Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT KASUS E-KTP
Resmi Jadi Tersangka, Pidana 20 Tahun Mulai Membayangi Setya Novanto
Selasa, 18 Juli 2017 - 00:02 WIB > Dibaca 1073 kali Print | Komentar
Resmi Jadi Tersangka, Pidana 20 Tahun Mulai Membayangi Setya Novanto
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Senin (17/7/2017) malam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus e-KTP.

Dia disangka merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun. Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, dasar penetapan Setnov setelah mencermati fakta persidangan kedua terdakwa, yakni Irman dan Sugiharto yang pada pekan lalu menyampaikan pledoi.

’’KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan seorang lagi menjadi tersangka. KPK menetapkan saudara SN,’’ katanya.

Kata Agus, Setnov diduga memperkaya diri sendiri atau korporasi sehingga menyebabkan kerugian negara sampai Rp2,3 triliun. Adapun Setnov disangka melanggar Pasal 3 atau pasal 2 ayat 1 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

’’Sebagaimana telah disampaikan ke publik sebelumnya atas tiga tersangka, yakni Irman, Sugi, dan Andi Narogong,’’ tuturnya.

Berkaca kepada UU Tipikor, Pasal 2 ayat 1 menyebutkan, setiap orang yang secara sah melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak Rp1 miliar.

Sementara, di Pasal 3, menyebutkan setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan  diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit  50 juta rupiah dan maksimal 1 miliar.

Adapun penetapan Setnov sebagai tersangka sesuai dengan keyakinan JPU KPK dalam kesimpulan analisa yuridis, saat membacakan surat tuntutan untuk kedua terdakwa perkara e-KTP.  Jaksa meyakini, SN dinilai terbukti turut serta dalam sengkarut dugaan mega korupsi e-KTP, sesuai Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Hal itu menyusul adanya pertemuan antara terdakwa Irman dan Sugiharto, Andi Agustinus, Diah Anggraini,  dan Setnov di Hotel Grand Melia Jakarta pada Februari 2010 silam, sekitar pukul 06.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, para terdakwa meminta dukungan Setnov dalam proses penganggaran tersebut, dan Setnov menyatakan dukungannya terhadap proses penganggraan proyek e-KTP yang sedang berjalan di Komisi II DPR. Di samping itu, fakta hukum lain yang mengaitkan keterlibatan Setnov, juga adanya  pertemuan antara Andi Agustinus alias Andi Narogong bersama terdakwa satu, yang menemui Setnov di lantai 12 Gedung DPR RI, guna memastikan dukungan Setnov terhadap penganggaran proyek e KTP.

Dalam pertemuan tersebut Setnov mengatakan sesuatu.

’’Ini sedang kami koordinaskan perkembanganya nanti hubungi Andi,’’ kata JPU KPK Mufti Nur Irawan. (cr2)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Pilgubri 2018
Baliho Kampanye Jangan Asal Pasang
Senin, 22 Januari 2018 - 10:55 wib

Dukung Pengembangan Industri di Riau
Senin, 22 Januari 2018 - 10:52 wib
Bawaslu Panggil Tiga ASN
Berkas Syarat Calon Diteliti Sepekan
Senin, 22 Januari 2018 - 10:47 wib
Fun Walk HUT Ke-4 RS Awal Bros Panam
Terus Berinovasi dan Lebih Dekat dengan Masyarakat
Senin, 22 Januari 2018 - 10:45 wib

Masih Banyak Warga Belum Terdata
Senin, 22 Januari 2018 - 10:39 wib
POLITIK
Gagal Balon, Syamsurizal ke Firdaus-Rusli
Senin, 22 Januari 2018 - 10:38 wib

DPRD Minta BLH Tindak Perusahaan Nakal
Senin, 22 Januari 2018 - 10:37 wib
POLITIK
Kerukunan Masyarakat Jawa Riau Siap Menangkan Pasangan AYO
Senin, 22 Januari 2018 - 10:28 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Cemburu kepada Pacar, Posting Video Mesum di Media Sosial
Saya Terpaksa Ikut Suami, karena Ia Selalu Sakit

Sabtu, 20 Januari 2018 - 08:04 WIB

Tak Lama Lagi Nasib Kedua Terdakwa Ditentukan Hakim

Sabtu, 20 Januari 2018 - 05:55 WIB

Kapan Habib Rizieq Pulang ke Indonesia? Ini Kepastiannya
Kritik JPU KPK, Pengacara: Tak Ada Saksi yang Kenal Novanto
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us