Wonderful Indonesia
TERKAIT TERJADINYA KELANGKAAN
Kata Menteri Susi, Harga Garam Sempat Dimainkan Kartel
Jumat, 11 Agustus 2017 - 16:34 WIB > Dibaca 450 kali Print | Komentar
Kata Menteri Susi, Harga Garam Sempat Dimainkan Kartel
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti angkat bicara di depan akademisi dan mahasiswa soal carut marutnya kelangkaan garam beberapa waktu lalu.

Adapun pemerintah telah menunjuk PT Garam untuk mengimpor bahan baku garam konsumsi. PT Garam diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Susi mengungkapkan isi hatinya di depan mahasiswa dalam Orasi Ilmiah dan Talkshow membangun ekonomi maritim di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Jumat pagi (11/8/2017).

"(Saya) diserang isu garam, saya bilang ekspor impor itu bukan urusan saya. Yang saya urusi itu petani garam," katanya.

Lantas, Susi memaparkan penyebab mahalnya harga garam beberapa saat lalu. Dia membandingkan harga kiriman garam dari Sampang dan Darwin, Australia.

"Ongkos kirim dari Sampang itu lebih mahal. Sedangkan kalau kirim dari Darwin cuma 600 Dolar, sudah dapat tiga kontainer," ucap perempuan asal Pangandaran itu.

Menteri yang mendapat gelar Honoris Causa dari Universitas Diponegoro itu menyatakan, murahnya biaya impor itu kemudian dimainkan oleh para pemain garam. Dikatakannya, ada kartel yang mempermainkan harga garam sehingga harga jual dari petani anjlok.

Kata dia lagi, saat garam langka, kartel memanfaatkannya. Akan tetapi, dia tidak menjelaskan secara gamblang, soal kartel tersebut.

"Jadi, garam yang seharusnya dibuat industri ini dijual lagi untuk konsumen (rumah tangga)," jelasnya.

Susi menyatakan, dia menyambut positif naiknya harga garam saat ini. Itu karena petani garam bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Kehadiran Susi di Surabaya dalam rangka rangkaian Dies Natalis Universitas Airlangga yang ke-56.

Di samping menyinggung soal garam, Susi juga menjelaskan capaian kinerjanya selama menjadi menteri. Dia menegaskan bahwa kedaulatan laut Indonesia harus tetap ditegakkan. (did)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Syamsuar Ajak Warga Introspeksi Diri
Jumat, 22 September 2017 - 15:47 wib

Tenda Bantuan Berhasil Dibangun
Jumat, 22 September 2017 - 14:54 wib

18 CSO Tinjau Pembangunan Lingkungan Siak
Jumat, 22 September 2017 - 14:44 wib

Auditor BPK Terima Suap
Jumat, 22 September 2017 - 14:41 wib

KPU Ajak Peretas Bantu Jaga Sipol
Jumat, 22 September 2017 - 14:41 wib

Balon Wagubri Khairuddin Bentuk Tim Relawan
Jumat, 22 September 2017 - 14:30 wib

Siak dan Rohil Buka Pendaftaran Panwascam
Jumat, 22 September 2017 - 14:30 wib

Titip Kepedulian untuk Rekan Alumni SMAN 428
Jumat, 22 September 2017 - 13:59 wib

SSBI Muda Empat Balai Bernuansa Islami
Jumat, 22 September 2017 - 13:04 wib
KAB BENGKALIS
Tiga Kecamatan Belum Terdaftar Di Kemendagri sebagai Pemilih
Jumat, 22 September 2017 - 12:55 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Pengusaha Keberatan Harta Dianggap Penghasilan

Jumat, 22 September 2017 - 11:35 WIB

Belum Ada Laporan Akibat Double Swipe

Jumat, 22 September 2017 - 11:32 WIB

Oktober, Xpander Dikirim ke Pelanggan

Jumat, 22 September 2017 - 09:53 WIB

Gratis Top Up untuk Rp200 Ribu ke Bawah

Jumat, 22 September 2017 - 09:40 WIB

Wedang ala Angkringan di Golden Tulip Essential Hotel

Jumat, 22 September 2017 - 09:33 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us