Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Perca >>
REKOMENDASI FILM
"Legends of the Fall": Tentang Cinta dan Kesetiaan tanpa Batas
Sabtu, 05 Agustus 2017 - 00:35 WIB > Dibaca 3357 kali Print | Komentar
"Legends of the Fall": Tentang Cinta dan Kesetiaan tanpa Batas
Julia Ormond dan Brad Pitt dalam "Legends of the Fall". (IMDB)
Berita Terkait



Legends of the Fall adalah salah satu film terbaik karya Edward Zwick yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Jim Harrison. Film ini meraih penghargaan Oscar untuk Sinematografi Terbaik 1995. Kita akan masuk ke dalam sebuah dunia yang penuh dengan rasa cinta dan kesetiaan tanpa batas.

Berkisah tentang keluarga Kolonel William Ludlow (Anthony Hopkins) yang muak dengan standar ganda pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap minoritas Indian dan kulit hitam, yang kemudian berhenti dari militer dan tinggal di sebuah dataran tinggi di Rocky Mountain, Montana, sebagai peternak.

Dia punya tiga anak bujang: si sulung Alfred Ludlow (Aidan Quinn), Tristan Ludlow (Brad Pitt), dan Samuel Ludlow (Henry Thomas). Mereka sama-sama jatuh cinta kepada Susannah Fincannon (Julio Ormond), gadis terpelajar asal kota yang merupakan tunangan Samuel.

Masalah bermula ketika Samuel yang baru selesai kuliah dan membawa Susannah ke Rocky Mountain, mendengar Inggris diserang pasukan fasis Jerman jelang Perang Dunia II. Sebagai keluarga keturunan Inggris --yang merasa lebih Inggris dari orang Inggris sendiri--, Samuel merasa punya kewajiban untuk membela Inggris dengan masuk tentara yang dikirim ke sana. Sang ayah tak bisa mencegah, juga dua kakaknya, serta cinta Susannah.

Akhirnya William menyuruh Alfred dan Tristan untuk masuk tentara juga dengan kewajiban utama "menjaga" Samuel. Di medan perang, Tristan yang ditugaskan harus selalu dekat dengan Samuel, suatu saat silap. Samuel yang merasa dijaga dua kakaknya, pergi ke medan laga di garis depan dengan mengelabui Tristan. Samuel diterjang peluru dan tewas.

Tristan merasa menjadi orang yang paling bersalah. Namun Alfred justru menuduhnya sengaja membiarkan Samuel mati karena ingin merebut Susannah. Alfred cemburu karena sebelum mereka berangkat perang, dia memergoki Tristan berciuman dengan Susannah. Dia melihat cinta yang berbinar dari mata Susannah untuk Tristan. Sejak itu, Alfred dan Tristan tak pernah akur. Kematian Samuel juga membuat William mengalami stroke berat.

Rasa bersalah juga yang membuat "beruang" yang ada dalam diri Tristan memberontak dan semakin liar. Dia kemudian pergi berkelana keliling dunia dan meninggalkan Susannah yang terlanjur mencintainya dan selalu menunggunya bertahun-tahun. Sebelum pergi, Susannah bertanya: "Beri aku alasan apa yang membuatmu supaya tidak pergi." Tapi Tristan tak menjawab apa-apa. Hanya mata "beruangnya" yang menjelaskan bahwa cintanya kepada gadis itu sangat besar.

(Di bagian ini disebutkan kalau Tristan sempat berkelana sampai ke tanah Jawa dan diberi semacam jimat oleh orang Jawa).

Hingga sebuah surat yang dikirim Tristan entah dari mana mengatakan agar Susannah jangan menunggunya. "Aku telah mati. Cinta kita telah mati..." kata Tristan yang membuat hati Susannah patah.

Dia kemudian menerima pinangan Alfred untuk menjadi istrinya dan tinggal di kota. Alfred yang merasa dimusuhi ayahnya (karena dianggap merebut Susannah dari Tristan), pergi ke kota dan sukses sebagai pengusaha dan politikus. Kata Alfred kepada Susannah: "Lelaki seperti dia (Tristan) tak akan membuatmu bahagia. Kau layak hidup bahagia, Susannah..."

