Wonderful Indonesia
PASCA-PENANGKAPAN
Bermula dari Jualan Seprei dan Pulsa, Beginilah Jatuh Bangun Pendiri First Travel
Jumat, 11 Agustus 2017 - 16:14 WIB > Dibaca 785 kali Print | Komentar
Bermula dari Jualan Seprei dan Pulsa, Beginilah Jatuh Bangun Pendiri First Travel
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dari travel favorit yang bisa memberangkatkan umrah dengan biaya sangat murah, kini menjadi penuh masalah. Hal itu lah yang terjadi kepada First Travel, sebagai biro wisata beserta umrah dan haji yang sempat sukses.

Lini bisnis itu saat ini telah ditutup otoritas jasa keuangan dan pemiliknya ditahan polisi karena gagal memberangkatkan jamaah. Adapun pemilik First Travel adalah pasangan suami istri Andika Surachman (32) dan Anniesa Desvitasari Hasibuan (31). Pasangan muda itu berhasil bangkit dari keterpurukan dan penuh kekurangan, lantas menjadi bergelimang harta.

Pasalnya, kurang dari lima tahun First Travel berhasil menjadi biro besar. Bahkan, dalam satu tahun bisa menerbangkan 52 ribu jamaah dengan omset hampir satu triliun. Jawa Pos pernah melakukan wawancara khusus dengan pengusaha muda itu soal keberhasilannya dalam membangun First Travel.

Berikut ini pengakuan Andika dan Anniesa seperti yang termuat di koran Jawa Pos pada 16 Januari 2015.

***

Bisnis travel religi masih punya ceruk pasar yang besar. Salah satu yang menuai sukses adalah First Travel. Kurang dari lima tahun, travel tersebut menerbangkan 52 ribu jamaah.

---


KISAH sukses itu dibangun pasangan suami istri Andika Surachman, 29, dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, 28. Berawal dari meninggalnya orang tua Anniesa pada 2008 yang selama ini menjadi salah satu sandaran hidup, sebagai pasangan muda yang hanya lulusan SMA, mereka kebingungan.

Beban yang mereka emban bukan hanya soal keluarga yang baru dibangun. Tetapi, masih ada adik-adik yang harus diurusi. Gaji Rp 250 ribu per minggu dari hasil magang di bank jelas tidak cukup. Motor yang dimiliki lantas digadaikan untuk mendapatkan pinjaman Rp 2 juta.

’’Kami buka konter pulsa, jual burger, seprai, dan bantal. Istri juga marketing alat kecantikan. Uang modal ludes, tanpa ada pemasukan berarti,’’ ujar Andika saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, kemarin. Untuk bisa bertahan, mereka sepakat menggadaikan rumah milik almarhum.

Tetapi, sama saja. Minimnya keahlian membuat usaha tidak berkembang. Ujung-ujungnya, rumah disita bank. Dengan modal minim sisa pengembalian bank, mereka lantas membuka sebuah CV yang bergerak di bidang travel. Tidak ada modal keahlian, mereka mengandalkan yellow pages dan telepon. ’’Setiap hari kami telepon perusahaan yang butuh travel. Operasional jadi membengkak,’’ ingatnya. Sampai 2011, belum ada titik terang soal bisnis travel itu. Selama berdiri, mereka jadi travel serabutan. Anak-anak sekolah atau orang sekadar mau beli tiket, semua dijalani.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Pemberantasan Korupsi Tidak Jalan di Tempat
Rabu, 17 Oktober 2017 - 15:22 wib

DKV SMKN 4 Pekanbaru Unjuk Gigi dengan Karya
Rabu, 17 Oktober 2017 - 15:00 wib

PKS Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Danau Lancang
Rabu, 17 Oktober 2017 - 14:53 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Verifikasi Kebenaran Informasi Media Sosial
Rabu, 17 Oktober 2017 - 12:51 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Komisi II Banyak Terima Aduan Konflik Agraria
Rabu, 17 Oktober 2017 - 12:34 wib
EKONOMI BISNIS
Dukung Pemerintah Registrasi Pelanggan Prabayar
Rabu, 17 Oktober 2017 - 12:28 wib

Buruh Melawan Suarakan Aspirasi, Cabut Permen LHK 17
Rabu, 17 Oktober 2017 - 12:01 wib

Akom Beri Sinyal Setnov Terlibat Kasus Proyek KTP-el
Rabu, 17 Oktober 2017 - 11:39 wib
Cari Berita
Hiburan Terbaru
Hamil Anak ke-3, Makin Getol Berbisnis Kue

Selasa, 17 Oktober 2017 - 11:08 WIB

Lagu Sayang Mirip Lagu Jepang

Selasa, 17 Oktober 2017 - 11:05 WIB

Kembali Tuai Pujian

Selasa, 17 Oktober 2017 - 11:03 WIB

IDA 2017, Inilah Kategori Ini yang Diraih Zaskia Gotik

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 19:00 WIB

Siti Nurhaliza Hamil Anak Pertama Setelah 11 Tahun Menikah
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini