 2017 - 18:30 wib
UMAT ISLAM DIIMBAU TAK LUPA
Buku Sejarah Peristiwa G30S PKI Harus Ditertibkan Pemerintah, Ini Alasan MUI
Rabu, 20 September 2017 - 18:15 wib
DINILAI PENUH UNSUR KEKERASAN
KPAI Minta Sekolah Kaji Kembali Rencana Pemutaran Film G30S/PKI
Rabu, 20 September 2017 - 18:00 wib
MASIH DIRAWAT INTENSIF
Dokter Larang Penjenguk Bicara Politik dengan Novanto
Rabu, 20 September 2017 - 17:45 wib
TUTUP USIA SELASA MALAM
Sang Ayah Berpulang, Ini Ungkapan Duka Cita Momo Geisha
Rabu, 20 September 2017 - 17:30 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
11 Aktivitas yang Bisa Membuat Bahagia

Selasa, 19 September 2017 - 10:07 WIB

Kurang Tidur  Berisiko Diabetes

Selasa, 19 September 2017 - 10:05 WIB

Si Pahit Ini Punya  Khasiat Dahsyat

Selasa, 19 September 2017 - 10:03 WIB

Waspadai Tanda-tanda Stres pada Anak

Selasa, 19 September 2017 - 10:01 WIB

Wow! Ekstrak Cacing Laut Bisa Obati Diabetes Meletus

Minggu, 17 September 2017 - 00:40 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us