Setelah sekian tahun berkelana, Tristan akhirnya pulang ke Rocky Mountain, memperbaiki peternakan, menikah dengan anak pembantu keluarganya, Isabel Two (Karina Lombard) dan punya anak. Tristan juga berbisnis minuman keras yang membuatnya dimusuhi para pengusaha bisnis ini yang merasa terancam. Ketika Isabel Two terbunuh oleh kawanan Jhon T O’Bainon (Robert Wisden), dia marah dan menghajarnya hingga babak belur.

Saat Tristan di penjara, Susannah (tanpa sepengetahuan Alfred) menjenguknya. Cintanya tak pernah padam pada lelaki urakan itu. Saat mereka bertemu, mereka berpandangan, berpelukan, dan berciuman, selayaknya dua orang yang tetap saling mencintai yang terpisah begitu lama.

"Kadang-kadang aku masih sering bermimpi bahwa aku adalah ibu dari anak-anakmu. Aku ingin dia (Isabel Two) mati. Bahkan mungkin aku juga menginginkan Samuel mati," kata Susannah.

"Kau tak ada hubungannya dengan kematian Samuel, juga Isabel," balas Tristan.

"Aku ingin mereka mati..."

"Pulanglah... Pulanglah ke Alfred..." kata Tristan lagi.

Setelah keluar dari tahanan, dibantu para abdi setianya (hampir semuanya dari suku Indian), Tristan menghabisi Jhon T O’Bainon dan komplotannya. Bersamaan dengan itu, Susannah menembak kepalanya sendiri dengan pistol milik Alfred di kamarnya. Dia tak pernah bisa mencintai Alfred. Cintanya hanya untuk Tristan.

Alfred kemudian mengirimkan telegram untuk Tristan: “Kau telah memenangkan hatinya…”

Ketika mengantarkan mayat Susannah ke rumah ayahnya untuk dikuburkan di rumah peternakan di Rocky Mountain, setelah pemakaman, Alfred mengatakan kepada Tristan bahwa dia sudah berusaha melakukan apapun agar Susannah mencintainya.

“Aku mengikuti semua aturan. Manusia dan Tuhan. Dan kau… Kau tak mengikuti salah satu dari itu. Tetapi semuanya sangat mencintaimu. Samuel, ayah, dan istriku sendiri…” kata Alfred sambil menangis. Keduanya menangis di dekat gundukan tanah di mana Susannah dikuburkan.

Film ini dituturkan oleh One Stab (Gordon Tootoosis), lelaki Indian yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk keluarga Ludlow. Dia tahu semua sejarah keluarga ini sejak anak-anak William masih kecil, hingga mereka meninggal semuanya.

Menurut saya, ini juga salah satu film drama cinta terbaik yang pernah saya tonton selain The English Patient dan The House of the Spirits(Hary B Koriun)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Via Vallen
Lagu Sayang Mirip Lagu Jepang
Selasa, 17 Oktober 2017 - 11:05 wib
Ruben Onsu
Kembali Tuai Pujian
Selasa, 17 Oktober 2017 - 11:03 wib

Samsat Tambah Jam Operasional
Selasa, 17 Oktober 2017 - 11:03 wib

Pemko Gerah Pasar Kaget Marak
Selasa, 17 Oktober 2017 - 11:00 wib

Berjuang Jadi Janda
Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:55 wib

Menjaga Jalur Hijau
Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:48 wib

Ubah Sampah Jadi Gas
Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:45 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Korban Banjir Terbantu dengan Perhatian Pemkab
Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:44 wib

SKTM Digunakan untuk Memperoleh Bantuan
Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:40 wib

IRT Dihipnotis Dua Pria
Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:37 wib
Cari Berita
Perca Terbaru
Beratnya Perjuangan Sepakbola di SEA Games

Kamis, 17 Agustus 2017 - 00:12 WIB

Antara Sri Bintang Pamungkas dan Amien Rais

Kamis, 08 Juni 2017 - 17:10 WIB

 Pertahanan Terbaik atau Ketajaman Mencetak Gol?

Minggu, 04 Juni 2017 - 01:11 WIB

Keberuntungan atau Kecerdasan Zidane?

Kamis, 20 April 2017 - 03:04 WIB

Diapresiasi Mampu Jaga Kemajemukan

Senin, 10 April 2017 - 09:05 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us