Wonderful Indonesia
KERSJA SAMA DENGAN BIN
Diduga Anti-Pancasila, Empat Ormas Mulai Dipantau Pemerintah
Jumat, 11 Agustus 2017 - 16:23 WIB > Dibaca 733 kali Print | Komentar
Diduga Anti-Pancasila, Empat Ormas Mulai Dipantau Pemerintah
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Adanya organisasi kemasyarakatan (ormas) yang anti terhadap Pancasila ditanggapi serius oleh pemerintah. Menindaklanjuti itu, Kementerian dalam negeri tidak akan segan-segan membubarkan organisasi tersebut.

Dikatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, masih ada sejumlah ormas yang diduga memiliki paham anti terhadap Pancasila tersebar di empat atau lima provinsi di Indonesia. Karena itu, pemerintah harus bergerak dengan cepat.

“Jumlahnya tidak banyak, cuma di bawah lima  saja, skalanya kecil," katanya di Kemendagri, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Tjahjo menyatakan, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Badan Inteli‎jen Negara (BIN), Polri dan Kejaksaan Agung mengenai keberadaan ormas tersebut. Sebab, jika membubarkan suatu ormas pemerintah harus memiliki bukti kuat seperti kegiatan ormas tersebut apakah bertentangan dengan Pancasila.

"Nanti hasilnya akan dilaporkan ke Menkopolhukam (Wiranto)," ucap mantan Sekjen PDIP itu.

Adapun Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sendiri sebelumnya juga pernah membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)  yang dinilai anti terhadap Pancasila‎.  Pembubaran HTI itu menggunakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Peppu) Nomor 2 Tahun 2017 atau yang disebut Perpu Ormas.

Menurut Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham, Freddy Harris, tindakan tegas yang diberikan kepada ormas HTI sebagai upaya mencegah munculnya penyimpangan atas ideologi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DAPAT PERHATIAN KHUSUS
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Jumat, 19 Oktober 2017 - 21:00 wib
UNTUK NAIKKAN ELEKTABILITAS
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:45 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:30 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:15 wib
SAMBUT BAIK USAHA PEMBERANTASAN KORUPSI
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:00 wib
MASA JABATAN BERAKHIR
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:30 wib
SOAL ISTILAH PRIBUMI
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:20 wib
PASCA-PEMBUBARAN
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:10 wib
UNTUK SATU POSTINGAN INSTAGRAM
Soal Endorse Rp100 Juta, Syahrini Akui Hanya Bercanda
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:00 wib
PILPRES 2019
Saingi Jokowi, Apa yang Sudah Diperbuat Prabowo?
Jumat, 19 Oktober 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI

Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:00 WIB

DPR Lakukan Ini agar Densus Tipikor Setara KPK

Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:20 WIB

Sembilan Usulan Pahlawan Nasional, Nama Gus Dur Termasuk
Sembilan Nama Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:26 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini