Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT KASUS E-KTP
Sebelum Lebaran, Penetapan Tersangka Setya Novanto Telah Disetujui
Senin, 17 Juli 2017 - 20:19 WIB > Dibaca 431 kali Print | Komentar
Sebelum Lebaran, Penetapan Tersangka Setya Novanto Telah Disetujui
Ketua DPR Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Terjawab sudah akhirnya lika-liku mengenai nasib Ketua DPR Setyo Novanto dalam sengkarut kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Pasalnya, setelah sekian kali lolos dari jeratan hukum, dia akhirnya resmi ditetapkan tersangka oleh KPK.

’’Setelah mencermati fakta persidangan kedua terdakwa Irman dan Sugiharto dalam kasus e-KTP, KPK menemukan bukti permulaaan yang cukup seorang lagi sebagai tersangka. KPK Menetapkan saudara SN (Setya Novanto),’’ ujar Ketua KPK Agus Raharjo, dalam konferensi pers di kantornya Senin (17/7/2017) petang.

Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, kesepakatan untuk menaikkan status hukum petinggi Partai Golkar itu dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri kemarin.

’’Untuk ekspose (gelar perkara) terakhir Rabu (21/6/2017) pagi. Penyidik paparkan materi ke pimpinan dan pimpinan akhirnya setuju menaikkan status hukum yang bersangkutan menjadi tersangka,‘’ kata sumber internal KPK kepada JawaPos.com, Kamis (6/7/2017).

Selain dihadiri penyidik dan pimpinan, tampak hadir sejumlah pejabat teras KPK di Deputi Penindakan. Mereka saling beradu argumentasi perihal pendapatnya, terkait penetapan Setnov sebagai tersangka, sebelum akhirnya keputusan bulat diambil.

Setelah kesepakatan tercapai, akhirnya dibuatlah surat Laporan Kejadian Tindak Pidana Korupsi (LKTPK), sebelum Sprindik dikeluarkan. Surat perintah penyidikan (Sprindik) sendiri baru ditanda tangani usai lebaran, karena menunggu momentum yang tepat untuk mengumumkan politikus partai berlambang beringin tersebut sebagai tersangka.

Sebelumnya, terkait sengkarut perkara itu, dalam surat dakwaan JPU KPK, Setya Novanto bersama-sama mantan Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum, disebut-sebut merupakan pihak yang mengatur proses persetujuan anggaran proyek e-KTP di DPR. Atas lobi-lobi yang dilakukan keduanya, jaksa menengarai Setnov dan Andi Narogong mendapat jatah 11 persen (Rp574,2 miliar).

Hal yang sama juga didapat Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin, yakni sebesar 11 persen (Rp574,2 miliar). Atas tudingan yang dialamatkan terhadapnya, Setnov beberapa kali telah membantah terlibat dalam perkara tersebut.(wnd)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Bill Bailey
Selebritas Kondang Inggris Paling Terkesan Liburan ke Sumatera
Senin, 23 Juli 2017 - 11:50 wib
Wonderful Indonesia Festival 2017
Kemenpar dan KBRI Manila Tebar Pesona di Makati Filipina
Senin, 23 Juli 2017 - 11:28 wib
27 Juli hingga 2 Agustus 2017
Kunjungi Penenun Ulos, Orkestra Vinculos Bakal Genjot Caldera Toba Geopark
Senin, 23 Juli 2017 - 11:15 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
BPI: Rakyat Tunggu Setya Novanto Pakai Rompi Oranye KPK
Senin, 23 Juli 2017 - 00:54 wib
BURSA TRANSFER
Bonucci Bicara tentang Perceraian dari Pernikahan yang Indah, Ada Apa?
Senin, 23 Juli 2017 - 00:52 wib
MESKI JADI TERSANGKA KASUS E-KTP
Tak Ada Munaslub, Setnov Dipastikan Tetap Pimpin Golkar
Senin, 23 Juli 2017 - 00:47 wib
KOLOM ALINEA
Anak dan Sastra
Senin, 23 Juli 2017 - 00:43 wib
WALK OUT DARI PAPIRUNA
PAN Masih di Koalisi Pemerintah? Hanura: Terserah Presiden Saja
Senin, 23 Juli 2017 - 00:41 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
BPI: Rakyat Tunggu Setya Novanto Pakai Rompi Oranye KPK
Irjen Idham Disarankan Usut Kasus Novel ketimbang Rizieq
Inilah Pertimbangan Polri Bentuk Detasemen Antikorupsi
Rekan-rekan Pretty Asmara Ternyata Hanya Pengguna Rekreasional
KPK: Kasus Novel Terus Diusut meski Kapolda Berganti
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini