Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
PENYIDIK TEMUKAN DUA ALAT BUKTI
Setya Novanto Jadi Tersangka Kasus e-KTP
Selasa, 18 Juli 2017 - 00:01 WIB > Dibaca 951 kali Print | Komentar
Setya Novanto Jadi Tersangka Kasus e-KTP
Ketua DPR Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -Ketua DPR Setya Novanto dikabarkan telah menyandang status tersangka dalam perkara kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Penetapan tersangka dilakukan, setelah tim penyidik menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup perihal dugaan keterlibatan politikus Partai Golkar tersebut dalam sengkarut kasus dugaan korupsi yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun.

’’Sudah (SN tersangka). Rabu (21/6) pagi penyidik sudah ekspose (gelar perkara) di depan lima pimpinan. Mereka sepakat untuk naikan SN ke tingkat penyidikan,’’ kata sumber di KPK kepada JawaPos.com, Senin (17/7/2017).

Kata sumber itu lagi, SN dinilai bersama pihak lain terbukti turut serta memuluskan tahapan perencanaan, hingga pelaksanaan proyek e-KTP berjalan, sesuai dengan peran yang dipaparkan jaksa penuntut umum dalam dakwaan Irman dan Sugiharto.

’’Unsur Pasal 55 nya sudah masuk,’’ tambahnya.

Adapun informasi tersebut sesuai dengan keyakinan JPU KPK dalam kesimpulan analisa yuridis, saat membacakan surat tuntutan untuk kedua terdakwa perkara e-KTP. Jaksa meyakini, SN dinilai terbukti turut serta dalam sengkarut dugaan mega korupsi e-KTP, sesuai Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Hal itu adanya pertemuan antara terdakwa Irman dan Sugiharto, Andi Agustinus, Diah Anggraini,  dan Setnov di Hotel Grand Melia Jakarta pada Februari 2010 silam, sekitar pukul 06.00 Wib.

Dalam pertemuan tersebut, para terdakwa meminta dukungan Setnov dalam proses penganggaran tersebut, dan Setnov menyatakan dukungannya terhadap proses penganggraan proyek e-KTP yang sedang berjalan di Komisi II DPR.

Di samping itu, fakta hukum lain yang mengaitkan keterlibatan Setnov, juga adanya  pertemuan antara Andi Agustinus alias Andi Narogong bersama terdakwa satu, yang menemui Setnov di lantai 12 Gedung DPR RI, guna memastikan dukungan Setnov terhadap penganggaran proyek e KTP. Dalam pertemuan tersebut Setnov mengatakan sesuatu.

’’Ini sedang kami koordinaskan perkembanganya nanti hubungi Andi,’’ kata JPU KPK Mufti Nur Irawan.

Menurut jaksa, berdasarkan fakta hukum di atas, jika dikaitkan dengan teori hukum, ditarik suatu kesimpulan adanya pertemuan antara para terdakwa, Andi agustinus, Diah Anggraini, dan Setya Novanto di hotel Grand Melia, telah menunjukan telah terjadi pertemuan kepentingan atau meeting of interest antara Andi Agustinus yang merupakan pengusaha yang berkepentingan dapat mengerjakan proyek, para terdakwa yang bertugas melaksanakan tugas pengadaan barang dan jasa, serta Setya Novanto, selaku Ketua Fraksi Golkar yang mempunyai pengaruh dalam proses penganggaran pada komisi 2 DPR RI, yang pada saat itu diketuai Burhanudin Napitupulu yang juga bersal dari Fraksi Golkar.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Tak Ada Air, Ribuan Pelanggan PDAM Kota Duri Menjerit
Sabtu, 23 September 2017 - 06:50 wib

Sipadu Permudah Layanan warga
Sabtu, 23 September 2017 - 05:32 wib

Minimalkan Penggelapan Data Pajak Pertalite
Sabtu, 23 September 2017 - 05:27 wib
DUMAI
Prostitusi di Dumai Semakin Subur
Sabtu, 23 September 2017 - 04:46 wib
Hadirkan Ustaz Syafiq Riza Basalamah MA
Galang Bantuan untuk Rohingya
Sabtu, 23 September 2017 - 04:26 wib
Melihat Kondisi Pasar Kelakap Tujuh Kota Dumai
Fasilitas Banyak Rusak dan Tak Berpenghuni
Sabtu, 23 September 2017 - 03:48 wib

Milad ke-55, UR Incar Akreditasi A sebagai Kado
Sabtu, 23 September 2017 - 03:40 wib

RIBUAN MAHASISWA DATANGI EDUCATION EXPO IPB
Sabtu, 23 September 2017 - 01:05 wib
KAB KEPULAUAN MERANTI
Pemkab Diminta Membina Petani
Sabtu, 22 September 2017 - 22:18 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Bos Besar Produsen CC Ditangkap

Kamis, 21 September 2017 - 10:44 WIB

Garis Polisi Proyek Ruang Pengawas Dilepas

Kamis, 21 September 2017 - 10:10 WIB

JPU Sebut Uang Diberi ke ZH

Kamis, 21 September 2017 - 09:41 WIB

Polisi Amankan Bandara Terkait Kabar Kepulangan Habib Rizieq
Tak Hadiri Panggilan Pansus Hak Angket, Ini Alasan KPK

Rabu, 20 September 2017 - 20:30 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us