Wonderful Indonesia
Potensi Kebun Nenas Masyarakat di Kecamatan Sungaiapit, Siak
Tak Terjejas Krisis
Minggu, 30 Juli 2017 - 14:26 WIB > Dibaca 2925 kali Print | Komentar
Tak Terjejas Krisis
MASUKKAN NENAS: Tiga pekerja saat memasukkan buah nenas ke dalam truk di Kecamatan Sungaiapit, Siak Selasa malam (25/7/2017). Nenas hasil kebun masyarakat setempat dibawa dan dijual ke Jakarta dan sejumlah wilayah di Pulau Sumatera lainnya.
Berita Terkait



Awalnya tidak ada yang menduga, nenas yang ditanam masyarakat disejumlah desa di Kecamatan Sungaiapit, Kabupaten Siak akan menghidupi dan menggerakkan ekonomi rakyat tempatan. Saat sejumlah masyarakat terkena dampak krisis ekonomi,  petani  di daerah ini justru tidak merasakannya. Kebun nenas yang mereka tanam sejak beberapa tahun lalu mampu membentengi diri  dan merekapun tak terjejas (tidak menerima dampak, red) dari  krisis ekonomi.

SUNGAIAPIT (RIAUPOS.CO) -Malam makin menjelang. Tiga pekerja tengah memasukkan ribuan buah nenas ke dalam truk yang berukuran besar. Ketiganya memiliki peran dan tugas masing-masing. Dua berada di dalam truk untuk mengatur buah nenas dan seorang lainnya mengambil tiga sampai empat butir buah  yang selanjutnya dilempar dengan lembut masuk ke dalam truk.

Ketiganya Anas, Sadun dan Kamal. Malam itu ketiganya memang mengambil upah memasukkan buah nenas ke dalam truk.  Sudah hampir tujuh jam mereka bekerja hari itu, ketiganya bekerja dengan serius, cekatan dan cermat. Setiap buah nenas yang dilempar jatuh dengan lembutnya sehingga buah itu tidak rusak ketika jatuh.

Keringat bercucuran membasahi sekujur tubuh dan baju ketiganya. Namun itu tidak mereka pedulikan, sebab pekerjaan itu harus diselesaikan secepatnya,  karena masih banyak buah nenas yang harus mereka masukkan ke dalam truk. ‘’Di kebun masih ada, jumlahnya mungkin masih 500 hingga 600 buah lagi,’’ ujar Anas kepada Riau Pos saat itu.

Butir demi butir buah nenas terus mereka masukkan dan disusun dengan rapi, bentuk susunnya juga harus tertata dengan baik dan rapi, sebab jika tidak demikian saat dalam perjalanan nanti buah nenas itu bisa jatuh atau rusak karena bersenggolan antara satu dengan yang lainnya. Jika kondisi buah rusak  tentu harga jualnya akan jauh menurun.

‘’Mungkin pukul 00:00 WIB baru selesai ni bang, karena di kebun masih banyak buah nenas yang sedang dijemput. Mudah-mudahan malam ini tidak turun hujan, kalau hujan susah kami bekerja memasukkan buah ini,’’ ujar Anas menambahkan.

Rutinitas seperti ini setidaknya mereka lakukan tiga hari dalam seminggu. Karena agen nenas dimana mereka bekerja memang mengirim buah  ini setiap tiga hari dalam seminggu. Sementara ketiganya mengambil upah memasukkan buah nenas. Untuk mengisi satu truk hingga penuh mereka mendapat upah antara Rp250.000 hingga Rp300.000.

Upah ini mereka bagi tiga, itu sudah upah bersih, karena minum, makan dan snack sudah ditanggung agen. ‘’Alhamdulillah bisalah untuk membeli susu, beras dan berbagai keperluan lainnya,’’ tutur Sadun menambahkan.

Selain mengambil upah memasukkan buah nenas ini, ketiganya juga mengambil upah memanen, membersihkan lahan, menanam dan sebagainya. Pekerjaan seperti ini tidak hanya dilakoni ketiganya, melainkan juga dilakoni puluhan masyarakat lainnya tentunya dengan bekerja pada agen nenas lainnya.

‘’Alhamdulillah pergerakan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sungaiapit saat ini cukup bergairah. Perkebunan nenas yang mereka tanam di kebun dan di sela-sela kebun sawit dan karet telah menggerakkan roda ekonomi masyarakat di sini,’’ ujar Camat Sungaiapit Suparni SSos.

Potensi nenas di kecamatan ini cukup besar, karenanya tambah dia pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar potensi perkebunan nenas ini bisa digarap secara maksimal sehingga dengan sendirinya akan memacu laju pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hampir Rp1 Miliar
Perkebunan nenas rakyat di daerah ini memang telah menggerakkan ekonomi rakyat tempatan. Dari pantauan Riau Pos sejumlah desa di kecamatan itu terlihat tanaman nenas, mulai yang ditanam dalam areal kebun yang cukup luas hingga di pinggir-pinggir jalan.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PENYIDIK ULANG PERTANYAAN LAMA
Kasus e-KTP, Akom Bersaksi untuk Dua Tersangka Sekaligus
Rabu, 22 November 2017 - 17:45 wib
ACARA NGUNDUH MANTU PUTRI PRESIDEN RI
Telkom Group Antisipasi Lonjakan Trafik Telekomunikasi
Rabu, 22 November 2017 - 17:35 wib
KIRIM SURAT TULISAN TANGAN
Novanto Minta Tak Dicopot dari Ketua DPR, Begini Kata Ketua MKD
Rabu, 22 November 2017 - 17:30 wib
TERKAIT REVISI
UU Ormas Belum Miliki Nomor Registrasi, Komitmen Pemerintah Dipertanyakan
Rabu, 22 November 2017 - 17:15 wib
TERKAIT PENISTAAN AGAMA
Simak! Begini Kata MUI soal Penghentian Kasus Viktor Laiksodat
Rabu, 22 November 2017 - 17:00 wib
TERKAIT MASALAH MEDIS
Ini Komentar PSSI soal Kematian Pesepakbola Amatir di Sumsel
Rabu, 22 November 2017 - 16:40 wib
PUBLIK MERESPONS NEGATIF
Setnov Tersangka e-KTP, Golkar: Hormati Proses Hukum
Rabu, 22 November 2017 - 16:30 wib
KESAKSIAN DOKTER RSKO
Sejak SMP, Ello Ternyata Sudah Kecanduan Ganja
Rabu, 22 November 2017 - 16:20 wib
HASIL PLENO DPP
GMPG Sebut Setya Novanto Kembali Menang atas Partai Golkar
Rabu, 22 November 2017 - 16:10 wib
KONTRAK TIDAK DIPERPANJANG
Tugas di Timnas U-19 Berakhir, Indra Sjafri: Selamat Berjuang
Rabu, 22 November 2017 - 16:00 wib
Cari Berita
Liputan Khusus Terbaru
Harus Dimulai dari Sekarang

Minggu, 01 Oktober 2017 - 13:54 WIB

Organik Masa Depan Dunia Pertanian

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:49 WIB

Baja Sahabat Alam

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:40 WIB

Terganjal karena Kepentingan?

Minggu, 24 September 2017 - 11:22 WIB

 Tidak Ada Intimidasi

Minggu, 24 September 2017 - 11:18 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us