Wonderful Indonesia
TERKAIT TERJADINYA KELANGKAAN
Kata Menteri Susi, Harga Garam Sempat Dimainkan Kartel
Jumat, 11 Agustus 2017 - 16:34 WIB > Dibaca 643 kali Print | Komentar
Kata Menteri Susi, Harga Garam Sempat Dimainkan Kartel
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti angkat bicara di depan akademisi dan mahasiswa soal carut marutnya kelangkaan garam beberapa waktu lalu.

Adapun pemerintah telah menunjuk PT Garam untuk mengimpor bahan baku garam konsumsi. PT Garam diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Susi mengungkapkan isi hatinya di depan mahasiswa dalam Orasi Ilmiah dan Talkshow membangun ekonomi maritim di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Jumat pagi (11/8/2017).

"(Saya) diserang isu garam, saya bilang ekspor impor itu bukan urusan saya. Yang saya urusi itu petani garam," katanya.

Lantas, Susi memaparkan penyebab mahalnya harga garam beberapa saat lalu. Dia membandingkan harga kiriman garam dari Sampang dan Darwin, Australia.

"Ongkos kirim dari Sampang itu lebih mahal. Sedangkan kalau kirim dari Darwin cuma 600 Dolar, sudah dapat tiga kontainer," ucap perempuan asal Pangandaran itu.

Menteri yang mendapat gelar Honoris Causa dari Universitas Diponegoro itu menyatakan, murahnya biaya impor itu kemudian dimainkan oleh para pemain garam. Dikatakannya, ada kartel yang mempermainkan harga garam sehingga harga jual dari petani anjlok.

Kata dia lagi, saat garam langka, kartel memanfaatkannya. Akan tetapi, dia tidak menjelaskan secara gamblang, soal kartel tersebut.

"Jadi, garam yang seharusnya dibuat industri ini dijual lagi untuk konsumen (rumah tangga)," jelasnya.

Susi menyatakan, dia menyambut positif naiknya harga garam saat ini. Itu karena petani garam bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Kehadiran Susi di Surabaya dalam rangka rangkaian Dies Natalis Universitas Airlangga yang ke-56.

Di samping menyinggung soal garam, Susi juga menjelaskan capaian kinerjanya selama menjadi menteri. Dia menegaskan bahwa kedaulatan laut Indonesia harus tetap ditegakkan. (did)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIGELAR DI ASIT
Suku Teater Mulai Pementasan Perdana "Dilanggar Todak"
Jumat, 23 Februari 2018 - 01:20 wib
DIBERIKAN ANDI NAROGONG
Mengejutkan! Kasus e-KTP, Novanto Ternyata Dapat Jatah USD 1,8 Juta
Jumat, 22 Februari 2018 - 21:00 wib
JADI POLEMIK
Soal Perppu MD3, Bamsoet Akui Sepakat dengan Jokowi, Ini Alasannya
Jumat, 22 Februari 2018 - 20:50 wib
POLEMIK DUALISME
Fraksi dan AKD di DPR Dirombak OSO, Kubu Sudding Naik Pitam
Jumat, 22 Februari 2018 - 20:40 wib
KASUS PENYIRAMAN AIR KERAS
Kasus Novel Akan Dituntaskan Kapolda Metro, Janji?
Jumat, 22 Februari 2018 - 20:30 wib
GELAR MUNALSUB 2016
Tepis Isu Jual Jabatan Ketum ke OSO, Wiranto Bilang Begini
Jumat, 22 Februari 2018 - 20:10 wib
KESEPAKATAN PEMERINTAH DAN DPR
Jokowi Tolak Tanda Tangani UU MD3 karena Pencitraan? Kata Zulkifli Hasan...
Jumat, 22 Februari 2018 - 20:00 wib
SYUKURAN LOLOS PEMILU
Sudding Dipecat dari Jabatan Sekjen Hanura, OSO: Wiranto Setuju
Jumat, 22 Februari 2018 - 19:50 wib
SEPAKBOLA INDONESIA
Kick Off Liga 1 Musim 2018 Digelar 10 Maret Mendatang
Jumat, 22 Februari 2018 - 19:40 wib
JALANI PEMERIKSAAN MEDIS
Resmi! Dhawiya Ditahan Polda Metro Terkait Kasus Narkoba
Jumat, 22 Februari 2018 - 19:30 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Telkomsel Berdayakan Masyarakat Melalui “Baktiku Negeriku”
Smartfren Hadirkan Voucher Data 4G LTE

Kamis, 22 Februari 2018 - 11:53 WIB

Hadiah Total Miliaran Rupiah untuk Pelanggan

Kamis, 22 Februari 2018 - 11:41 WIB

BMPD Riau Berbagi Bersama Anak Panti Asuhan

Kamis, 22 Februari 2018 - 11:27 WIB

BMPD Riau Berbagi Bersama

Kamis, 22 Februari 2018 - 10:34 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us