Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
POLRI SIAPKAN KONSEP
Detasemen Khusus Antikorupsi Dipastikan Tak Saingi KPK
Selasa, 18 Juli 2017 - 00:00 WIB > Dibaca 687 kali Print | Komentar
Detasemen Khusus Antikorupsi Dipastikan Tak Saingi KPK
Jenderal Tito Karnavian. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Datasemen Khusus Antikorupsi akan dibentuk Polri. Adapun konsepnya saat ini tengah diatur seperti apa nantinya.

"Saya lagi membuat rapat-rapat, bentuknya seperti apa, SOP nya seperti apa, biaya berapa, tingkat Mabes berapa, Polda berapa," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Meski begitu, ditegaskannya bahwa Datasemen Khsus Antikorupsi itu tidak akan menyaingi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Khususnya dalam membongkar kasus korupsi besar.

"Intinya kami bukan menyaingi KPK, tidak. KPK kan jumlahnya terbatas, 1000 paling ya, penyidiknya juga 150 mungkin, penyelidiknya juga mungkin segitu. Jadi, yang bisa ditangkap kasus-kasus besar," tuturnya.

Dia menambahkan, nantinya Polri akan berkolaborasi dengan KPK dalam menangani kasus-kasus korupsi. Dia yakin tidak akan ada tumpang tindih. Baik Polri dan KPK, masing-masing memiliki keunggulan. Polri unggul dalam jaringan dan jumlah personelnya.

Dia mengibaratkan, lembaganya sepeti mesin raksasa dengan jumlah personelnya 423 ribu orang, memiliki 33 Polda, dan hampir 500 Polres. Kemampuan pun Polri memiliki  tim surveilance yang terdidik dan terlatih banyak.

Tentu, mereka banyak memahami teknis-teknis penyidikan dan penanganan tipikor.

"Jadi, kenapa kita tak berkolaborasi? Bukan berarti kami ingin menyindir KPK, tidak. KPK bisa katakanlah jadi koordinasi pengawas dalam kasus-kasus tertentu," terangnya.

Di sisi lain, KPK sendiri memiliki kelebihan sulit diintervensi karena bukan bagian dari eksekutif atau pemerintah. Karena itu, perlu kolaborasi supaya kasus-kasus korupsi dituntaskan secara masif. Nantinya bisa dibentuk satuan tugas antara KPK dan Polri untuk menangani perkara. KPK bisa meminta ribuan penyidik misalnya, untuk bergerak selama tiga bulan, dengan biayanya dari KPK atau biaya bersama.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Bill Bailey
Selebritas Kondang Inggris Paling Terkesan Liburan ke Sumatera
Senin, 23 Juli 2017 - 11:50 wib
Wonderful Indonesia Festival 2017
Kemenpar dan KBRI Manila Tebar Pesona di Makati Filipina
Senin, 23 Juli 2017 - 11:28 wib
27 Juli hingga 2 Agustus 2017
Kunjungi Penenun Ulos, Orkestra Vinculos Bakal Genjot Caldera Toba Geopark
Senin, 23 Juli 2017 - 11:15 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
BPI: Rakyat Tunggu Setya Novanto Pakai Rompi Oranye KPK
Senin, 23 Juli 2017 - 00:54 wib
BURSA TRANSFER
Bonucci Bicara tentang Perceraian dari Pernikahan yang Indah, Ada Apa?
Senin, 23 Juli 2017 - 00:52 wib
MESKI JADI TERSANGKA KASUS E-KTP
Tak Ada Munaslub, Setnov Dipastikan Tetap Pimpin Golkar
Senin, 23 Juli 2017 - 00:47 wib
KOLOM ALINEA
Anak dan Sastra
Senin, 23 Juli 2017 - 00:43 wib
WALK OUT DARI PAPIRUNA
PAN Masih di Koalisi Pemerintah? Hanura: Terserah Presiden Saja
Senin, 23 Juli 2017 - 00:41 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
BPI: Rakyat Tunggu Setya Novanto Pakai Rompi Oranye KPK
Irjen Idham Disarankan Usut Kasus Novel ketimbang Rizieq
Inilah Pertimbangan Polri Bentuk Detasemen Antikorupsi
Rekan-rekan Pretty Asmara Ternyata Hanya Pengguna Rekreasional
KPK: Kasus Novel Terus Diusut meski Kapolda Berganti
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini