Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
POLRI SIAPKAN KONSEP
Detasemen Khusus Antikorupsi Dipastikan Tak Saingi KPK
Selasa, 18 Juli 2017 - 00:00 WIB > Dibaca 1067 kali Print | Komentar
Detasemen Khusus Antikorupsi Dipastikan Tak Saingi KPK
Jenderal Tito Karnavian. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Datasemen Khusus Antikorupsi akan dibentuk Polri. Adapun konsepnya saat ini tengah diatur seperti apa nantinya.

"Saya lagi membuat rapat-rapat, bentuknya seperti apa, SOP nya seperti apa, biaya berapa, tingkat Mabes berapa, Polda berapa," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Meski begitu, ditegaskannya bahwa Datasemen Khsus Antikorupsi itu tidak akan menyaingi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Khususnya dalam membongkar kasus korupsi besar.

"Intinya kami bukan menyaingi KPK, tidak. KPK kan jumlahnya terbatas, 1000 paling ya, penyidiknya juga 150 mungkin, penyelidiknya juga mungkin segitu. Jadi, yang bisa ditangkap kasus-kasus besar," tuturnya.

Dia menambahkan, nantinya Polri akan berkolaborasi dengan KPK dalam menangani kasus-kasus korupsi. Dia yakin tidak akan ada tumpang tindih. Baik Polri dan KPK, masing-masing memiliki keunggulan. Polri unggul dalam jaringan dan jumlah personelnya.

Dia mengibaratkan, lembaganya sepeti mesin raksasa dengan jumlah personelnya 423 ribu orang, memiliki 33 Polda, dan hampir 500 Polres. Kemampuan pun Polri memiliki  tim surveilance yang terdidik dan terlatih banyak.

Tentu, mereka banyak memahami teknis-teknis penyidikan dan penanganan tipikor.

"Jadi, kenapa kita tak berkolaborasi? Bukan berarti kami ingin menyindir KPK, tidak. KPK bisa katakanlah jadi koordinasi pengawas dalam kasus-kasus tertentu," terangnya.

Di sisi lain, KPK sendiri memiliki kelebihan sulit diintervensi karena bukan bagian dari eksekutif atau pemerintah. Karena itu, perlu kolaborasi supaya kasus-kasus korupsi dituntaskan secara masif. Nantinya bisa dibentuk satuan tugas antara KPK dan Polri untuk menangani perkara. KPK bisa meminta ribuan penyidik misalnya, untuk bergerak selama tiga bulan, dengan biayanya dari KPK atau biaya bersama.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Pilgubri 2018
Baliho Kampanye Jangan Asal Pasang
Senin, 22 Januari 2018 - 10:55 wib

Dukung Pengembangan Industri di Riau
Senin, 22 Januari 2018 - 10:52 wib
Bawaslu Panggil Tiga ASN
Berkas Syarat Calon Diteliti Sepekan
Senin, 22 Januari 2018 - 10:47 wib
Fun Walk HUT Ke-4 RS Awal Bros Panam
Terus Berinovasi dan Lebih Dekat dengan Masyarakat
Senin, 22 Januari 2018 - 10:45 wib

Masih Banyak Warga Belum Terdata
Senin, 22 Januari 2018 - 10:39 wib
POLITIK
Gagal Balon, Syamsurizal ke Firdaus-Rusli
Senin, 22 Januari 2018 - 10:38 wib

DPRD Minta BLH Tindak Perusahaan Nakal
Senin, 22 Januari 2018 - 10:37 wib
POLITIK
Kerukunan Masyarakat Jawa Riau Siap Menangkan Pasangan AYO
Senin, 22 Januari 2018 - 10:28 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Cemburu kepada Pacar, Posting Video Mesum di Media Sosial
Saya Terpaksa Ikut Suami, karena Ia Selalu Sakit

Sabtu, 20 Januari 2018 - 08:04 WIB

Tak Lama Lagi Nasib Kedua Terdakwa Ditentukan Hakim

Sabtu, 20 Januari 2018 - 05:55 WIB

Kapan Habib Rizieq Pulang ke Indonesia? Ini Kepastiannya
Kritik JPU KPK, Pengacara: Tak Ada Saksi yang Kenal Novanto
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us