Wonderful Indonesia
USAI KELUARNYA PERPPU ORMAS
Kesal, Ini Kata Mendagri saat Kebijakan Pemerintah Dianggap Keliru
Kamis, 03 Agustus 2017 - 16:41 WIB > Dibaca 483 kali Print | Komentar
Kesal, Ini Kata Mendagri saat Kebijakan Pemerintah Dianggap Keliru
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Saat ini, banyak pimpinan organisasi masyarakat (ormas), dan partai politik yang mengeluarkan pernyataan pemerintah bertindak sewenang-wenang dalam pembuatan Undang-Undang.

Adapun hal itu terjadi usai keluarnya Perppu Nomor 2/2017 tentang Ormas dan UU Pemilu. Banyak pihak menganggap pemerintah telah menciderai dan tidak berpihak kepada masyarakat dalam UU tersebut.

Karena itu, UU tersebut digugat di Mahkamah Konstitusi (MK). Hal itu pun dikeluhkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) ā€ˇTjahjo Kumolo.

"Pemerintah (disebut) membuat UU menyimpang dari konstitusi. Lho yang bodoh yang mana? Yang lelucon yang mana," katanya saat ditemui di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Dia memandang, yang berhak menilai UU tersebut melanggar konstitusi adalah MK, bukan pimpinan partai politik, ormas dan tokoh-tokoh lainnya. Karena itu, dia mengaku aneh apabila belum ada keputusan dari MK, tetapi sudah banyak yang menilai UU tersebut melanggar konstitusi.

"Yang berhak menentukan sebuah UU melanggar konstitusi itu adalah MK, itu aturannya," tegas politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Dia sendiri mengaku tidak mempermasalahkan apabila ada UU yang telah diterbitkan digugat oleh sejumlah pihak. Kata Tjahjo, memang sudah menjadi mekanisme apabila orang yang tidak setuju lewat UU, silakan melakukan gugatan ke MK.

"Ya enggak apa-apa digugat ke MK, itu memang sudah mekanisme hukum," tandasnya. (cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DAPAT PERHATIAN KHUSUS
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Jumat, 19 Oktober 2017 - 21:00 wib
UNTUK NAIKKAN ELEKTABILITAS
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:45 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:30 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:15 wib
SAMBUT BAIK USAHA PEMBERANTASAN KORUPSI
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI
Jumat, 19 Oktober 2017 - 20:00 wib
MASA JABATAN BERAKHIR
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:30 wib
SOAL ISTILAH PRIBUMI
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:20 wib
PASCA-PEMBUBARAN
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:10 wib
UNTUK SATU POSTINGAN INSTAGRAM
Soal Endorse Rp100 Juta, Syahrini Akui Hanya Bercanda
Jumat, 19 Oktober 2017 - 19:00 wib
PILPRES 2019
Saingi Jokowi, Apa yang Sudah Diperbuat Prabowo?
Jumat, 19 Oktober 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI

Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:00 WIB

DPR Lakukan Ini agar Densus Tipikor Setara KPK

Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:20 WIB

Sembilan Usulan Pahlawan Nasional, Nama Gus Dur Termasuk
Sembilan Nama Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:26 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini