Wonderful Indonesia
JOKOWI DINILAI ANTIPATI TERHADAP ISLAM
Demi Pemilu 2019, Isu Perppu Ormas Mulai "Digoreng"
Senin, 17 Juli 2017 - 17:42 WIB > Dibaca 512 kali Print | Komentar
Demi Pemilu 2019, Isu Perppu Ormas Mulai "Digoreng"
Syafii Maarif. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Presiden Joko Widodo tidak memiliki beban politik. Hal itu sebagaiman dikatakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif.

Buya Syafii, sapaannya, bahkan menyebut presiden yang beken dengan panggilan Jokowi itu tak memikirkan popularitasnya dalam mengambil kebijakan yang berkaitan erat dengan kepentingan bangsa dan negara.

Lantas, dia mencontohkan ketika Jokowi menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Diketahui, ada pihak yang menyebut perppu itu sebagai bukti pemerintahan Jokowi antipati pada umat Islam Indonesia karena mau membubarkan ormas tanpa proses pengadilan.

Akan tetapi, kata Buya, justru ada pihak yang membesar-besarkan isu itu.

“Islam yang mana? Saya menghargai Perppu ini, walaupun apakah memang betul perlu perppu atau cukup dengan pengadilan,” katanya usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (17/7/2017).

Di sisi lain, dia pun menyebut isu tentang perppu tak terlepas dari agenda politik 2019.

“Ini semua digoreng ini isu untuk 2019. Dan Jokowi enggak perlu itu (popularitas, red)," sebutnya.

Cendekiawan muslim asal jebolan Ohioe University itu menegaskan, dia lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Jokowi pun sama sekali tidak punya beban apa pun dalam memimpin negara.

"Tapi kan karena presiden, bawa anak sedikit, bawa cucu sudah ramai. Tujuannya itu jadi tidak sehat. Ini suasana tidak sehat. Ini politik kita yang tunamartabat ini," tuntasnya.(fat)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PERINGATAN HARI TANI NASIONAL
Ribuan Petani Besok Geruduk Jakarta, Ini Pesan Kapolda Metro
Rabu, 26 September 2017 - 21:00 wib
MASIH JALANI PEMERIKSAAN
6 WNI Diduga Terkait ISIS Dideportasi Otoritas Turki
Rabu, 26 September 2017 - 20:45 wib
AKSI ANTI-PKI
Kawal "Aksi 299" di DPR, 20.000 Personel Gabungan Diterjunkan
Rabu, 26 September 2017 - 20:30 wib
PERNYATAAN PANGLIMA TNI
Soal Senjata Ilegal, DPR Segera Panggil Kapolri
Rabu, 26 September 2017 - 20:15 wib
SEBAGAI SALAH SATU SYARAT
Soal Tes Keperawanan bagi Mitra Nikahsirri.com, Ini Tanggapan Polisi
Rabu, 26 September 2017 - 20:00 wib
PARIPURNA PANSUS ANGKET KPK
Kinerja Kejaksaan Dinilai Buruk, Kader Golkar Usulkan Bentuk Pansus Angket
Rabu, 26 September 2017 - 19:30 wib
TERJADI JELANG PRAPERADILAN SETNOV
Kabiro Hukum KPK Tak Ingin Kasus Pengrusakan Mobilnya Jadi Masalah Serius
Rabu, 26 September 2017 - 19:25 wib
HASIL TEMUAN PANSUS ANGKET
Disebut Gagal soal Koordinasi dan Supervisi, Pimpinan KPK Bilang Begini
Rabu, 26 September 2017 - 19:20 wib
PEMILIK SUDAH DIAMANKAN
Klien Nikahsirri.com Tembus 5.300 Orang dalam Empat Hari
Rabu, 26 September 2017 - 19:15 wib
SIDANG PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Tim Kuasa Hukum Setnov Hadirkan Saksi Ahli yang Pernah Kalahkan KPK
Rabu, 26 September 2017 - 19:10 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Ribuan Petani Besok Geruduk Jakarta, Ini Pesan Kapolda Metro
6 WNI Diduga Terkait ISIS Dideportasi Otoritas Turki

Selasa, 26 September 2017 - 20:45 WIB

Kawal "Aksi 299" di DPR, 20.000 Personel Gabungan Diterjunkan
Ditutup, Ada 1,2 Juta Pelamar CPNS

Selasa, 26 September 2017 - 14:14 WIB

Setnov Beberkan LHP BPK

Selasa, 26 September 2017 - 13:03 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini